Jangan Salah Cara Hemat Baterei Ponsel

Penulis: Darmansyah

Senin, 18 April 2016 | 09:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda ingin menghemat baterei ponsel?

Lantas membersihkan recent apps alias deretan aplikasi yang sedang dibuka?

Apakah cara menghemat baterai ponsel itu efektifkah?

Jawabannya, sebagaimana dirilis dalam situs “technocrunch,” Senin, 18 April 2016, cara itu ternyata tidak banyak hasilnya

Untuk Anda tahu, recent apps merupakan daftar panjang aplikasi yang bisa diakses melalui tombol menu di ponsel Android.

Aplikasi yang masuk ke dalam daftar tersebut sering kali dianggap masih bekerja.

Padahal sebenarnya, aplikasi di recent apps berada dalam kondisi berhenti dan disimpan dalam memori atau cache ponsel.

Tujuannya agar aplikasi yang pernah dibuka sebelumnya itu bisa dimuat lebih cepat saat dibuka kembali.

Karena itu, menghapus recent apps di ponsel Android justru akan membuat baterai ponsel bekerja lebih keras dan cepat habis.

Baterai pun akan bekerja lebih keras dan cepat habis terlebih jika aplikasi yang dihapus tergolong berat.

Sebab, sistem akan membuka aplikasi dari nol dan membutuhkan lebih banyak tenaga ketimbang menyalakan ulang atau mengakses memori yang disimpan.

Jika ingin menghemat baterai Android, sebaiknya tidak menggunakan metode menghapus recent apps seperti di atas.

Lantas langkah apa yang akan ditempuh?

Nah, “technocrunch,” memberi tip.

Ada dua cara yang bisa dilakukan pemilik ponsel Android.

Perta kgurangi notifikasi dan  kedua atasi pemakaian data.

Cara tersebut, seperti juga disarankan  Cnet,  cenderung lebih efektif untuk mengurangi konsumsi daya baterai.

Untuk mengurangi notifikasi, non-aktifkan aplikasi-aplikasi yang sering mengirimkan notifikasi.

Aplikasi tertentu, seperti media sosial, biasanya memberikan pilihan untuk mengatur agar notifikasi dikirimkan dalam interval waktu lebih lama.

Cara ini bisa membantu menghemat baterai karena mengurangi aktivitas sinkronisasi yang dilakukan di latar belakang sistem (background).

Sementara itu, untuk membatasi pemakaian data, buka panel yang berisi tabel konsumsi data di perangkat Android.

Dari panel tersebut, pengguna bisa melihat aplikasi yang paling banyak memakan data.

Pilih aplikasi tersebut kemudian batasi atau hapus izin pemakaian data di background.

Cara demikian akan melarang aplikasi untuk memakai koneksi internet secara otomatis.

Baterai pun bisa menjadi lebih hemat.

Tentu saja, yang paling efektif adalah membawa power bank, sekaligus menerapkan kedua cara di atas.

Dengan demikian, ponsel bisa digunakan dalam waktu yang lebih lama, dan Anda tetap memiliki cadangan daya saat muatan baterai sudah habis.

Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT), AS, mengungkap bahwa selama ini perangkat Android ternyata mengirim banyak data yang sebenarnya tidak penting.

Koneksi data yang terjadi di background ini juga disinyalir menjadi biang keladi baterai perangkat Android cepat sekali habis.

Para peneliti di MIT menyimpulkan bahwa data yang dikirim dan diterima secara sembunyi-sembunyi oleh sekitar lima ratus aplikasi populer di Android ternyata bukan data penting dan tidak ada hubungannya dengan fungsionalitas.

Sebagai contoh, aplikasi toko Walmart akan berkomunikasi dengan eBay manakala pengguna memindai suatu barcode produk tertentu.

Tidak ada efeknya bagi pengguna jika koneksi antara aplikasi Walmart dan eBay tadi terputus.

Dari 47 aplikasi yang dimodifikasi oleh peneliti MIT untuk membuktikan teorinya, 30 di antaranya berjalan normal. Sementara itu, sisanya hanya mengalami kendala minor, seperti iklan yang tidak muncul.

Namun, seperti ditulis  Engadget,  semua data yang dikirim oleh Android tidak semuanya merugikan, atau kendala tersebut hanya terjadi pada jenis smartphone Android tertentu.

Separuh dari data yang dikirim secara sembunyi-sembunyi itu adalah data terkait analitis, seperti crash dan laporan performa perangkat ke server Android, yang juga terjadi di platform iOS.

Contoh lain, beberapa data juga dibutuhkan agar aplikasi berjalan efektif, seperti menyimpan konten sehingga aplikasi tetap berjalan saat koneksi sedang offline.

Jika banyak pengembang membuat aplikasi mereka sering mengirim data yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan sistem, maka besar kemungkinan data pengguna berisiko tersebar.

 

Baterai yang boros seringkali jadi masalah bagi pengguna ponsel. Namun ternyata ada solusi mudah, cukup hapus aplikasi Facebook dan konsumsi daya baterai ponsel bakal lebih hemat.

Besarnya penghematan itu diperkirakan mencapai dua puluh persen.

Tentu sangat berarti ketika pengguna perlu menjaga ponselnya agar tetap menyala selama mungkin.

The Guardian, juga mengingatkan  aplikasi Facebook di Android ternyata memiliki masalah dalam hal kinerja dan akibatnya jadi menyedot lebih banyak daya.

Hal ini diketahui setelah seorang blogger bernama Russell Holly menghapus aplikasi tersebut dari ponselnya dan menyadari baterai ternyata menjadi lebih hemat.

Selanjutnya, pengguna Android lain dengan akun Reddit pbrandes_eth menguji hal serupa dan merasakan bahwa kinerja ponsel LG G4 miliknya meningkat. Baterai juga menjadi lebih hemat.

Dalam statistik konsumsi daya di Android, aplikasi Facebook tidak terlihat mengonsumsi banyak daya. Tampaknya keborosan energi itu justru terjadi ketika aplikasi aktif di latar belakang.

Bahkan ketika aplikasi tersebut dihapus, layanan Android lain seperti Android System dan Android OS juga ikut-ikutan lebih hemat.

Kedua layanan yang dimaksud berfungsi untuk menghubungkan antara aplikasi yang berjalan di latar belakang dengan dunia luar.

Facebook sendiri sudah menyadari hal ini, dan Chief Product Officer mereka, Chris Cox memerintahkan timnya untuk meninggalkan iPhone dan memakai Android hingga menemukan solusi yang tepat.

Komentar