Indosat Pertimbangkan Klaim Ganti Rugi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 April 2014 | 15:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah menutup diri dan enggan mengakui jaringan operator selulernya ngadat sejak Rabu malam, 02 April 2014, dan masih belum sempurna hingga Kamis tengah hari, perusahaan itu mengakui adanya ketidaknormalan dalam jaringannya.

Mirza Helmi, petinggi operator seluler itu lewat rilisnya, yang juga di peroleh “nuga.co,” membenarkan adanya indikasi teknis dengan anomali trafik flooding traffic di sisi IP MPLS yang menyebabkan kelebihan beban di perangkat milik Indosat.”.

Multiprotocol label switching atau MPLS merupakan cara penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi.

Seperti dikutip “nuga.co” dari Wikipedia, prinsip kerja MPLS adalah “menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya”.

Tim teknis Indosat saat ini sedang melakukan perbaikan, tetapi belum bisa memprediksi kapan jaringannya bakal pulih sepenuhnya. Perusahaan mengklaim saat ini jaringannya berangsur membaik.
Untuk ketidaknyamanan pelanggan dan pemakai, Indosat secara berulang-ulang menyampaikan maaf dan masih memikirkan untuk menerima klaim kerugian.

“Atas nama manajemen Indosat, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini yang mungkin masih dirasakan hingga pagi ini oleh sebagian pelanggan Indosat,” ujar Mirza.

Sebelumnya diberitakan, pada saat layanan Indosat tumbang, firma internet BGPMon melaporkan Indosat telah “membajak” alamat IP prefix perusahaan-perusahaan di AS, salah satunya Apple. “Pembajakan” prefix internet ini diduga akibat kesalahan konfigurasi BGP di router Indosat.

Atas ketidaknyamanan pelayan Indonsat ini i banyak pelanggan yang kecewa lantaran layanan yang dipakainya tumbang cukup lama. Indosat pun menyadari hal ini, namun apakah akan ada kompensasi?

Petinggi Indosat lainnya, Adrian Prasanto, memberitahu bahwa kompensasi kepada para pelanggan akibat gangguan yang terjadi, masih diformulasikan pihak Indosat.

“Kemungkinan itu ada, tapi ini masih dalam taraf diskusi internal,” lanjutnya, Kamis 03 April 2014.

Dikatakan Pras — sapaan akrabnya — jika pun kompensasi itu ada maka bentuknya bisa berbagai macam. Yang paling standar adalah di-inject atau dikirimi pulsa.

“Namun sekali lagi, ini belum kami putuskan. Nanti lihat perkembangannya,” Pras menandaskan.

Jaringan Indosat yang terganggu meliputi aspek teknis, terutama panggilan, SMS dan data – termasuk pelanggan data segmen korporasi berbasis IP/Ethernet Indosat.

Seperti diketahui, masalah teknis ini menimpa panggilan, SMS dan data – termasuk pelanggan data segmen korporasi berbasis IP/Ethernet Indosat.

Indikasi secara teknis telah ditemukan adanya anomali trafik berupa ‘flooding traffic’ di sisi IP MPLS yang menyebabkan kelebihan beban (overload) di perangkat Indosat.

Saat itu, masalah yang timbul terkait konfigurasi jaringan dalam proses modernisasi jaringan teknologi UMTS 900 MHz di wilayah Jabodetabek yang dijalankan oleh Indosat.

Meski beberapa kali tersandung, Indosat tetap tak patah arang. Mereka mengaku bakal terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang semakin berkualitas dan terus memberikan user experience yang semakin baik kepada seluruh pelanggannya.

Masalah teknis yang tengah melanda Indosat lumayan luas. Skalanya mencapai Jabodetabek. Lantas, apa penyebabnya?

“Jadi ada penumpukan trafik yang tidak bisa kita (Indosat-red.) handle. Sehingga akhirnya terjadi gangguan,” lanjutnya.

Tim teknis Indosat saat ini tengah mengebut perbaikan jaringan yang meresahkan pelanggannya tersebut. Sehingga dalam waktu tak lama bisa normal kembali.

“Perbaikan tengah kita kerjakan secara intensif. Diharapkan siang nanti sudah selesai dan berangsur normal,” kata Pras.

Akibat dari masalah teknis ini, pelanggan Indosat untuk wilayah Jabodetabek tidak bisa menggunakan layanan voice atau percakapan, SMS, dan data. Hal ini terjadi sejak semalam.

Komentar