Google Bajak Manu Gulati Arsitek Cip Apple

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 Juni 2017 | 07:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Google membuat terobosan baru dengan menghadirkan  prosesornya sendiri lewat Manu Gulati, seorang  arsitek cip  yang mereka bajak dari Apple

Gulati  sendiri sebelumnya telah bekerja di Apple selama delapan tahun.

Ia berperan sebagai Micro-Talent.

Kepindahannya ini terekam dalam laman LinkedIn Gulati.

Di laman itu tertulis, ia mulai bekerja sejak Mei kemarin sebagai Lead SoC  atau system of chip Architect untuk Google.

Sebelumnya, Google tak pernah memproduksi prosesor sendiri di perangkat yang mereka buat. Google kerap menggunakan prosesor pihak ketiga.

Sebut saja  Pixel.

Cip ponsel paling anyar dari Google ini menggunakan Snapdragon  yang diproduksi oleh Qualcomm.

“Tantangan komputasi kita sangat besar, rumit, dan unik, kita tidak bisa hanya membeli perangkat keras dari pasar, kita harus membuatnya sendiri,” tulis Google dalam pengantar laman lowongan kerja yang mereka buat.

Manuver Google merekrut Gulati dan memburu arsitek cip lain tak lain langkah lanjutan mereka untuk mengalahkan iPhone.

Seperti diketahui, Pixel yang Google rilis tahun lalu ditujukan untuk bersaing secara langsung dengan iPhone.

Namun, keunggulan Apple bukan hanya pada software atau hardware saja. Melainkan kombinasi keduanya plus layanan pelanggan.

Ketiga hal ini yang menjadi kekuatan Apple untuk memuaskan penggunanya.

Samsung juga mulai mengikuti langkah Apple dengan merancang sendiri prosesor Exynos yang digunakan untuk beberapa perangkat seri Galaxynya.

Saat ini, performa dan efisiensi prosesor seri A buatan Apple khusus untuk iPhonenya itu disebut masih yang terbaik.

Lagipula, meski populer dan banyak digunakan, Snapdragon kerap bermasalah dengan isu prosesor yang cepat panas.

Alasan sama yang membuat Samsung beralih sepenuhnya ke cip Exynos buatan mereka sendiri di samsung Galaxy S6, demikian The Verge

Keseriusan Google untuk membangun cip sendiri juga tampak dari usaha mereka memburu orang-orang untuk posisi di sektor SoC

Laman Google Careers menunjukkan mereka sedang mencari teknisi perangkat keras untuk posisi Mobile SoC Architect dan Mobile SoC CPU Architect.

Sebelumnya, bulan lalu, Google telah  memperkenalkan Google Lens, sebuah teknologi yang mengawinkan fungsi kamera dengan kecerdasan buatan.

Upaya Google merevolusi fungsi kamera ponsel nampak menemukan jalannya dengan Lens ini.

Pasalnya, seperti yang diungkapkan bos Google,  Pichai, Lens membuat kamera tak hanya melihat sesuatu, namun juga memahami objek di dalam bingkai.

Dalam demonstrasi di panggung, Pichai memperlihatkan bagaimana Lens bisa mengetahui nama sebuah bunga cukup dengan mengarahkan kamera ke bunga tersebut.

Melihat sekilas, cara kerja Lens seperti gabungan dari Google Search dan Goggles dengan fungsi kamera sehingga bisa mengetahui dengan akurat objek yang berada di dalam kamera.

Lens tak ubahnya Google Googgles yang sempat dikembangkan Google, namun memiliki keterbatasan hanya pada link terkait.

Namun kebolehan Lens yang cukup mengejutkan adalah kemampuannya mengetahui username dan password WiFi.

Dalam video peraga, Google memperlihatkan bagaimana melalui kamera, sebuah ponsel bisa langsung terhubung dengan internet melalui WiFi.

Cara kerjanya pun sederhana.

Seperti ditulis TechCrunch, Lens bisa bekerja hanya dengan mengarahkan kamera ponsel ke stiker yang tertera di router WiFi dan secara otomatis ponsel akan tersambung ke internet.

Dengan cara kerja yang sama, Google Lens juga dapat dimanfaatkan mengulik informasi tentang sebuah tempat makan.

Hanya dengan mengarahkan kamera ke muka sebuah tempat makan, informasi terkait seperti nama, rating, dan lainnya bisa segera diketahui.

Pada dasarnya teknologi Lens mengubah sifat kamera menjadi lebih interaktif. Google menempatkan kamera tak lagi sebagai alat penangkap momen belaka, namun juga sebagai ‘penerjemah’ keadaan sekitar pemilik ponsel.

Kemampuan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Google dengan mengintegrasikannya lebih jauh ke aplikasi Google Assistant.

Dengan integrasi tersebut, Google Lens bisa menerjemahkan tulisan asing hingga membuat agenda di kalender cukup menggunakan lensa kamera sehingga tak perlu repot mengetik jadwal di kalender.

Kendati demikian, Google belum menyebut waktu pasti Google Lens tersedia bagi pengguna.

Komentar