Jelajah Sepeda “Kompas,” Dari Aceh Untuk Indonesia

Penulis: Darmansyah

Minggu, 1 September 2013 | 12:21 WIB

Dibaca: 6 kali

Gerimis di hari pertama September 2013 menjadi pertanda dimulainya rute hari kedua Jelajah Sepeda “Kompas-PGN” dengan jalur tempuh Banda Aceh–Calang, sepanjang 150 kilometer.

Jalur, yang “Subhanallah” indahnya. Jalur eksotik kepingan “surga” di tepian pantai Lautan Hindia, yang berpasir putih memanjang dan berlekuk, mulai dari Lhok Nga hingga Rigah dan Lhok Buya.
Jalur pesona “heritage” humbalang laut, dengan gigi gergasinya yang telah menelan tapak tanah negeri bertuah ini, dan memusnahkan isinya menjadi hantaran ke ke “arash” dipelukan Illahi.

Itulah rute yang akan menjadikan 40 peserta nantinya ternganga dengan “ngilu” perasaan ketika menginjak tapak Geureute dan berdecak menyaksikan pulau terbelah dengan angin laut yang membuat riak gelombang kecil menerpa tumit gunung kecil yang menusuk laut.

Lhok Nga, Lhoong, Geureute, Kuala Unga, Lhok Kruet, Lhok Keutapang, Patek dan Rigah adalah bentangan alam dari pecahan kerikil-kerikil surge yang dicampakkan Tuhan ke Bumi untuk kemudian bisa ditanamkan ke memori para peserta untuk dikenang sampai mati.

Para penjelajah sepeda juga akan disuguhi “heritage” perkampungan yang sudah menemukan kematiannya dipelukan laut. Jalan-jalan yang tak ada ujun. Terputus-putus. Dan jembatan besi yang dijilat gelombang dan kini menjadi pulau kecil di tubir pantai.

Semua aroma “kematian” itu akan menyergap peserta dengan masih lekatnya jelaga kemiskinan di “kota-kota” pedesaan. Ada keheningan sepanjang jalan yang lintasannya tidak segaduh jalanan di Jawa. Semua itu pasti akan membuat peserta bergidik tentang kesengsaraan tsunami dengan kesengsaraan penantian janji kemakmuran yang belum juga datang.

Hari itu, Minggu. Di Blang Padang. Usai menjelajah Sabang, dari Tugu Kilometer Nol di Iboih hingga ke Balohan dan menyeberang ke Ulee Lheue, 40 peserta peserta Jelajah Sepeda Kompas-PGN telah memulai sebuah “petualangan” mengayuh sepeda sepanjang 1.539 kilometer dari Sabang hingga Padang selama 14 hari, lewat pantai Barat Aceh.

Budiman Tanuredjo, dari Kompas, mengatakan jelajah sepeda kali ini merupakan aksi jelajah yang keempat kalinya digelar Kompas. “Aksi jelajah sepeda ini bertujuan untuk terus menumbuhkan rasa Cinta Indonesia. Dengan bersepeda kita merajut Indonesia, dan tak ada Indonesia tanpa Sabang, dan tak ada Indonesia tanpa Merauke,” kata Budiman.
Tahun ini, jelajah sepeda akan berlangsung selama 14 hari. Dimulai pada 31 Agustus di Tugu Nol Kilometer Indonesia, Pulau We, Sabang, dan berakhir pada 13 September di kota Padang. Total jarak yang ditempuh adalah 1.539 kilometer.

“Ini adalah tugas mulia untuk melawan pemanasan global. Kami akan merajut Indonesia dengan bersepeda, dari Sabang sampai Merauke. Tidak langsung, sebelumnya kami sudah menjelajahi berbagai wilayah, termasuk jelajah sepeda tahun lalu, Bali-Komodo. Tahun ini Sabang – Padang.

Jelajah sepeda Sabang-Padang ini diikuti 50 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai komunitas sepeda di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Manado, Padang, Medan, dan Banda Aceh.

Tak ada satupun dari peserta jelajah sepeda ini yang merupakan atlet balap sepeda. Mereka adalah kaum profesional dari berbagai profesi, yakni wartawan, pengusaha, karyawan swasta dan manajer perusahaan. Mereka ingin menunjukkan bahwa bersepeda itu menyehatkan, dan ingin menularkannya pada seluruh lapisan masyarakat.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi, yang melepas start jelajah sepeda ini mengungkapkan sepenggal cerita tentang rute pesisir barat selatan yang menjadi jalur tempuh peserta. “Ini jalur jalur eksotik. Setiap kilometer yang dilalui kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah. Selain itu jalur jalannya termasuk kelas satu. Tol non bayar,” kata Herman saat melepas para peserta.

Ia menegaskan kepada para peserta untuk tidak mengkhawatirkan kondisi kemanan Aceh. ” Aceh sangat aman dan kondusif untuk aktivitas apapun, termasuk bersepeda,” tegasnya.

Kapolda ikut mengiring peserta Jelajah Sepeda hingga Kota Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, yang berjarak 75km dari titik start Kota Banda Aceh.

Pelepasan peserta Jelajah Sepeda Sabang-Padang dilakukan di Lapangan Balang Padang Banda Aceh. Upacara pelepasan dihadiri oleh Kasdam Iskandar Muda, Brigjen Purwadi.

Komentar