Di Inggris, Gereja Berubah Jadi Masjid

Penulis: Darmansyah

Rabu, 31 Juli 2013 | 17:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Gereja itu sudah bersalin fungsi menjadi masjid setelah lama ditinggal jamaahnya. Sebelum menjadi masjid, gereja bergaya “gothic” itu pernah menjadi toko dan pabrik. Peralihan ini tidak menimbulkan gejolak di lingkungannya berdiri. Sebab gereja katholik “anglican” memang sudah benar-benar tak dihiraukan jamaatnya yang tidak memercayai eksistensi agama.

Gereja itu, eh, kini masjid, berada di wilayah Clitheroe, Lancashire, Inggris, telah menjelma menjadi masjid yang lima kali sehari semalam selalu didatangi jamaahnya untuk menunaikan shalat bersama.
Kegiatan di masjid, yang bekas gereja itu selalu ramai. Ia menjadi pusat kajian Islam dan kegiatan lainnya bagi warga muslim, yang kini angkanya menaik signifikan di Inggris.

Alasan utama pengalihan gereja itu menjadi tempat peribadatan umat Islam, adalah , karena sudah lama tak terpakai dan banyak warga Muslim di sana yang membutuhkan sebuah masjid untuk beribadah. Semua kalangan sudah mengizinkannya. Benar-benar toleransi beragama yang sungguh harmonis.

Dulu kala, bangunan ini adalah sebuah Gereja Katholik dari aliran Mount Zion. Paling terkenal di Clitheroe, kala itu. Bahkan sempat menjadi lukisan masterpiece karya seniman kenamaan, Laurence Stephen Lowry. Judul gambarnya, A Street in Clitheroe — Jalan di Clitheroe.

Namun entah mengapa gereja ditutup selama 14 tahun. Beberapa kali gereja ini berubah fungsi menjadi toko amunisi, pabrik kotak logam dan garmen. Sejak itulah, warga Muslim mengajukan permintaan agar gereja tersebut berubah fungsi sebagai masjid. Dan semua nya mengabul . dan itu terjadi tahun 2006.

Meski sempat ditentang banyak pihak, terutama dari anggota partai sayap kanan, Partai Nasional Inggris, yang terkenal rasis, kala itu, pengajuan warga Muslim di sana akhirnya disetujui.

“Dukungan dari beberapa wilayah sangat baik. Kami mendapat reaksi positif dari kelompok antar-keyakinan. Dan masyarakat atheis juga berada di balik proyek ini,” ujar Ketua Pusat Pendidikan Islam Media di Lancashire, Farouk Hussain, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu, 31 Juli 2013.

Dukungan juga datang dari Kanselir Clitheroe, Jim Shervey. Dia bilang, warga Muslim berhak beribadah di mana pun. Pertentangan sudah berhasil diselesaikan. “Gedung ini dipakai untuk kepentingan positif. Dan jelas lebih baik digunakan daripada kosong tak terpakai,” kata Jim.

Kini 7 tahun telah berlalu. Proses konversi gedung tersebut sudah menginjak tahap akhir. Tinggal dipasang pemanas, lampu, dekorasi dalam, pintu dan jendela. Dana pun masih dikumpulkan.

Berlainan dengan kota Clitheroe yang menyerahkan seluruh gereja menjadi masjid, di Aberdeen, Skotlandia, Inggris. Gereja Episkopal St John yang kuno dan megah memberikan ruangnya untuk Masjid Syed Shah Mustafa Jame yang berada di sebelahnya.

Saat cuaca ramah, tak jadi masalah. Namun kala musim dingin yang disertai angin kencang, para jemaah terpaksa beribadah di tengah cuaca membekukan, di atas trotoar yang kasar.

Melihat kondisi tersebut, Gereja St John membuka pintunya lebar-lebar bagi umat muslim yang ingin menunaikan ibadah salat. Lima kali dalam sehari. Dan terutama saat Salat Jumat.

Komentar