Mudahnya Mendeteksi Hoaks di WhatsApp

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 Maret 2019 | 10:45 WIB

Dibaca: 0 kali

WhatsApp kembali dilaporkan sedang menguji fitur baru baru.

Kali ini, para pengguna dengan fitur baru tersebut akan bisa mengetahui seberapa banyak sebuah pesan telah diteruskan.

Dilansir Phone Arena, ), fitur baru ini disehari ini, Senin, 25 Maret, langkah  tersebut sebagai salah satu upaya WhatsApp mengatasi spam dan berita hoaks yang banyak disebar melalui layanannya.

Sejumlah fitur yang telah diteruskan dalam jumlah yang cukup banyak, bisa saja spam atau hoaks.

Fitur baru ini sedang diuji, dan akan hadir kepada pengguna

Menurut WABetaInfo, para pengguna nantinya bisa melihat seberapa banyak sebuah pesan yang mereka terima telah diteruskan.

Untuk mendaptakan informasi tersebut, pengguna harus meneruskan pesan yang diterima, kemudian buka info Message, dan datanya akan ada di sana. Sebuah pesan yang telah diteruskan lebih dari lima kali akan memiliki sebuah penanda dengan keterangan, “Frequently Forwarded.”

Untuk saat ini, yang bisa melihat fitur baru tersebut hanya pengguna yang menggunakan versi beta WhatsApp di perangkat Android dan iOS.

WhatsApp seperti kebanyakan perusahaan lain, kerap menguji berbagai fitur baru sebelum dirilis untuk pengguna global. Sebelumnya, perusahaan dilaporkan sedang menguji in-app browser (di dalam aplikasi) dan fitur pencarian gambar.

Dikutip dari GSM Arena, sesuai namanya, in-app browser bisa digunakan untuk membuka laman situs web di dalam aplikasi WhatsApp.

Dengan adanya fitur ini, pengguna tidak lagi harus keluar dari WhatsApp untuk membuka link situs web.

Selain itu, in-app browser juga akan memperingatkan pengguna jika akan membuka laman web yang berbahaya. Menurut WABetaInfo, Facebook atau WhatsApp tidak akan bisa mengakses riwayat pencarian pengguna.

Fitur lain yang sedang diuji adalah pencarian gambar, reverse image search. Pengguna bisa mengunggah gambar yang diterima di kolom chat ke Google, untuk melihat kemungkinan gambar itu sudah muncul di situs web sebelumnya.

Reverse image search di WhatsApp dinilai bisa sangat membantu di negara-negara, seperti India, karena platform tersebut banyak digunakan untuk menyebarkan informasi palsu.

Kedua fitur baru ini dilaporkan muncul di versi baru WhatsApp beta, dan tidak tersedia untuk pengguna. Sejauh ini belum ada informasi mengenai waktu peluncuran kedua fitur tersebut.

WhatsApp seperti kebanyakan perusahaan lain, kerap menguji berbagai fitur baru sebelum dirilis untuk pengguna global.

Kali ini, perusahaan sedang menguji in-app browser (di dalam aplikasi) dan fitur pencarian gambar.

Dikutip dari GSM Arena,  sesuai namanya, in-app browser bisa digunakan untuk membuka laman situs web di dalam aplikasi WhatsApp. Dengan adanya fitur ini, pengguna tidak lagi harus keluar dari WhatsApp untuk membuka link situs web.

Selain itu, in-app browser juga akan memperingatkan pengguna jika akan membuka laman web yang berbahaya. Menurut WABetaInfo, Facebook atau WhatsApp tidak akan bisa mengakss riwayat pencarian pengguna.

Fitur lain yang sedang diuji adalah pencarian gambar, reverse image search.

Pengguna bisa mengunggah gambar yang diterima di kolom chat ke Google, untuk melihat kemungkinan gambar itu sudah muncul di situs web sebelumnya.

Reverse image search di WhatsApp dinilai bisa sangat membantu di negara-negara, seperti India, karena platform tersebut banyak digunakan untuk menyebarkan informasi palsu.

Kedua fitur baru ini dilaporkan muncul di versi baru WhatsApp beta, dan tidak tersedia untuk pengguna. Sejauh ini belum ada informasi mengenai waktu peluncuran kedua fitur tersebut.

Facebook, Instagram, dan WhatsApp, sempat tumbang di sejumlah negara. Namun hal ini tidak dialami semua pengguna, dan terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Menurut situs Down Detector, tumbangnya Facebook dan Instagram  di beberapa negara, mulai Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa, Asia, hingga termasuk Indonesia.

Negara-negara lain termasuk Paraguay, India, Bangladesh, Argentina, dan Brasil, juga mengalaminya.

Facebook selaku pemilik semua layanan, mengakui ketiganya memang tidak bisa diakses. Mereka pun menyampaikan pengumuman dan permintaan maaf lewat Twitter, dan berjanji segera menuntaskan masalah tersebut.

Komentar