Skype Kini Memberi Keamanan Ekstra

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 Januari 2016 | 10:28 WIB

Dibaca: 2 kali

Skype dalam rilis terbarunya, Rabu, 27 Januari 2016, telah meningkatkan keamanan bagi pengguna, khususnya di komunitas game lewat menyembunyikan alamat protokol internet atau “IP Address” secara default.

Layanan chatting milik Microsoft itu mampu menyembunyikan IP Address pengguna dengan pengaturan ini secara default di versi terbaru dari desktop dan aplikasi mobile.

“Langkah ini akan membantu mencegah orang untuk mendapatkan Skype ID dan masuk ke IP Address,” kata tim Skype dalam tulisan di blog resminya, yang dikutip dari PC Mag, Rabu, 27 Januari 2016.

Sebelumnya, para peneliti dari Polytechnic Institute of New York University telah memperingatkan adanya kemungkinan untuk memanfaatkan layanan seperti Skype untuk melacak keberadaan seseorang.

“Secara khusus, jika Alice tahu VoIP ID dari Bob, ia dapat melakukan panggilan dengan Bob dan mendapatkan IP Address Bob saat ini hanya dengan mengendus datagram yang masuk ke komputernya,” terang para peneliti.

Tahun berikutnya, pengguna Pastebin mengeposkan sebuah petunjuk tentang cara untuk mengeksploitasi sebuah celah dalam jaringan Skype untuk menentukan IP Address pengguna lain.

Saat itu, Skype menyebut masalah ini sebagai ‘masalah besar yang dihadapi oleh semua perusahaan perangkat lunak peer-to-peer’.

Kemudian sekarang, dengan cara menyembunyikan IP Address secara default, Skype seharusnya tidak lagi dirundung masalah semacam itu.

Selain itu Skype juga telah merilis fitur terbarunya dan orang yang tidak memiliki akun dapat berkomunikasi melalui aplikasi ini.

Dikutip dari laman Ubergizmo, untuk dapat melakukannya, pengguna Skype cukup membagi tautan unik kepada orang yang dituju melalui Twitter, Facebook, email, atau WhatsApp di aplikasi Skype versi Web.

Nantinya, penerima tautan tersebut dapat membukanya langsung menggunakan Skype versi Web ataupun Skype for Windows dan Mac.

Penerima pesan diharapkan menuliskan nama terlebih dahulu sebelum memulai percakapan.

“Salah satu tujuan awal Skype adalah membuat semua orang saling untuk dapat saling berbicara secara gratis. “

“Seiring berjalannya waktu, tujuan tersebut masih tidak berubah dan sekarang ditambah upaya agar semua orang lebih mudah dalam menggunakan Skype,” ungkap Tim Skype dalam laman blognya.

Fitur terbaru Skype ini dapat digunakan untuk percakapan pribadi ataupun mengundang orang banyak untuk membentuk grup chat.

Semua mode percakapan dapat dilakukan lewat fitur ini termasuk chatting biasa, panggilan suara dan panggilan video.

Namun, untuk sementara fitur ini baru bisa dinikmati untuk pengguna di wilayah Amerika Serikat dan Inggris.

Sebagai tambahan, jika pengguna yang telah memiliki akun Skype dan memiliki aplikasi Skype di smartphone, dapat pula menggunakan fitur ini lewat Skype untuk iPhone, iPad, dan Android.

Pun demikian, tim Skype memastikan bahwa dalam beberapa minggu ke depan fitur ini akan digulirkan secara bertahap ke negara-negara lain sekaligus menambahkan kemampuan untuk memulai percakapan dan berbagi tautan dari perangkat mobile.

Langkah lainnya dari Skype adalah memperkenal Skype Translator yang merupakan aplikasi tersendiri untuk Windows 8.

Dikutip dari laman The Verge, Skype Translator memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan langsung percakapan yang dilakukan lewat video call.

Fitur baru ini sudah mendukung enam bahasa sekaligus, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Mandarin, serta Spanyol.

“Mimpi untuk mendobrak hambatan bahasa dan membawa semua orang di seluruh dunia lebih dekat merupakan hal yang sejak lama diimpikan di Skype,” ungkap tim Skype dari Microsoft.

“Peneliti, insinyur, serta banyak pihak dari Microsoft telah bekerja keras untuk dapat mewujudkan mimpi ini jadi kenyataan dan Microsoft terus berusaha untuk menghadirkan teknologi ini di lebih banyak perangkat,” pungkasnya.

Microsoft berencana menghadirkan pembaruan fitur ini untuk Skype for Windows dalam beberapa minggu ke depan.
Nantinya, pengguna dapat mengaktifkan fitur ini untuk panggilan video dan audio.

Komentar