Google Waze Dituduh Hasil “Curian”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 4 September 2015 | 09:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Aplikasi Waze yang diklaim orisinil milik Google, kini sedang menghadapi tuduhan serius, karena dituding sebagai hasil “curian” dan tuntutannya sedang dip roses di Pengadilan San Fransisco, Amerika serikat.

Pantom Alert, sebuah perusahaan yang bergerak di sector navigasi dan peta digital, menuduh Google telah mencuri produk mereka yang dinamai Waze.

Mereka telah mencuri mencuri data dari kami untuk kemudian mengembangkannya,” tuduh Phantom Alert dalam tuntutannya di pengadilan

PhantomAlert menuding bahwa perusahaan asal Israel, Waze, telah mencuri data mereka sebelum dibeli Google pada dua tahun lalu. Hal ini terlihat dari sejumlah pesan error dan data peta yang sudah ditandai identitas milik PhantomAlert.

“Waze telah menduplikasi basis data PhantomAlert dan memasukannya ke dalam Waze tanpa izin,” kata pengacara PhantomAlert, seperti dikuti dari Cnet, Jumat, 04 September 2015.

Jika tudingan itu benar, maka Waze disinyalir mencuri basis data tersebut dengan tujuan menaikkan harga jual ke Google. Sebagai catatan bahwa saat itu Waze dibeli senilai satu miliar dollar, angka yang sangat fantastis untuk sebuah aplikasi.

Google masih bungkam atas kasus ini. Namun Yosef Seyoum, CEO PhantomAlert, bersikeras bahwa Google harus bertanggung jawab atas kesalahan Waze.

“Saat saya melihat peta mereka, saya melihat hal yang tidak lazim. Bagaimana mungkin pesan error dan watermark saya ada di peta mereka,” kata Seyoum.

Waze merupakan salah satu aplikasi penunjuk jalan yang populer, karena alasan itu Google mengakuisisi Waze.

Atas alasan itu pula, Google seakan ‘memaksa’ para pengguna Android untuk lebih mengenal dan sering menggunakan Waze.

Google, selaku pengembang sistem operasi Android, telah memasukkan Waze dalam Google Mobile Services.

Ini merupakan paket aplikasi buatan Google yang biasanya dihadirkan dalam perangkat yang memanfaatkan lisensi Android dari Google.

Dengan demikian, Waze akan menjadi aplikasi bawaan di perangkat Android, bersama dengan Gmail, YouTube, Hangouts, dan Google Play Store. Waze juga bisa dijumpai langsung di produk buatan Samsung, HTC, Motorola, LG, dan produsen ponsel lain.

Hal ini juga membuat Waze bersaing langsung dengan layanan peta digital Google Maps yang sebelumnya telah menjadi aplikasi bawaan lebih dulu.

Waze merupakan aplikasi yang memadukan fitur navigasi GPS dan jejaring sosial untuk perangkat mobile. Ia tersedia untuk perangkat Android, Apple iOS, dan Windows Phone.

Pengguna bisa berbagi informasi terkait kemacetan, kecelakaan, atau perbaikan jalan, kepada para pengguna Waze uamh lain agar mereka bisa menemukan jalan yang lancar.

Dalam sebuah tulisan lainnga di “the verge,” kepolisian di Amerika Serikat sedang menekan Google untuk mematikan fitur laporan notifikasi keberadaan polisi dalam aplikasi Waze.

Aplikasi ini dikhawatirkan menjadi alat penguntit keberadaan polisi.

Dari laporan itu fitur Waze memperlihatkan aktivitas para polisi pada peta, berbahaya di masa depan.

Menurut mereka, hanya tinggal menunggu waktu aplikasi Waze dijadikan alat kriminal dan berpotensi mengganggu ketahanan hukum di kepolisian.

Salah satu polisi bernama Mike Brown dari wilayah Bedford, Virginia, berargumen mengenai penggunaan Waze yang mampu berbagi informasi keberadaan polisi sehingga memicu tindak penguntitan polisi.

Waze merupakan aplikasi yang memadukan fitur navigasi GPS dan jejaring sosial untuk perangkat mobile.

Peranti lunak ini memang memiliki fitur notifikasi keberadaan polisi. Pengguna juga bisa berbagi informasi terkait kemacetan, kecelakaan, atau perbaikan jalan, kepada para pengguna lain agar mereka bisa menemukan jalan lancar.

Sejauh ini, semua argumen yang dilontarkan oleh pihak kepolisian AS masih sebatas hipotesis. Belum ada korelasi antara aplikasi Waze dengan serangan yang menimpa polisi.

Namun, kepala kepolisian Los Angeles Charlie Beck mengungkapkan Waze memiliki andil dalam peristiwa penembakan dua polisi di New York pada 20 Desember lalu.

Pada akun Instagram pelaku penembakan, terlihat ia memperlihatkan screenshot aplikasi Waze serta ancaman kepada polisi.

Tahun lalu, Departemen Transportasi AS mengajukan rancangan UU ke Kongres mengenai pembatasan pada aplikasi navigasi apabila terbukti membahayakan keamanan jalan.

Ajuan tersebut lebih mengacu kepada para pengemudi kendaraan yang bermasalah, namun diyakini bisa juga menjadi sebuah upaya aspek lain.

Komentar