Jalan Terjal Microsoft di Smartphone

Penulis: Darmansyah

Kamis, 9 Juli 2015 | 18:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Microsoft, raksasa software dunia, menemukan pendakian terjal dalam mencapai ambisinya untuk bermain di tataran atas produk smartphone seusai mengakuisisi unit Nokia, dan kini “menyerah” dengan memberhentikan mantan CEO Nokia Stephen Elop.

Satya Nadella, orang nomor satu di eksukutif Microsoft, memberitahukan bahwa perusahaan telah menfgambil keputusan untuk berhenti memperkerjakan Stephen Elop.

Sebagaimana dilaporkan Wired, selain diusirnya Elop dari Microsoft, Nadella juga mengumumkan kepergian beberapa eksekutif perusahaan piranti lunak itu.

Elop sendiri mulai dipekerjakan Microsoft sebagai kepala Microsoft bagian unit perangkat semenjak perusahaan yang berbasis di Redmond itu mengakuisisi Nokia senilai tujuh miliar dollar pada 2013 lalu.

Keluarnya Elop pun memunculkan spekulasi jika Microsoft sebanarnya telah kehilangan semangat untuk menembus pasaran smartphone dunia yang persaingan yang semakin ketat.

Sebelum keluarnya para eksekutif dari Microsoft, perusahaan yang berbasis di Redmond itu juga telah mengisyaratkan jika mereka akan mengibarkan bendera putih di bisnis smartphone.

Hal itu tercermin dari pernyataan panjang Nadella yang mengungkap jika saat ini Microsoft akan mengalihkan fokus dari penyedia perangkat dan layanan ke sistem komputasi penyimpanan data alias cloud.

“Pada intinya kami, Microsoft adalah perusahaan produktivitas dan platform untuk dunia mobile dan Cloud pertama di dunia,” ujar Nadella pada saat itu.

Tak lama setelah itu, pria kelahiran India itu juga mengumumkan bahwa perusahaan akan melakukan PHK terhadap 18.000 karyawan, yang sebagian besar termasuk anggota tim Nokia. Tak sepenuhnya mengejutkan jika saat ini, Elop pun harus mengucapkan selamat tinggalnya untuk Microsoft.

“Stephen dan saya telah sepakat bahwa sekarang adalah waktu yang tepat baginya untuk pensiun dari Microsoft,” tulis Nadella dalam pernyataan resminya.

Bersamaan dengan dipecatnya Elop, Microsoft juga merilis kebijakan untuk mencari peneliti yang ingin bekerja pada headset augmented-reality, HoloLens.

Disediakan hadiah untuk lima grup peneliti dengan total uang seratus ribu dollar.

Dilansir Theverge, Microsoft ingin para peneliti itu untuk mencari tahu penggunaan HoloLens secara lebih maksimal. Tidak hanya uang, peneliti juga nantinya akan mendapatkan ‘development kits’ dan sepuluh headset HoloLens.

“Kami berharap bahwa peneliti akan membayangkan cara-cara baru menggunakan HoloLens, mulai dari mengajar siswa secara interaktif, menciptakan karya seni, hingga memanipulasi data hologram untuk hubungan-hubungan baru,” kata Jeannette Wing, Microsoft Research VP.

Hadirnya perangkat headset augmented-reality buatan Microsoft dapat dimanfaatkan untuk memvisualisasikan data, membantu orang berkomunikasi, mendukung bidang medis dan desain. Microsoft memiliki ide lain agar HoloLens juga bisa digunakan untuk bidang seni atau artistik.

Selain itu, HoloLens juga dapat digunakan untuk menulis narasi atau jurnalisme interaktif. Meskipun baru sekadar ide, tidak menutup kemungkinan bila HoloLens digunakan untuk bidang-bidang lainnya.

Microsoft akan menerima konsep baru untuk aplikasi HoloLens pada September dan mengumumkan pemenang pada Oktober 2015.

Perusahaan asal Redmond itu akan mencari ide-ide segar dari universitas maupun peneliti non-profit.

SpaceX meluncurkan roket pembawa kapal Kargo untuk persediaan awak astronot di stasiun luar angkasa . Selain dikabarkan membawa kamera khusus untuk memantau hujan meteor, kargo juga mengangkut peralatan Microsoft HoloLens.

Dilansir Arstechnica, misi menyediakan suplai kembali ke ISS atau dinamakan misi CRS-7 melibatkan roket Falcon 9 untuk meluncur ke luar angkasa dari Cape Canaveral pada 28 Juni 2015.

Kargo akan membawa headset HoloLens buatan raksasa software, Microsoft untuk dipakai astrontot di ISS.

HoloLens dikirim ke ISS sebagai bagian dari Project Sidekick. HoloLens akan memberikan penggunanya visualisasi augmented reality dengan tampilan digital. Sebelumnya, Microsoft sudah menguji coba kemampuan HoloLens untuk bermain game Minecraft.

Untuk diketahui, Project Sidekick memungkinkan NASA untuk ‘menyediakan pertolongan virtual’ untuk astronot yang berada di ISS. “Kemampuan baru ini bisa mengurangi kebutuhan pelatihan untuk awak dan meningkatkan efisiensi, di mana astronot dapat bekerja di luar angkasa,” jelas NASA.

NASA juga mengungkap bahwa teknologi ini bisa digunakan untuk pelatihan, mendukung misi jelajah masa depan seperti eksplorasi atau perjalanan ke Mars.

Saat astronot menggunakan HoloLens, ada dua modus operasi yang dapat dipilih. Modus ini antara lain Remote Expert Mode, yang memungkinkan sistem atau kontrol misi melihat apa yang dilihat oleh astronot dan menampilkan penjelasan pada layar hologram.

Ada juga modus Procedure Mode, yang menyediakan ilustrasi hologram animasi. Modus ini memungkinkan astronot untuk berinteraksi dengan sistem, serta membantu penyelesaian tugas mereka di ISS.

Komentar