Hari Ini Harga Emas Global Kembali Berkibar

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Oktober 2018 | 07:57 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah melempam selama dua hari terakhir, hari ini, Juumat, 19 Oktober, harga emas dunia di Comex Merchantil Exchnage, New York, kembali berkilai bersamaan dengan melemahnya pasar saham  Wall Street.

Pelemahan pasar saham ini membuat para investor langusng mencari perlindungan kepada logam mulia.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Jumat pagi WIB,, harga emas di pasar spot naik nol koma tiga persen per ounce.

Untuk emas berjangka AS juga naik

“Kelemahan di pasar ekuitas mungkin memicu tambahan pembelian emas, ” kata Alexander Zumpfe, Pedagang Logam Mulia di Heraeus.

Pasar emas kali ini dipengaruhi Wall Street yang jatuh dipicu laporan penurunan laba dari sektor industri.

Kondisi ini akibat meningkatnya biaya dan dampak kenaikan tarif impor, menambah kekhawatiran biaya pinjaman akan turut naik setelah muncul komentar hawkish di menit terakhir pertemuan Federal Reserve AS.

“Secara keseluruhan, secara teknis ini telah melanggar di atas posisi tertinggi sebelumnya, sehingga akan sulit bagi harga emas untuk bergerak di bawah itu,” kata analis ABN AMRO, Georgette Boele.

Penjualan di pasar saham global mengangkat harga emas. Ini mendorong harga logam kuning menuju posisi puncak dalam dua  bulan .

Ini merupakan kenaikan harga emas di atas rata-rata pergerakan seratus hari hari, sekitar USD 1.226.

Di sisi lain, indeks dolar menguat ke posisi tertinggi dalam satu minggu setelah The Fed di menit terakhir  pertemuan menegaskan kembali sikap hawkish perihal kebijakan moneter. Ini biasanya menjadi sinyal bearish untuk harga emas.

“Kami telah melihat arus masuk yang kuat di-exchange traded funds

Dalam minggu-minggu terakhir semacam itu mengindikasikan sentimen investor berbalik sekarang untuk logam, pindah ke sisi positif,” jelas Nitesh Shah, Analis ETF Sekuritas.

Sementara untuk perdagangan logam mulia lainnya, perak turun , setelah sebelumnya menyentuh posisi terendahnya sejak pecan lalu

Harga Platinum juga  tergelincir setelah mencapai posisi rendah dalam satu minggu

Sehari sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan  melemah karena didorong indeks dolar Amerika Serikat meningkat ke posisi tertinggi.

Hal ini terjadi usai rilis hasil pertemuan kebijakan moneter bank sentral AS atau the Federal Reserve atau the Fed  pada September.

Indeks dolar AS sentuh posisi tertinggi dengan naik setengah  persen

Kenaikan indeks dolar AS terjadi usai pertemuan kebijakan moneter the Fed. Mayoritas pejabat senior the Fed yakin suku bunga akan terus meningkat

“Hasil pertemuan kebijakan the Fed menekankan kenaikan suku bunga selanjutnya. Selain itu masih menunjukkan kekhawatiran inflasi, baik konsumen dan produsen pada tahun depan,” ujar Wakil Presiden Direktur GoldMining Inc, Jeff Wright, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB

Ia menuturkan, dampaknya terhadap emas sedikit negatif. Namun, tidak ada kejutan baik dan buruk yang memberikan kejelasan.

Dalam perdagangan elektronik, harga emas untuk pengiriman Desember melemah

Kontrak itu berakir pada Selasa ke posisi tertinggiyang merupakan posisi tterbaik sejak akhir  Juli.

Sepanjang Oktober, harga emas sudah naik hampir tiga persen.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini. Suku bunga the Fed akan kembali naik untuk keempat kali sebelum akhir tahun

Ini dapat memberikan perlawanan terhadap harga emas. Hal ini karena kenaikan suku bunga membuat dolar AS menguat. Selain itu, obligasi pemerintah pun menjadi investasi lebih menarik ketimbang emas.

Bursa saham dan emas bergejolak di tengah meningkatnya kekhawatiran suku bunga dan imbal hasil surat berharga AS. “Dengan inflasi tidak hadir dari data produksi industri AS itu tidak menggeser the Fed,” kata Head of Trading Oanda, Stephen Innes.

Innes menambahkan, pandangan ini signifikan untuk harga emas. Aksi jual dolar AS menjadi risiko utama di AS yang akan meningkat dan pengaruhi kinerja harga emas.

Sehari sebelumnya, Rabu,, harga emas mentok dan berada di [posisi stabil.

Menurut laman itu pelemahan dolar AS diimbangi oleh kenaikan pasar saham.

Biasanya, pelemahan dolar AS mendorong kenaikan harga emas tetapi karena pasar saham bergairah maka investor lebih memilih untuk mengalihkana portofolio di saham.

Harga emas di pasar spot tidaak berubah

Pada Sesi sebelumnya harga emas sempat mencapai level tertingginya untuk setiap ounce.

Untuk harga emas berjangka AS ditutup naik.

“Pasar saham tengah membaik karena data menunjukkan bahwa laporan keuangan beberapa emiten membaik. Hal itu menghalangi harga emas untuk melanjutkan reli,” jelas analis INTL FC Stone, Edward Meir.

Sebenarnya, harga emas tengah mendapat angin segar karena pelemahan dolar AS. Namun kesempatan ini sulit untuk tterwujud karena pasar ekuitas.

Komentar