Tahu Sensor Apa Yang Ada di Smartphone?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 Desember 2015 | 09:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda menggunakan smartphone? Anda tahu banyaknya teknologi yang dibenamkan pada perangkat berbasis Android itu?

Dan apakah Anda juga tahu fungsi dari teknologi yang disematkan pada perangkat yang Anda gunakan?
Tentu, tisak semua pengguna tahu.

Apalagi menyangkut teknologi sensor.

Nah, sedikitnya Anda agaknya perlu tahu teknologi sensor di Android ini.

Paling tidak secara umum.

Sensor di smartphone biasanya dibagi menjadi tiga kategori yaitu motion, environmental, dan position.

Dari masing-masing kategori tersebut dibagi lagi menjadi beberapa jenis sensor yang disesuaikan dengan peruntukkannya.

Semakin banyak teknologi sensor yang dibenamkan, makin mahal harga perangkat tersebut.

Tidak heran jika smartphone kelas premium menyertakan sensor yang lebih lengkap dibanding kelas entry level.

Bahkan ada beberapa sensor yang hanya ada pada smartphone premium. Sebagai contoh, sensor Fingerprint atau Face Detector. Jenis sensor sendiri selalu terus bertambah seiring dengan perkembangan teknologi

Dengan kecanggihannya ini maka ponsel zaman sekarang disebut sebagai smartphone atau ponsel pintar.

Disebut smartphone karena memiliki berbagai macam sensor yang menjadikan sebuah ponsel memiliki banyak fitur.

Tentu saja perangkat Android itu banyak sekali sensor-sensornya yang fungsinya bermacam-macam pula.
Tak semua sensor dipasang di perangkat Android low end atau versi murah.

Biasanya, sensor lengkap itu di pasang di perangkat Android keluaran terbaru yang high end atau versi mahal. Berikut macam-macam sensor yang dibenamkan pada Android.

Laman situs “phone arena,” hari ini, Rabu, 23 Desember 2015, kembali mengungkit ingatan orang tentang salah satu sensor yang paling umum digunakan, yakni akselerometer.

Sensor ini digunakan untuk mendeteksi orientasi perangkat.

Contoh riil penggunaan akselerometer adalah ketika Anda mengubah modus layar, dari tegak ke mendatar , atau ketika Anda memainkan permainan balapan yang dikemudikan dengan cara memiringkan perangkat Anda

Selain itu masih ada sensor giroskop yang merupakan sensor yang dapat memberikan informasi orientasi dari sebuah perangkat, mirip dengan akselerometer, tapi dengan lebih presisi, yang berdasarkan pada prinsip momentum sudut.

Bedanya, akselerometer dipengaruhi gravitasi, sedangkan giroskop tidak. Bukan hanya itu, giroskop juga menambahkan dimensi tambahan untuk informasi yang diberikan oleh akselerometer dengan melacak rotasi atau perputaran perangkat.

Sensor berikutnya yang juga cukup banyak ditemukan di smartphone adalah magnetometer.
Dari namanya, bisa ditebak bahwa sensor ini mampu mendeteksi medan magnet.

Magnetometer merupakan salah satu sensor yang digunakan aplikasi kompas di smartphone untuk mengarah pada kutub utara bumi.

Aplikasi yang dibuat untuk mendeteksi logam juga menggunakan sensor ini.

Beberapa dari kita juga ingat bahwa Samsung Galaxy S4 ‘menyombongkan diri’ dengan termometer untuk mengukur suhu lingkungan.

Namun, kali ini termometer ada di banyak smartphone, dan beberapa di antaranya bahkan mungkin memiliki lebih dari satu termometer.

Perbedaannya, ada termometer yang digunakan untuk memantau suhu di dalam perangkat dan baterai. Jika komponen terdeteksi akan terlalu panas (overheat), sistem akan mati dengan sendirinya untuk mencegah terjadinya kerusakan.

Samsung Galaxy S4 memelopori penggunaan sensor kelembapan udara di smartphone.

Data yang diberikan oleh sensor ini digunakan dalam aplikasi S Health untuk memberi tahu apakah pengguna berada di suhu udara dan kelembapan udara yang optimal atau tidak.

Pedometer merupakan sensor yang digunakan untuk menghitung jumlah langkah pengguna.

Data tersebut memang biasanya juga dapat diperoleh oleh akselerometer, tetapi sebuah pedometer khusus jauh lebih akurat dan hemat daya. Google Nexus 5 adalah di antara beberapa smartphone yang memiliki pedometer secara utuh.

Tak lengkap rasanya jika kita tidak menyebutkan sensor denyut jantung, seperti yang ada pada Galaxy S5.

Sensor ini digunakan untuk mengukur denyut nadi seseorang, dengan cara mendeteksi denyutan per menit dari pembuluh darah di dalam jari seseorang.

Tidak lupa, saat ini sudah cukup banyak smartphone yang dibekali oleh sensor sidik jari, seperti iPhone 5s, Samsung Galaxy S5, HTC One Max, dan Sony Xperia Z5.

Sensor sidik jari paling sering digunakan sebagai lapisan keamanan tambahan, antara lain mengganti kata sandi untuk membuka atau mengunci layar.

Sensor ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi radiasi berbahaya. Smartphone yang sudah mengusung sensor tersebut adalah Sharp Pantone 5, yang hanya hanya dirilis di Jepang.

Komentar