“Peace” Kata Kunci Google dan Microsoft

Penulis: Darmansyah

Selasa, 26 April 2016 | 09:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Perseteruan antara dua raksasa teknologi, Microsoft dengan Google, sejak Senin kemarin, 25 April 2016, benar-benar berakhir dengan disepakatinya menarik semua keluhan atas peraturan satu sama lain yang dibuat perusahaan.

“Microsoft telah setuju menarik keluhan peraturan terhadap Google yang mencerminkan prioritas hukum yang mengubah kami. Kami akan terus bersaing dalam bisnis dan pelanggan,” kata seorang juru bicara Microsoft seperti dikutip Reuters,  Selasa, 26 April 2016..

Dalam pernyataan terpisah, Google mengatakan perusahaan ingin bersaing berdasarkan produk dan manfaat mereka, bukan dalam “proses hukum.”

Perusahaan pada bulan September lalu sepakat untuk mengubur semua litigasi pelanggaran paten satu sama lain, atas delapan belas kasus di Amerika Serikat dan Jerman.

“Setelah kesepakatan paten kami, sekarang kami telah setuju untuk menarik keluhan peraturan satu sama lain,” kata Google.

Microsoft sebelumnya melaporkan ke regulator Amerika Serikat bahwa perusahaan Google memanfaatkan sistem operasi Android untuk memenangkan iklan online.

Komisi Eropa tahun lalu juga sempat menuduh Google mendistorsi hasil pencarian di Internet, lalu merugikan konsumen maupun pesaingnya.

Kedua raksasa teknologi itu akan mencabut segala tuntutan hukum yang hingga kini masih diproses di pengadilan.

Selain itu, keduanya juga setuju untuk lebih mengedepankan perundingan.

Jika kembali terjadi masalah di masa yang akan datang, keduanya lebih memilih untuk berembuk terlebih dahulu.

Apabila tidak ditemukan jalan keluar, barulah langkah hukum diambil.

Microsoft sudah setuju untuk membatalkan tuntutan hukum terhadap Google.

“Tindakan ini merupakan usaha kami untuk mengubah prioritas hukum yang kami jalani. Kami akan fokus bersaing dari sisi bisnis dan konsumen saja,” kata juru bicara Microsoft seperti ditulis  Recode, Minggu kemarin

Google juga mengeluarkan pernyataan serupa.

Pihak Google menyatakan bakal membatalkan segala tuntutan hukum terhadap Microsoft.

“Perusahaan kami memang bersaing dengan agresif. Tapi kami ingin menjalani persaingan dalam hal pengembangan produk, bukan dalam persoalan tuntutan hukum,” ujar juru bicara raksasa mesin pencari itu.

Sebelumnya, Microsoft dan Google memang dikenal kurang akur. Keduanya sering berhadapan di pengadilan beberapa negara, seperti Uni Eropa, Argentina, Brasil, Kanada, dan India.

Salah satu topik pertikaian di antara keduanya adalah hak paten.

Kedua raksasa teknologi ini memang sudah banyak berubah, terutama saat tampuk kepemimpinan

Microsoft ada di tangan Satya Nadella dan Google di tangan Sundar Pichai.

Hubungan keduanya lebih dekat ketimbang saat Steve Ballmer dan Eric Schmidt memimpin masing-masing perusahaan.

Contohya, di bawah kepemimpinan Nadella, Microsoft mulai banyak membuat dan menghadirkan aplikasi untuk platform Android.

Salah satunya adalah Office.

Komentar