Siapa Bilang Yahoo Messenger Tutup

Penulis: Darmansyah

Kamis, 16 Juni 2016 | 15:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Bohong.

Layanan Yahoo Messenger tidak akan pensiun atau berhenti.

Lantas siapa yang menghembus Yahoo Mesengger akan tutup buku?

Berita mengejutkan datang dari Yahoo  itu dihembuskan media  waktu lalu.

Isinya, aplikasi Yahoo Messenger  untuk desktop, yang sudah menemani netizen selama delapan belas  tahun, akan dihentikan layanannya mulai 5 Agustus 2016 mendatang.

Sebenarnya berita itu tidak bohong seratus persen.

Ia datang dari hasil konfirmasi Chief Architect Yahoo, Amotz Maimon, akhir pekan lalu.

Isinya,  “Kami tak akan lagi mendukung platform lama mulai Agustus 2016.”

Apakah itu artinya layanan Yahoo Messenger akan benar-benar berhenti?

Ternyata tidak.

Pada sejumlah pemberitaan, Yahoo Mesengger disebut bakal “pensiun” selamanya.

Padahal, Maimon menegaskan, Yahoo Messenger belum akan “pensiun”.

Layanan chat lawas ini hanya berpindah ke layanan baru dengan nama yang sama.

Yahoo Messenger baru tersebut masih bisa diandalkan untuk bertukar pesan.

Bahkan, layanan tersebut memiliki beberapa tambahan fitur dan juga tampilan baru.

Salah satu fitur barunya disebut sebagai “unsend”.

Menggunakan fitur tersebut, pengguna bisa membatalkan pesan yang terlanjur dikirim.

Yahoo Messenger versi baru tersebut bisa diakses melalui browser dengan mengunjungi alamat messenger.yahoo.com atau membuka chatting langsung dari dalam Yahoo Mail.

Aplikasi Yahoo Messenger juga bisa didapatkan dan diunduh melalui toko aplikasi Android dan iOS.

Bagaimana dengan versi desktop?

Yahoo menariknya tidak melupakan versi yang satu ini.

Meski akan menghapus versi lawas, Yahoo bakal menghadirkan Yahoo Messenger baru versi desktop.

Artinya, dengan penghentian aplikasi Yahoo Messenger versi lawas, Yahoo ingin “memaksa” pengguna setia layanan tersebut untuk berpaling ke versi baru.

“Kami akan berfokus pada Messenger yang baru untuk memberikan pengalaman terbaik ke pengguna,” tulis Maimon.

Hanya saja, saat ini aplikasi desktop Yahoo Messenger baru masih dikerjakan dan belum dirilis.

“Tidak hari ini, tetapi kami sedang mengerjakan untuk membawa aplikasi desktop Yahoo Messenger baru untuk Windows dan Mac,” tulis Yahoo.

Jadi, jangan ucapkan selamat tinggal dulu kepada Yahoo Messenger. Pasalnya, ia masih tersedia setidaknya untuk saat ini.

Belum lama ini bisnis Internet Yahoo  sempat dilirik oleh peminat baru, yakni Twitter.

Manajemen dua perusahaan yang sama-sama sedang “susah” karena keadaan finansial masing-masing itu disebut telah mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan merger beberapa minggu lalu.

“Twitter adalah sumber berita instan, sementara situs Yahoo punya banyak pengunjung. Ide ini mungkin tak segila kedengarannya,” kata seorang sumber anonym

Namun, lanjut sang sumber, pertemuan ini tak membuahkan kesepakatan karena Twitter kemudian membatalkan niatannya.

Penyedia layanan microblogging tersebut disinyalir hanya ingin mencari informasi dari Yahoo dan tak benar-benar serius ingin meminangnya.

Bahkan CEO Twitter Jack Dorsey pun konon tidak hadir dalam pertemuan antara kedua pihak.

Twitter dan Yahoo sama-sama sedang dibelit kesulitan finansial. Laporan keuangan Twitter untuk kuartal pertama tahun ini menyebutkan perusahaan itu masih terus merugi.

Angka pendapatannya tak kunjung menutup biaya operasional.

Akan halnya Yahoo, pendapatannya turun hingga delapan belas persen, juga pada kuartal pertama.

Karena itulah perusahaan yang pernah berjaya di era awal booming internet ini memutuskan untuk melelang bisnis-bisnis utamanya.

Sejumlah perusahaan kabarnya telah mengajukan tawaran, termasuk Microsoft, Verizon, AT&T, hingga orang terkaya ketiga di dunia, Warren Buffet

Besarnya nilai tawaran yang diajukan para peserta lelang untuk bisnis Yahoo disebut mencapai kisaran empat miliar dollar AS.

 

Komentar