Windows XP Ternyata Nggak Pernah Mati

Penulis: Darmansyah

Minggu, 28 Juni 2015 | 15:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Windows XP telah mati? Jangan dulu percaya dengan pertanyaan besar itu. Walau pun telah lebih dari setahun “dimatikan,” sejak April 2014 lalu, Windows XP ternyata masih punya penggemar sejati.

Sebut saja salah satu penggemar sejatinya angkatan laut Amerika Serikat.

Militer yang sangat prestise di dunia ini rela merogoh kocek hingga sembila juta dolar lebih demi tetap bisa memakai sistem operasi berumur empat belas tahun ini.

Seperti ditulis di laman situs”geek.com,” uang berjumlah besar tersebut dipakai membayar dukungan teknis dari Microsoft, untuk komputer-komputer AL AS yang masih menjalankan si Windows usang itu.

Seluruh dukungan teknis terhadap Windows XP memang telah dihentikan pada April 2014 itu.
Walaupun demikian, Microsoft masih bersedia memberikan dukungan bagi mereka yang bersedia membayar, seperti AL AS di atas.

Selain Windows XP, AL AS juga membayar dukungan teknis untuk sejumlah software tua lain yang masih dipakai, di antaranya Office 2003, Exhcange 2003, dan Windows Server 2003.

Angka yang dibayarkan sepintas mungkin terlihat besar, tapi sebenarnya cuma “uang receh” buat matra laut angkatan bersenjata terkuat di dunia itu.

Dengan masih adanya pemakai sistem operasi lawas ini, berarti secara tidak resmi ia belum “tamat”.

Windows XP ternyata masih memberi pemasukan untuk Microsoft, bahkan jumlahnya mencapai angka jutaan dollar AS.

Bagaimana bisa?

Sebagaimana dilaporkan oleh Business Insider, hal itu terjadi karena Windows XP rupanya masih banyak digunakan oleh kalangan korporat.

Persentasenya mencapai empat puluh empat persen, menurut data dari perusahaan manajemen perangkat Fiberlink.

Nah, kalangan korporat ini rupanya enggan beralih dari Windows XP dan lebih memilih untuk membayar Microsoft agar menyalurkan dukungan teknis secara eksklusif.

Raksasa software itu memang menawarkan “custom support contract” agar pelanggan tetap dapat memperoleh update untuk Windows XP yang dipakai di komputer-komputer kantor.

Namun, berbeda dengan update serupa dalam “masa hidup” Windows XP yang disalurkan secara gratis, dukungan lanjutan dari Microsoft ini mesti dibayar mahal, mencapai dua ratus dollar AS per perangkat untuk tahun pertama. Biaya tahun-tahun berikutnya bahkan lebih mahal lagi.

Seorang profesional TI menerangkan bahwa Microsoft mengutip satu juta dollar AS untuk menyalurkan dukungan bagi lima ribu PC di perusahaannya.

Toh, banyak yang lebih memilih membayar Microsoft ketimbang melakukan upgrade.

Mereka termasuk pemerintah Inggris yang menggelontorkan jutaan dollar AS ke kantong Microsoft untuk support terhadap Windows XP, Office 20013 dan, Exchange 2003 yang dipakai komputer pemerintah di sektor publik.

Pemerintah Belanda juga membayar jutaan Euro untuk dukungan teknis sekitar tiga puluh ribu komputer.

Di Amerika Serikat, dinas pajak Internal Revenue Service juga dilaporkan membayar Microsoft untuk urusan update sekitar lima puluh delapan ribu komputer berbasis Windows XP

Demikian pula dengan bank-bank dari berbagai belahan dunia yang masih memakai Windows XP di mesin-mesin ATM.

Meski mendatangkan uang, hal ini sama sekali bukan kabar baik bagi sistem operasi terbaru Microsoft
Perusahaan-perusahaan yang masih memakai Windows XP perlahan-lahan akan bermigrasi.

Komentar