Emas Antam Ambruk Rp 11.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 Februari 2016 | 09:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Selasa, 23 Februari 2016, mencatat performa buruk setelah terjengkang sebesar Rp 11.000 per gram sebagai dampak dari “jatuh”nya harga emas dunia di pasar global, Comex, New York.

Dengan penurunan besar ini, hari ini, harga emas Antam bertengger di angkai Rp 563 ribu per gram. Pada perdagangan sehari sebelumnya, emas Antam dijual di harga Rp 574 ribu per gram.

Hal yang sama juga terjadi pada harga pembelian kembali atau “buyback” yang turun Rp 7.000 menjadi Rp 510 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki,Antam akan membelinya di harga Rp 510 ribu per gram.

“Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi,” tulis manajemen Antam.

Antam menjual emas dengan ukuram mulai satu gram hingga 500 gram. Menjelang siang WIB, hampir seluruh ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus nomor antrean per hari.

Di pasar global emas diperdagangkan dalam kisaran sempit dan berada dalam fase konsolidasi di kisaran USD 1225 per troy ounce.

Sementara itu, pergerakan saham terlihat rebound.

Korelasi terbalik antara emas dan saham terlihat ketika harga saham naik maka harga emas akan terkoreksi dengan persentase yang lebih kecil.

Melemahnya dolar dari harga tertinggi bulan Januari telah membuat pasar FX tampaknya memiliki keraguan terhadap perbedaan kebijakan moneter yang diambil.

ECB dan BoJ sangat jelas masih dalam modus pelonggaran, ketika the Fed masih menahan suku bunga dengan modus kebijakan pengetatan.

Inflasi AS untuk bulan Januari naik melampaui target Federal Reserve dan membuat perdebatan regulator apakah mungkin suku bunga dapat dinaikkan ?

Pada bulan Maret untuk mencegah gelembung aset dan volatilitas harga.

Kenaikan suku bunga the Fed akan membuat putaran apresiasi dolar dan pergerakan aset AS yang sebagai akibat laporan CPI yang efektif akan berpotensi aksi jual dolar terhenti dalam perdagangan mata uang.

Emas merupakan “sesuatu” bagi banyak orang yang dapat dikatakan sebagai salah satu kelas aset yang paling diperhatikan pada pasar keuangan global.

Dinamika pasokan dan permintaan telah membuat emas sering menjadi sorotan pelaku pasar.

Ketika emas bergerak bullish lebih banyak dikarenakan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dikarekanan memberikan investasi safe haven.

Sebaliknya, ketika emas bergerak bearish maka emas masih akan dibutuhkan untuk penggunaan industri dengan fokus bahwa persediaan emas masih dapat ditambang.

Emas akan selalu relevan sama seperti harga minyak ketika pelaku pasar merujuk pada efek kompleks komoditas.

Komentar