Dolar Menguat dan Emas Kembali Ambruk

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 November 2017 | 08:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Kenaikan harga emas selama dua hari pertama pekan ini, hari ini, Rabu, 09 November, dihentikan oleh hentakan penguatan dollar dan menyebabkan penurunan harga sebesar nol koma lima persen.

Pada penutupan perdagangan Selasa, waktu New York, atau Rabu pagi WIB, harga emas terjungkal  karena adanya kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia.

Padahal sebelumnya harga emas terus reli dipengaruhi penangkapan para pangeran di Arab Saudi.

Seperti ditulis kantor berita “reuter,” pagi ini,  harga emas di pasar spot turun setengah  persen per ounce.

Dan untuk harga emas berjangka pengiriman Desember juga turun dengan nilai yang sama

Nilai tukar dolar AS naik nol koma tiga persen terhadap euro karena ivestor yakin bahwa kebijakan moneter di Amerika Serikat  akan terus enyimpang dengan kebijakan moneter di zona Eropa.

Hal ini membuat pelaku pasar melepas instrumen safe haven dan memburu dolar AS.

Harga emas kemungkinan bisa terdorong naik dipengaruhi oleh hasil kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Asia.

Setelah mengunjungi Jepang kemarin, Trump akan melanjutkan lawatannya ke Korea Selatan.

Dalam pidatonya di Asia, Trump terus menekankan bahwa Militer AS akan menjadi benteng untuk melawan segala ancaman yang menargetkan orang AS, Jepang, dan lainnya di seluruh dunia.

Pidato tersebut merupakan kecaman terhadap Korea Utara.

“Pidato Trump ini tentu saja memunculkan kembali ketegangan antara AS dan Korea Utara sehingga bisa menjadi tenaga bagi harga emas,” jelas analis MKS Afshin Nabavi.

Selain penguatan dollar,  data ekonomi AS yang membaik juga menjadi alasan turunnya harga emas.

Tekanan terbesar yang membuat harga emas turun adalah data ekonomi AS yang lebih baik dari konsensus sehingga mendorong penguatan nilai tukar dolar AS.

“Data-data ekonomi AS terus membaik dan membuat prospek kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Fed terus menguat,” jelas Quantitative Commodity Research consultant Peter Fertig.

“Prospek kenaikan suku bunga terus menguat sehingga membuat nilai tukar dolar AS melambung dan menjadi tekanan terhadap harga emas,” lanjut dia.

Prospek kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini tak akan berubah meskipun terjadi pergantian pimpinan Bank Sentral AS.

Kebijakan moneter yang telah diambil oleh Gubernur the Fed Janet Yellen selama ini tidak akan berubah dengan kandidat gubernur the Fed selanjutnya.

Komentar