Vine “Lahir” Kembali dengan Nama Baru

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 November 2018 | 10:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Pendiri Vine, Dom Hofmann memastikan layanan video singkat besutannya akan dihidupkan kembali. Hofmann mengatakan layanannya itu nanti akan berganti nama menjadi Byte.

Hofmann mengatakan layanan ‘reinkarnasi’ Vine itu nantinya akan diluncurkan sekitar Maret hingga Mei  tahun depan.

Lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, Hofmann mengumumkan bahwa Byte nantinya juga tersedia dalam versi desktop. Ia juga sekaligus mengungkap akun resmi Twitter dan Instagram Byte.

Hofmann belum membagikan informasi lebih jauh soal Byte.

Pengembangan Byte sebelumnya hanya dikenal dengan nama proyek v2 yang dikembangkan secara transparan dan disebut didedikasikan bagi pengguna selama enam bulan sejak November tahun lalu.

Kendati demikian, ia sempat menunda kemunculan proyek v2 yang sejatinya diungkap pada Mei tahun ini. Masalah pendanaan dan logistik disebut jadi kendalanya dan alasan di balik penundaan tersebut.

Vine merupakan layanan video singkat berdurasi enam detik yang didriikan pada Juni enam tahun silam

Sebelum dirilis secara resmi, Twitter mengakuisisi Vine

Vine sempat menjadi layanan populer di kalangan pembuat video singkat. Meski akhirnya banyak yang kemudian beralih menggunakan Instagram, Twitch, hingga YouTube.

Sempat diluncurkan secara resmi pada Januari lima tahun  silam, Twitter justru mematikan Vine pada pertengahan Oktober dua tahun lalu

Dom pun menjelaskan bahwa ia membiayai sendiri kelahiran kembali aplikasi tersebut, dan menganggapnya sebagai proyek lain yang tidak akan mengganggu pekerjaannya saat ini.

Cuitan Dom pada akhir November ini menuai berbagai reaksi dari netizen di Twitter seingga diganjar lebih dari 66 ribu retweet dalam waktu tiga jam saja.

Kebanyakan menyambut antusias proyek ini dsehingga menjadikannya sebagai topik yang paling banyak dibahas di Twitter.

Sebelumnya pada Januari lalu aplikasi media sosial asal Amerika ini ditutup oleh Twitter — perusahaan yang mengakuisisinya

Mengutip The Verge, penutupan ini disebabkan ketidakmampuan Vine dalam bersaing dengan platform media sosial lain yang mengeluarkan fitur video singkat yang serupa, seperti Instagram.

Meski usianya terbilang pendek, Vine mampu mengukir prestasi fantastis. Setahun setelah dirilis, Vine masuk jajaran aplikasi gratis terbaik di iOS wilayah Amerika Serikat dan memiliki dua ratus juta pengguna aktif tiga tahun silam.

Dalam surat yang dikirimkan kepada CEO Twitter Jack Dorsey bulan Oktober lalu, CEO PornHub Corey Price menyatakan ketertarikannya untuk membeli Vine.

Ia menegaskan enam detik dengan waktu lebih dari cukup bagi perusahaan penyedia hiburan dewasa berbasis video ini, seperti diberitakan CNet.

Sebelumnya Vine tetap ‘menghidupkan’ kemampuan Vine dalam merekam dan menyimpan video singkat selama enam detik.

Melalui pengumuman yang dirilis pada situs Medium, Twitter menyatakan para pengguna dapat mengunduh Vine Camera, versi terbaru dari jenis aplikasi tersebut, pada awal bulan tahun lalu melalui App Store dan Google Play.

Melansir Engadget, dalam aplikasi versi terbaru ini, Vine Camera tetap dapat merekam video singkat selama enam detik. Namun video tersebut tidak akan bisa diunggah ke situs Vine.

Video singkat itu hanya bisa disimpan di tempat penyimpanan lokal perangat telepon atau langsung diunggah ke Twitter.

Twitter menyatakan, perusahaan sampai saat ini tidak akan menghapus video para pengguna yang telah dipublikasikan di situs Vine.

“Kami menghargai para pengguna, akun Vine Anda, dan akan tetap seperti ini,” tulis Twitter melalui publikasi di situs Medium.

“Anda masih tetap bisa mengakses dan mengunduh video Vine. Kami akan menjaga situsnya tetap online, karena penting untuk menyaksikan video-video hebat yang ada di Vine.”

Selain itu, Twitter juga menyediakan layanan yang akan memudahkan para pembuat video Vine untuk menjalin jaringan baru di Twitter melalui notifikasi “ikuti lewat Twitter” yang akan dipasang Vine.

Vine sendiri dirilis pada Januari lima tahun silam, yang notabene sudah menjadi milik Twitter sejak awal ia dinikmati oleh pengguna di seluruh dunia.

Komentar