Meteorit Meledak di Ural, Suhu Bumi Naik

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Februari 2013 | 15:51 WIB

Dibaca: 2 kali

PENDUDUK di kawasan Pegunungan  Ural di Rusia mengalami kepanikan hebat, Jumat ini ketika sebuah meteor  meledak  dan  pecahannya  menghancurkan kaca-kaca dan melukai warga. Tayangan televise local yang menyiarkan secara langsung ledakan itu di kota Chelyabinks  menggambarkan suasan yang kacau balau dan menyebabkan  macet total  jalanan saat sebuah cahaya yang sangat terang terlihat di langit yang sedang cerah, yang mengakibatkan sebagian warga berlindung di dalam bangunan.

Sumber-sumber dari tim kesehatan setempat menyebut 100 orang mendatangi berbagai rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.Sementara itu Kementerian Masalah Darurat Rusia mengumumkan komunikasi menggunakan telepon genggam untuk sementara tak bisa dilakukan.

“Sebuah meteorit meledak di atas Ural (kawasan pegunungan di Rusia Tengah), sebagian terbakar di atmosfer. Sebagian dari pecahan meteorit itu jatuh ke Bumi, jatuh di berbagai tempat di kawasan Chelyabinks,”  kata pejabat kota di Pegunungan Ural itu.

Beberapa laporan bahkan menyebut sebagian meteorit itu jatuh 80 kilometer dari kota Satki, yang terletak 180 kilometer sebelah barat dari pusat wilayah Ural.

Sekolah-sekolah ditutup di seluruh wilayh itu setelah akibat ledakan meteorit itu membuat suhu di Rusia tengah anjlok hingga -18 derajat Celcius.

Kawasan Chelyabinks adalah kawasan industri di jantung Rusia. Daerah ini dipenuhi pabrik-pabrik yang memuntahkan asap ke udara dan sejumlah fasilitas raksasa lainnya, termasuk sebuah PLTN dan pusat penyimpanan sampah nuklir Mayak.

Juru bicara Perusahaan Energi Nuklir Rusia (Rosatom),  mengatakan ledakan meteorit itu tidak mengganggu opersional kedua instalasi penting itu.

“Semua perusahaan Rosatom yang berpusat di Ural, termasuk kompleks Mayak, tetap bekerja seperti biasa,” ujuar juru bicara yang tak mau disebut namamya seperti dikutip kantor berita Interfax.
Selain membuat kepanikan dan puluhan warga terluka, ledakan meteorit tersebut sejauh ini kemungkinan besar tidak membahayakan. Pemerintah mengatakan tingkat radiasi di kawasan itu juuga tidak berubah.

Meski demikian, pemerintah mengirim 20.000 anggota tim penyelamat untuk membantu korban luka dan mencari warga yang masih membutuhkan bantuan.(Sumber AFP)

Komentar