Zaha Hadid Jadi Google Doodle Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Rabu, 31 Mei 2017 | 14:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Mesin pencari Google hari ini, Rabu, memberi penghormatan bagi Zaha Adid dengan menghiasi  doodle yang memperlihatkan perempuan itu berada di samping bangunan dengan cita rasa arsitektur kelas atas.

Ilustrasi  Zaha Hadid, yang  merupakan arsitek Britania kelahiran Irak menjadi spesial.

Lantas apa spesialnya sehingga Zaha Hadid dijadikan doodle oleh Google?

Zaha Hadid merupakan perempuan sekaligus Muslim pertama yang meraih penghargaan Pritzker, yakni penghargaan paling bergengsi untuk seorang arsitek.

Ia meraihnya di tiga belas tahun silam.

Tak cuma itu penghargaan bergengsi yang ia peroleh. Zaha Hadid  pernah meraih penghargaan Stirling yang bergengsi. Beberapa tahun setelahnya,  ia mendapat Dame Commander of the Order of the British Empire.

Zaha Hadid menjadi perempuan pertama yang diberi penghargaan RIBA Gold Medal.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kerajaan Inggris.

Jika masih hidup, Zaha Hadid genap berusia enam puluh tujuh tahun hari ini.

Namun, ia sudah menutup usia pada Maret tahun lalu lalu.

Salah satu karyanya yang paling ikonik adalah Guangzhou Opera House yang muncul sebagai doodle Google di laman mesin pencari.

The Royal Institute of British Architects atau RIBA telah membenarkan kesalahannya selama dan menebusnya dengan memberikan penghargaan tertingginya, Medali Emas RIBA Royal, kepada  Zaha Hadid.

Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden RIBA, Jane Duncan ketika berpidato dalam seremoni ajang RIBA Award di London, Inggris awal tahun lalu

Zaha menjadi wanita pertama yang memperoleh penghargaan tertinggi dari RIBA tersebut.

“Berbicara sebagai salah satu dari tiga presiden yang pernah memimpin RIBA, merupakan hal luar biasa tahun silam ini dipilih wanita pertama pemenang Royal Gold Medallist,” kata Duncan kepada para tamu saat makan malam penghormatan bagi Zaha.

Terpilihnya Zaha, lanjut Duncan merupakan sebuah realisasi dari usaha keras seorang wanita untuk mencapai puncak tertinggi dalam keprofesian arsitek dunia.

Pemberian penghargaan tertinggi RIBA kepada Zaha diakui Duncan merupakan sebuah keterlambatan yang harusnya bisa dilakukan dari tahun lalu.

Didirikan pada 1848, Medali Emas RIBA Royal merupakan anugerah tahunan yang diberikan atas nama Kerajaan Inggris untuk individu atau kelompok yang karyanya telah berkontribusi baik secara langsung maupun tak langsung bagi kemajuan arsitektur.

Siapa Zaha?

Pendiri Archigram, Peter Cook menggambarkan Zaha sebagai “heroin” dan hasil kerjanya sebagai sesuatu yang istimewa.

“Pekerjaannya meskipun penuh bentuk, gaya, dan perangai tak terbendung, memiliki kualitas yang sebagian dari kita mungkin menyebutnya sebagai mata sempurna. Selama tiga dekade dari sekarang ia telah membuat sesuatu yang berani,” tambahnya.

Sementara arsitek Indonesia, Daliana Suryawinata dalam laman Facebook-nya mengenang Zaha sebagai pahlawannya saat dia mengawali studi arsitektur di bangku kuliah.

“Dia menunjukkan kepada dunia, sangat mungkin bermain dengan arsitektur, memperlakukannya sebagai seni dan obyek serta mendorong ke tingkat pencapaian yang lebih tinggi,” ujar Daliana.

Dia melanjutkan, Zaha adalah tokoh legendaris langka yang karyanya akan terus hidup dan layak dikenang sepanjang masa.

Memori serupa diungkapkan Budi Pradono. Arsitek yang memimpin firma Budi Pradono Architects ini menyimpan foto bareng bersama mendiang.

Budi menganggap Zaha sebagai diva arsitektur. Semangatnya akan tetap hidup dalam seluruh karyanya.

“Dia berjuang melalui caranya sendiri sebagai perempuan arsitek,” imbuh Budi.

Kendati kerap ditahbiskan sebagai diva, ratu, dan juga maestro, bahkan kemampuan fenomenalnya yang disejajarkan dengan Frank Gehry, Zaha tak lepas dari kontroversi.

Dia pernah berseteru secara terbuka dengan para arsitek Jepang terkait rancangan Stadion Nasional Tokyo yang akan dijaddikan sebagai venue utama Olimpiade tiga tahun mendatang mendatang.

Karya Zaha dianggap terlalu besar, rumit, dan mahal serta tidak mencerminkan budaya Jepang.

Atas tuduhan tersebut, terang saja Zaha berang dan balik menuding para arsitek Jepang sebagai sekumpulan orang munafik.

Zaha merasa diperlakukan tidak adil mengingat dirinya merupakan pemenang kompetisi desain stadion tersebut yang diselenggarakan dua tahun silam.

“Sayangnya pemerintah Jepang dan beberapa orang dari profesi yang sama dengan saya dari Jepang telah berkolusi untuk menutup pintu proyek pembangunan stadion dari mata dunia,” kata Hadid.

Seperti diketahui, Dewan Olahraga Jepang telah mengumumkan desain Kengo Kuma akan digunakan untuk membangun Stadion Nasional Tokyo.

Tak hanya sekali karya Zaha mengundang kontroversi. Sebelumnya, rancangan Stadion Piala Dunia Qatar  dinilai tak lebih sebagai “vagina” dalam bentuk berbeda.

Menurut Zaha, penilaian tersebut tidak masuk akal, bahkan mendiskreditkan jender tertentu.

“Benar-benar memalukan bahwa mereka bisa muncul dengan omong kosong seperti ini. Apa yang mereka katakan? Segalanya dengan lubang adalah vagina? Benar-benar bodoh,” ungkapnya.

Zaha menambahkan bahwa komentar seperti ini tampaknya tidak akan muncul jika arsitek yang merancangnya bukan dia, melainkan seorang laki-laki.

“Jujur saja, tidak akan muncul komentar ini jika seorang laki-laki yang melaksanakan proyek ini….” Sayangnya, Zaha tidak menyelesaikan kalimat tersebut.

Dalam jagat maya, komentar mengenai karya Zaha ini memang berhamburan

Komentar