Pesan Snapchat Bisa Dilihat “Selamanya”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 Mei 2017 | 14:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Pesan alias “Snap” dalam aplikasi ephemeral messaging Snapchat tampil beda dalam sebuah update aplikasi terbaru yang dirilis hari ini, Jumat, 12 Mei, yaitu tidak lagi  menghilangkan “selamanya”

“Tiap Snap pun kini bisa dilihat selamanya,”. Tulis “bussines insider,” hari ini Jumat.

Selama ini “snap” hanya  bisa dilihat selama sepuluh detik sebelum otomatis terhapus.

Itu pula yang menjadi ciri khas dan pembeda Snapchat dari aplikasi messaging lain.

“Kita semua merasa frustrasi karena tidak bisa sepenuhnya menikmati sebuah Snap,” tulis Snapchat dalam sebuah posting pengumuman.

“Kami ingin memberi Anda opsi agar penerima Snap bisa melihatnya selama yang mereka suka,” imbuh Snapchat

“Selamanya” di sini dalam artian sebelum si penerima keluar dari thread percakapan.

Begitu Snap ditutup, pesan itu akan terhapus secara otomatis seperti biasa.

Di masa-masa awalnya dulu, Snapchat mendapat reputasi sebagai aplikasi populer untuk “sexting” lantaran obrolan dan gambar bisa terhapus secara otomatis

Seiring perjalanannya Snapchat memperkenalkan format baru bernama Stories berupa unggahan foto dan video yang bertahan selama dua puluh empat  jam sebelum dihapus.

Fitur yang satu ini banyak ditiru oleh aplikasi-aplikasi kepunyaan Facebook, termasuk WhatsApp dan Instagram.

Selain memperpanjang waktu penayangan Snap hingga tanpa batas, Snapchat juga memperkenalkan sejumlah tool baru seperti kemampuan menggambar dengan emoji dan sebuah “magic eraser”.

Awal tahun ini, Snapchat merilis beragam filter untuk menambah pengalaman pengguna membagi foto dan video.

Salah satu yang paling populer adalah face swap.

Filter tersebut memungkinkan pengguna “menukar wajah” secara real time dengan teman yang berada di samping, yang sama-sama tertangkap kamera smartphone.

Kini, Snapchat merilis filter termutakhir sebagai kelanjutan face swap. Tak melulu real time, pengguna bisa “menukar wajah” dengan foto wajah teman yang tersimpan di galeri smartphone.

Untuk mengakses fitur ini, pastikan aplikasi Snapchat

Jika belum, pengguna harus memperbarui aplikasi di Apple App Store atau Google Play Store terlebih dahulu.

Langkah berikutnya adalah membuka aplikasi seperti biasa. Tekan layar dalam waktu lama saat mode selfie untuk memunculkan beragam filter.

Filter teranyar akan muncul di deretan paling belakang.

Saat memilih filter tersebut, Snapchat akan memunculkan semua foto yang tersimpan di galeri.

Tepatnya, hanya foto-foto wajah yang menjadi opsi. Foto-foto pemandangan atau benda lain tak akan muncul.

Pengguna bebas memilih ingin menempel wajahnya dengan foto yang mana. Bisa dengan foto teman, pacar, orang tua, atau artis terkenal sekali pun.

Setelah menentukan pilihan, pengguna bisa menekan soft button filter satu kali untuk menjepret foto. Jika ingin merekam video, tekan soft button lebih lama.

Layanan berbagi foto dan video Snapchat dianggap unggul melindungi data pengguna

Pengguna pun merasa aman membagi konten-konten yang bersifat pribadi, seperti foto tanpa busana.

Nicole Poltash, melalui jurnal ilmiahnya berjudul “Snapchat and Sexting”, membahas secara kualitatif peran Snapchat dalam merevolusi tindakan seksual penggunanya.

Menurutnya, saling tukar konten “dewasa” lewat Snapchat dijadikan keseruan baru di ranah maya. Umumnya dilakukan antara dua orang yang memadu kasih.

Mereka lupa bahwa Snapchat punya fitur pemindai gambar untuk menyimpan konten ke galeri smartphone.

Masih untung jika pacar yang memindai gambar hanya menikmati konten intim untuk diri sendiri. Bagaimana jika kemudian jalinan asmara kandas dan mantan pacar berbuat iseng?

Nyatanya, banyak foto “dewasa” dari Snapchat yang tersebar luas.

Di Google, hasil pencarian untuk kata kunci “Snapchat Revenge Porn” dan “Snapchat Adult” menunjukkan foto-foto dewasa yang berasal dari layanan berlogo hantu.

Drama lain penggunaan Snapchat berkaitan dengan isu perselingkuhan. Diketahui, Snapchat memiliki fitur chatting yang juga tak tahan lama.

Setelah pengguna melihat pesan yang masuk dan menutup pesan tersebut, pesan akan otomatis hilang.

Dengan ini, tak akan ada bukti perselingkuhan jika pengguna memang berniat selingkuh. Pasalnya, semua pertukaran komunikasi lewat Snapchat tak memiliki rekam jejak.

Milly Austin, melalui artikel pada blognya, menceritakan bahwa Snapchat bisa membuatnya ragu pada sang kekasih, pun sebaliknya. Akhirnya, ia pun memutuskan menghapus aplikasi tersebut dan memilih hidup tentram tanpa kecurigaan.

Dari sini, penggunaan Snapchat yang awalnya untuk seru-seruan bisa berekspansi ke ranah lain. Dari pertukaran konten “dewasa”, selingkuh aman, hingga membuka bisnis pornografi.

Februari lalu, Business Insider melaporkan, Snapchat mulai dimanfaatkan para bintang porno untuk menjual video dewasa

Transaksi dilakukan melalui Snapcash, fitur pembayaran online yang dirilis Snapchat pada November lalu.

Fitur ini turut memudahkan jual-beli antara penyedia konten porno dan penikmatnya. Di Indonesia, fitur Snapcash belum tersedia.

Reporter New York Times Nick Bilton lebih mendalam menelusuri praktik jual beli konten porno via Snapchat yang marak di Amerika Serikat.

Adapun konten berupa video hubungan intim bisa dihargai hingga dua digit dollar AS.

Konten porno yang dijual tak hanya memperlihatkan perempuan, namun juga lelaki. Penikmatnya pun beragam. Mulai dari remaja, dewasa, hingga orang tua.

Menanggapi isu ini, Snapchat telah mengeluarkan peringatan tegas. Distribusi konten porno disebut bertentangan dengan tujuan dan nilai-nilai perusahaan.

“Jangan gunakan Snapchat untuk hal-hal melanggar hukum. Jika Anda di bawah delapan belas tahun, pastikan aktivitas membidik gambar dengan baju terpasang!” kata perwakilan perusahaan.

Menurut laporan Bilton, dalam sepekan, Snapchat telah menghapus dua puluh delapan akun yang terdeteksi menyediakan penjualan konten porno.

Komentar