close
Nuga Tekno

NASA Temukan Ada Air di Planet Mars

NASA, Badan antariksa Amerika Serikat, yang baru saja menemukan adanya air asin di permukaan planet Mars, akan menyegerakan merilis untuk membantah spekulasi yang beredar tentang adanya rekayasa yang menyertai temuan itu.

Dalam keterangan terawalnya, NASA menyatakan menemukan air yang mengalir di permukaan planet Mars sebagai penanda adanya kehidupan di planet merah itu.

Badan ini menjanjikan temuan terbuka untuk membahas analisis foto resolusi tinggi dari Mars Reconnaissance Rover.

Dari foto itu, dapat diketahui bahwa garis-garis gelap musiman di permukaan Mars, diprediksi adalah hasil dari kumpulan air asin yang mengalir secara berkala di permukaan planet.

Kandungan garam pada air ini amat penting karena tanpa adanya unsur tersebut, maka air akan membeku di Mars yang diketahui punya suhu dingin menusuk tulang.

Untuk lebih lengkapnya, tiga penulis utama hasil penelitian ini dijadwalkan akan berbicara dalam konferensi pers.

Mars selama ini diketahui memiliki air yang beku di kutub, atmoster yang tipis, dan ada genangan air kecil di permukaan yang muncul ketika malam hari.

Penelitian nampaknya tidak menjelaskan tentang dari mana air itu berasal, tetapi bisa menunjukkan beberapa kemungkinan.

Pertama, air mencair dari permukaan es, air berasal dari atmosfer Mars yang tipits, atau kemungkinan lain.

Sebelum menjanjikan akan memberikan keterangan lengkap mengenai temuannya itu, NASA telah mempublikasi pernyataannya tentang terdapatnya air cair yang mengalir di Planet Mars yang mendorong terobosan potensi kehidupan lain di luar Bumi.

Namun, penelitian yang dilakukan NASA sejauh ini belum membuktikan adanya kehidupan di Mars pada masa lalu atau sekarang.

“Keberadaan air cair, bahkan jika itu air asin yang sangat asin, memberi kemungkinan bahwa jika ada kehidupan di Mars, kita memiliki cara untuk menggambarkan bagaimana bertahan hidup,” kata John Grunsfeld, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains di NASA, seperti dikutip dari CNN.

Kesimpulan penelitian keberadaan air cair di Mars didasarkan atas analisis foto resolusi tinggi dari Mars Reconnaissance Rover yang sengaja dirancang untuk meneliti Mars.

Dari foto itu, dapat diketahui bahwa garis-garis gelap musiman di permukaan Mars, merupakan hasil dari kumpulan air asin yang mengalir secara berkala di permukaan planet.

Garis-garis gelap itu pertama kali ditemukan pada 2011 oleh Lujendra Ojha yang kala itu merupakan mahasiswa sarjana di Universitas Arizona. Sekarang, ia adalah mahasiswa doktoral di Georgia Tech.

Kandungan garam pada air ini amat penting karena tanpa adanya unsur tersebut, maka air akan membeku di planet merah itu yang diketahui punya suhu dingin menusuk tulang.

Masih belum jelas dari mana air cair ini berasal. Teori yang saat ini digunakan antara lain mengatakan air mencair dari permukaan es atau air berasal dari atmosfer Mars yang tipis.

Temuan para peneliti ini disajikan dalam makalah yang terbit pekan ini di European Planetary Science Congress, Perancis.

Ini bukan temuan air pertama di Mars. Planet tersebut selama ini diketahui memiliki air yang beku di kutub, atmoster yang tipis, dan ada genangan air kecil di permukaan yang muncul ketika malam hari.

Menurut peneliti Mary Beth Wilhelm, temuan baru tersebut menunjukkan “kondisi yang lebih layak humi di permukaan Mars dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.”

Kelayakhunian itu tergantung dari seberapa asin air cair dan seberapa dingin kondisi di permukaan Mars.

Direktur Ilmu Planet NASA, Jim Green mengatakan, temuan baru menempatkan NASA pada posisi sempurna untuk mencari kehidupan lain. “Kami belum bisa menjawab pertanyaan, apakah ada kehidupan di luar Bumi?” kata Green.

“Tapi, setelah ada air sebagai elemen penting, kami sekarang memiliki, dan saya pikir, ada kesempatan besar untuk berada di lokasi yang tepat di Mars untuk menyelidiki itu.”

NASA masih harus terjun lebih jauh untuk mengetahui potensi kehidupan di suatu tempat di permukaan Mars.