Ini Bahayanya Lama Main Game Online

Penulis: Darmansyah

Kamis, 1 November 2018 | 13:59 WIB

Dibaca: 1 kali

Bermain game online?

Awas, bias menyebabkan stroke

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa bermain game online sebenarnya tidak memberikan dampak kesehatan secara langsung.

Hanya saja, bisa jadi hal ini memang terjadi jika mereka yang suka memainkan game online ini tidak menerapkan gaya hidup sehat seperti kurang tidur, mengonsumsi makanan tidak sehat, jarang bergerak, dan terkena stres akibat permainan yang menegangkan atau tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Selain itu, jika sampai kita memang memiliki faktor risiko terkena penyakit berbahaya seperti stroke, maka kebiasaan bermain game bisa meningkatkan risikonya.

Datangnya penyakit seperti stroke juga bisa dipengaruhi oleh seberapa lama seseorang telah bermain game dan sejak kapan game ini mulai dimainkan.

Selain itu, riwayat kesehatan seseorang juga bisa memberikan pengaruh besar.

Sebagai contoh, jika kita memiliki riwayat hipertensi atau memang sedang mengalami tekanan darah tinggi, maka bermain game terlalu lama bisa jadi akan memicu reaksi negatif bagi kondisi tekanan darah sehingga menyebabkan datangnya stroke.

Apalagi jika game yang dimainkan memiliki tantangan yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi hormon stres dan denyut jantung.

Melihat adanya fakta ini, penyebab utama dari stroke yang dialami Mhay Mundoc sepertinya adalah hipertensi yang diidapnya.

Meskipun begitu, terlalu lama bermain game yang membuat pembuluh darah dan jantung tertekan juga bisa menjadi penyebabnya.

Meskipun menyenangkan untuk dilakukan, bermain game atau game online memang bisa memberikan kerugian tersendiri bagi kondisi kesehatan.

Banyak orang yang sudah kecanduan hingga akhirnya mengorbankan waktu tidurnya.

Dalam banyak kasus, mereka bahkan sampai lupa makan, menahan buang air kecil dan buang air besar, dan tak lagi mau berolahraga. Padahal berbagai hal ini bisa memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan.

Sesekali bermain game demi menghilangkan stres boleh-boleh saja dilakukan. Pastikan untuk tidak melakukannya terlalu lama agar tubuh dan pikiran bisa benar-benar beristirahat.

Selain itu seperti ditulisi The Telegraph, dokter yang menangani sang bocah adalah Dr. Jo Begent dari University College Hospital, London, Inggris. Dr. Jo berkata bahwa sang bocah telah bermain game lebih dari delapan jam bersama dengan ayahnya.

Awalnya, ia berpikir jika sang bocah mengalami tumor, namun setelah pemeriksaan lebih mendalam, barulah diketahui bahwa penyebabnya adalah adanya kotoran yang menyumbat akibat tidak segera dikeluarkan.

“Sang bocah mengeluhkan rasa nyeri dan tidak mampu buang air. Pengecekan dengan MRI menghasilkan fakta bahwa pembengkakan pada bagian bawah perutnya disebabkan oleh pembengkakan saluran kemih dan usus akibat dari kotoran yang menyumbat,” ucap Dr. Jo.

Akibat dari banyaknya kotoran yang menumpuk, fungsi kandung kemih dan gerakan peristaltik usus untuk buang air besar dalam tubuhnya menghilang.

Hal ini membuat berbagai kotoran terus menumpuk dan memicu rasa sakit yang luar biasa, termasuk urine yang semakin banyak menumpuk di kandung kemihnya.

Beruntung, kondisi sang bocah bisa segera diatasi oleh para dokter. Meskipun harus mengonsumsi beberapa obat-obatan, termasuk obat pencahar, ia kini tak lagi mengeluhkan susah buang air kecil dan buang air besar.

Pastikan untuk segera buang air jika memang tubuh sudah meminta untuk melakukannya, meskipun saat itu kita sedang asyik bermain game agar tidak mengalami nasib seperti yang dialami sang bocah.

Komentar