“Buyback” Emas Antam Naik Rp 6.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 9 Juni 2015 | 10:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga pembelian kembali, atau buyback emas milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Selasa 09 Juni 2015, mengalami “booming” sebesar Rp 6.000 per gram setelaqh sehari sebelumnya anjlok Rp 4.000 per gram.

Dengan kenaikan ini harga pembelian nkembali emas Antam bertengger di angka Rp 498 ribu per gram.

Bersaaam denga n itu, harga jual emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 per gram menjadi Rp 551 ribu per gram. Sehari sebelumnya, harga jual emas Antam mengalami penurunan Rp 1.000 per gram.

Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran emas 500 gram dan 10 gram yang sudah habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam, pecahan 1 gram Rp 551.000, 5 gram Rp 2.610.000, 10 gram Rp 5.170.000, 25 gram Rp 12.850.000, 50 gram Rp 25.650.000, 100 gram Rp 51.250.000, 250 gram Rp 128.000.000 dan pecahan 500 gram Rp 255.800.000.

Di pasar global, emas naik tipis setelah mengalami penurunan secara beruntun selama tiga hari ketika dolar dan pasar saham jatuh.

Emas bergerak dalam fase konsolidasi setelah mendapat tekanan pada hari Jumat ketika laporan pekerjaan di AS dilaporkan lebih baik dari yang perkiraan sehingga menimbulkan spekulasi bahwa pertumbuhan pekerjaan yang sedang berlangsung akan membuat Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September.

Namun, Presiden Fed William Dudley cepat membatalkan optimisme dan menyatakan kekhawatiran bahwa keuntungan pekerjaan yang terjadi dikarenakan kerugian dalam sector produksi. Dudley juga menyatakan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup untuk mempertahankan keuntungan pekerjaan.

Yunani berada dalam agenda pada pertemuan puncak G7 di Jerman. Tuan rumah, Angela Merkel mengatakan G-7 menginginkan Yunani tetap tinggal di zona Eropa, jika Athena “membuat kesepakatan dan melaksanakan reformasi.”

“Ada batas waktu akhir Juni,” kata Presiden Prancis, Francois Hollande yang juga berbicara pada KTT G7 dengan mengacu pada pembayaran berikutnya sebanyak € 1.6 miliar kepada Dana Moneter Internasional yang akan jatuh tempo pada 30 Juni.

Yunani telah melewatkan pembayaran kepada IMF pada hari Jumat kemarin, dengan menggunakan opsi untuk melakukan semua pembayaran pada bulan Juni menjadi pembayaran terakhir.

Semua orang mengakui bahwa ini adalah langkah pertama untuk membuat lebih banyak waktu, karena sangat tidak mungkin bahwa Yunani akan dapat membuat € 1,6 miliar pada pembayaran pada 30 Juni.

Ketidakpastian tentang bagaimana krisis Yunani akan terlihat selama tiga minggu ke depan dengan kemungkinan akan membatasi downside emas tetapi serangkaian data valid yang beredar dan tenggat waktu semakin dekat akan membuat lebih banyak investor mencari perlindungan kepada emas.

Komentar