Dollar Tertekan dan Emas Alami Kenaikan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Mei 2017 | 09:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global di Comex Exchange Mercantil, New York, hari ini, Rabu pagi WIB,  kembali naik. Pendorong kenaikan harga emas adalah sentimen politik dan juga penurunan data perumahan yang membuat dolar AS tertekan.

Seperti ditulis kantor berita “reuter,” hari ini, di rubrik ekonomi dan keuangannya, , harga emas di pasar spot naik lebih dari setengah persen

Sedangkan harga emas berjangka naik setengah persen

“Dolar AS melemah hari ini dan mendorong kenaikan harga logam mulia di pasar spot maupun berjangka,” kata analis Julius Baer, Carsten Menke.

Indeks dolar AS yang merupakan indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS dengan beberapa mata uang utama dunia lain tergelincir ke posisi terlemah dalam lebih dari enam bulan terakhir.

Pelemahan tersebut terjadi setelah dua pejabat Amerika Serikat  mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengungkapkan informasi rahasia kepada Menteri Luar Negeri Rusia mengenai sebuah operasi militer yang dilakukan oleh ISIS.

Dolar AS juga tertekan karena pelaku pasar melihat bahwa rencana Trump untuk memotong pajak bakal sulit untuk terlaksana.

Selain itu, data pembangunan perumahan di AS juga menunjukkan terjadi penurunan. Dengan adanya penurunan tersebut membuat investor sedikit sanksi dengan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Dengan adanya sentimen-sentimen tersebut, emas yang merupakan instrumen alternatif menjadi banyak permintaan.

Harga emas pun kembali melambung. Emas memang menjadi pilihan investor di saat situasi politik dan ekonomi dalam ketidakpastian

“Saya pikir memang dolar AS menjadi satu-satunya katalis pendorong kenaikan harga emas,” jelas pendiri LOGIC Advisors, Bill O’Neill.

Analis memprediksi, dolar Amerika Serikat dan bursa saham yang menguat membayangi pergerakan harga emas dalam sepekan.

Selain itu, prediksi pasar soal rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve  pada Juni depan juga mempengaruhi harga emas.

Sebelumnya usai mencapai level terendah dalam delapan minggu, harga emas kembali naik pada akhir pekan lalu.

Harga emas sempat ke level terendah dalam delapan minggu mendorong optimisme di pasar, tetapi analis tidak terlalu yakin terhadap emas.

“Anda tidak bisa mengabaikan penguatan dolar AS dan pasar saham. Ini akan terus menekan harga emas dan perak,” ujar Analis Teknikal City Index Fawad Razaqzada, seperti dikutip dari laman Kitco.

“Indeks menunjukkan jenuh beli, dan koreksi akan datang tetapi saat ini tidak terlihat,” ujar Razaqzada.

Analis juga memperkirakan harga emas akan kembali tertekan seiring bank sentral AS atau the Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada Juni.

Diperkirakan bank sentral AS menaikkan suku bunga pada Juni mencapai tujuh puluh empat persen.

Namun, data ekonomi AS yaitu data penjualan ritel mengecewakan dan indeks harga konsumen yang lemah menjadi pertimbangan untuk kenaikan suku bunga.

“Saya pikir reli emas harus menunggu hingga kenaikan suku bunga the Fed. The Fed akan menaikkan suku bunga, dan kemudian itu menjadi sinyal, dan emas akan reli,” ujar Analis Senior RJO Futures Philip Streible.

Sementara itu,harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, kemarin,  terjungkal sebesar Rp 2.000 per gram di banding dengan harga hari Sabtu pekan lalu.

Pada perdagangan Sabtu akhir pekan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 581 ribu per gram.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam,

Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback tetap di harga Rp 521 ribu per gram.

Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan menghargainya Rp 521 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjalang siang WIB, hanya ukuran emas 250 gram yang masih tersedia.

Komentar