Harga Emas Antam Mengalami Stagnan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 Desember 2015 | 10:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Rabu, 30 Desember 2015, harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih mengalami stagnan atau tak bergerak dari Rp 545 ribu per gram

Macetnya pergerakan harga emas Antam ini telah terjadi sejak sepuluh hari terakhir dan menandai lesunya perdagangan logam mulia di tingkat domestik akibat kenaikan suku bunga The Fed pertengahan bulan ini

Sementara harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan buyback emas Antam justru naik Rp 1.000 menjadi Rp 469 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 469 ribu per gram.

Di pasar global, emas terus diperdagangkan dalam fase konsolidasi di tengah kondisi liburan akhir tahun baru.

Pergerakan emas terlihat mulai menguat pada awal sesi perdagangan, tetapi aksi choppy pada pasar emas masih mewarnai pasar sehingga membuat pergerakan emas kembali tertekan tipis pada sesi sebelumnya.

Hari ini, waktu New York, dolar kembali menguat ketika indeks harga rumah Case-Shiller untuk bulan Desember dirilis dan mendorong harga saham bergerak lebih tinggi serta membebani harga emas.

Kalender ekonomi AS untuk sisa minggu ini berpotensi tidak akan memberikan pergerakan yang berarti sehingga aktivitas pasar kemungkinan masih akan terbatas hingga akhir tahun.

Melihat ke tahun 2016, beberapa investor mungkin akan meningkatkan eksposur mereka kepada emas, di tengah segudang risiko yang sedang terbangun.

Ada banyak analis terus khawatir bahwa resesi mungkin akan segera terjadi. Kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember sebenarnya merupakan awal risiko tersebut mungkin akan terjadi.

Perbedaan tingkat suku bunga pada seluruh Negara industri telah mendorong dolar bergerak ke kisaran tertinggi selama dua belas tahun terakhir, sehingga berdampak negatif kepada eksportir AS.

Selain itu, penurunan harga energi juga memiliki dampak yang merugikan pada sektor-sektor ekonomi tertentu dan Amerika mempunyai persentase besar dari pendapatan energi.

Peristiwa kebuntuan AS-Rusia, gelombang nasionalisme di Eropa, Turki yang terseret masuk arus geopolitik akan saling mengikat satu sama lain. Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa semua tren ini saling terhubung.

Saat ini, harga emas berada tepat di atas posisi terendah multi-tahunan dan membuat portofolio emas yang berada di harga murah semakin dicari investor.

Ketika Anda melakukan tutup buku pada akhir tahun, pastikan emas cukup mengcover perlindungan kekayaan.

Kemarin, Selasa, 29 Desember 2015, harga emas terjungkal akibat dorongan harga minyak setelah sebelum liburan Natal sempat melonjak ke tingkat yang paling menguntungkan.

Perdagangan emas global cenderung bergerak tipis mengingat hari yang pendek menjelang libur Tahun Baru.
Harga emas naik satu persen selama pekan lalu

Akan tetapi, harga emas tetap berada di jalur pelemahan dalam enam sesi, dan ini melanjutkan penurunan terpanjang selama periode kuartalan sejak pertengahan empat puluh lima tahun terakhir.

Harga emas telah turun hampir sepuluh persen sepanjang ini.

Harga emas di pasar spot turun, sementara itu, harga emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari turun hampir satu persen.

“Tahun ini investor mengalami kerugian di portofolionya,” ujar Dan Heckman Konsultan US Bank Wealth Management seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa, 29 Desember 2015.

Ia mengatakan, harga emas cenderung kurang baik secara fundamental dan teknikal.

“Kami melihat belum ada hal baik dapat mendukung harga emas pada 2016. Kami melihat banyak dana keluar dari komoditas terutama ETF dan tidak aksi untuk membeli,” tambah Heckman.

Harga emas dapat naik di tengah kesulitan untuk kembali bangkit seiring aksi pelaku pasar untuk ambil posisi beli.

Komentar