Tesis Stephen Hawking Kini Ada di Internet

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:58 WIB

Dibaca: 1 kali

Stephen Hawking.

Anda ingat nama itu.

Ya. Stephen Hawking adalah seorang ilmuwan yang hidup dari kursi roda dalam keadaan lumpuh.

Lantas?

Kini, menurut “daily mail,” Anda bisa membaca semua tesis dan hasil penelitiannya lewat online.

Lebih dari lima puluh  tahun yang lalu, Stephen Hawking menulis tesis doktoralnya tentang bagaimana alam semesta berkembang.

Pada Senin pagi kemarinpenelitian tersebut tersedia secara online, bagi siapa saja yang ingin membacanya.

“Dengan membuat tesis PhD Open Access, saya berharap bisa menginspirasi orang-orang di seluruh dunia untuk melihat bintang-bintang dan tidak berada di bawah kaki mereka; untuk bertanya-tanya tentang tempat kita di alam semesta dan untuk mencoba dan memahami kosmos,” kata Hawking dalam sebuah pernyataan, dikutip Mashable.

“Siapa pun, di manapun di dunia ini telah memiliki akses bebas dan tidak terhalang untuk tidak hanya penelitian saya, namun juga untuk meneliti setiap pemikiran besar dan penuh pemikiran di seluruh spektrum pemahaman manusia,” katanya.

Tesis Hawking, berjudul Properties of expanding universe adalah item yang paling banyak diminta di gudang akses terbuka Universitas Cambridge.

Dalam beberapa bulan terakhir, ratusan pembaca telah mengajukan permintaan untuk mendownload keseluruhan skripsi.

Akhirnya, Hawking memberikan izin untuk menjadikan dokumen tersebut tersedia.

Pejabat Cambridge berharap keputusannya mendorong siswa saat ini untuk memberikan akses publik yang sama terhadap pekerjaan mereka dan mendorong mantan akademisi untuk melakukan hal yang sama.

Universitas tersebut telah menjadi rumah bagi sembilan puluh delapan penerima Hadiah Nobel.

Perpustakaan Universitas Cambridge yang menyimpan makalah fisik ilmuwan seperti Isaac Newton dan Charles Darwin dan telah membuat data penelitian mereka tersedia secara online.

Tesis Hawking yang paling banyak diminta di gudang akses terbuka Universitas Cambridge. Dalam beberapa bulan terakhir, ratusan pembaca telah mengajukan permintaan untuk mendownload keseluruhan skripsi.

Akhirnya, Hawking memberikan izin untuk menjadikan dokumen tersebut tersedia.

Fisikawan dunia Stephen Hawking belum lama ini membuat kejutan dengan  meramalkan manusia akan punah dalam seratus0 tahun kedepan.

Hal ini diungkapkan dalam dokumenter BBC belum lama ini

Ilmuan ini memperingatkan Bumi akan hancur dan umat manusia mesti segera pindah ke planet baru.

Pernyataan itu sekaligus meralat pernyataan sebelumnya jika manusia bisa bertahan di Bumi hingga seribu tahun ke depan.

“Kita harus melanjutkan eksplorasi menuju planet baru demi masa depan kemanusiaan,” ujar Hawking dikutip dari situs Washington Post.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat Bumi semakin tak berdaya. Yakni perubahan iklim, serangan asteroid, penyakit epidemi, dan overpopulasi.

Selain itu Hawking juga mengingatkan tentang akan adatngnya serbuan alien.

Manusia harus waspada terhadap usaha untuk berkomunikasi dengan alien.

Ahli astrofisika ini memperingatkan bahwa alien mungkin lebih cerdas dari yang dibayangkan. Menurut dia, Alien bisa menjadi perampok yang menjarah sumber daya dari planet subur di galaksi, menaklukkan dan menjajah sesuka hati.

Dalam film dokumenternya, Hawking mengatakan tentang dunia asing yang berpotensi dihuni, Gliese 832c:

“Suatu hari, kita mungkin menerima sinyal dari planet seperti ini. Stephen Hawking sekali lagi memperingatkan bahwa kita harus waspada terhadap usaha untuk berkomunikasi dengan peradaban alien.

Ahli astrofisika memperingatkan bahwa alien cerdas mungkin perampok yang menjarah sumber daya dari planet subur mengelilingi galaksi, menaklukkan dan menjajah sesuka hati.

Dia mengulangi kekhawatiran ini dalam sebuah film dokumenter baru, Tempat Favorit Stephen Hawking

Hawking mengatakan tentang dunia asing yang berpotensi dihuni, Gliese 832c, seperti dikutip dari Indy.com;

“Suatu hari, kita mungkin menerima sinyal dari planet seperti ini. Tapi kita harus waspada untuk menjawabnya kembali. Bertemu dengan peradaban maju bisa seperti penduduk asli Amerika yang menghadapi Columbus. Itu tidak berjalan dengan baik,” kata dia.

“Sebaiknya tunjukkan bahwa Bumi sangat bising, kita telah mengirimkan sinyal radio dan TV ke luar angkasa selama ratusan tahun yang lalu.”

Beberapa astronom percaya bahwa setiap peradaban asing yang cukup maju melakukan perjalanan melalui ruang angkasa yang cukup cepat untuk menyerang bumi.

Meski demikian, ada juga paradoks fermi yang menunjukkan bahwa tidak ada mahkluk di luar angkasa. “Tapi kita harus waspada untuk menjawabnya kembali,” tambahnya.

Komentar