Facebook Punya Aplikasi Saingan Tik Tok

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 November 2018 | 09:14 WIB

Dibaca: 1 kali

Facebook  resmi merilis aplikasi yang disebut akan menjadi pesaing Tik Tok.

Kendati demikian, kehadiran aplikasi bernama Lasso ini terbilang diam-diam, karena tidak dengan pengumuman resmi.

Seperti ditulis laman media tekhnologi informasi tereknal  The Verge,  kehadiran Lasso hanya diumumkan melalui akun Twitter Product Manager Facebook Andy Huang.

Kehadiran Lasso juga dikonfirmasi langsung Product Manager Lasso Bowen Pan, yang lagi-lagi diumumkan akun Twitternya.

“Hari ini, tim saya baru saja meluncurkan Lasso, aplikasi video baru yang memungkinkanmu membuat video pendek menyenangkan dan membagikannya ke teman-teman,” tulisnya melalui akun bowenpan.

Untuk informasi, aplikasi ini sudah tersedia di iOS dan Android.

Namun, berdasarkan laporan Tech Crunch, Lasso baru tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat. Belum diketahui kapan Facebook akan merilis Lasso untuk pengguna global.

Secara garis besar, aplikasi memungkinkan penggunanya untuk mengambil video pendek dalam durasi lima belas detik. Video lantas dapat ditambahkan dengan sejumlah lagu-lagu populer.

Akan tetapi, Laso tidak menawarkan filter-filter seperti yang ada di aplikasi Tik Tok.

Pengguna hanya dapat memanfaatkan fitur slow-mo dan fast-forward untuk memperkaya tampilan video.

Meski hadir sebagai aplikasi mandiri, pengguna dapat masuk menggunakan akun Facebook atau Instagram.

Bahkan, ada opsi yang nantinya memungkikan video Lasso diunggah pula di Facebook Stories atau Instagram Stories.

Sekadar informasi, kehadiran Lasso sendiri sudah terdengar sejak Oktober lalu

Menurut laporan, aplikasi ini menjadi cara Facebook untuk menjaring pengguna remaja.

Raksasa media sosial itu memang sudah sejak lama tertarik dengan aplikasi semacam Tik Tok atau Musical.ly.

Facebook menunjukkan keseriusannya dengan membentuk tim riset, untuk mengetahui lebih dalam soal Musical.ly yang begitu populer di kalangan remaja.

Meski demikian, kerja tim riset tersebut tidak berlangsung lama. Alasannya, animo pengguna Musical.ly tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Keputusan Facebook untuk merilis pesaing Tik Tok tidak lepas dari jumlah unduha aplikasi itu saat ini. Berdasarkan laporan terbaru, Tik Tok menjadi aplikasi paling banyak diunduh di App Store, melampui Facebook.

Tidak hanya Facebook, menurut data dari perusahaan riset Sensor Tower, jumlah unduhan Tik Tok juga melampaui aplikasi lain seperti Instagram, YouTube, dan Snapchat pada September lalu.

Mengutip Tech Crunch,  unduhan harian Tik Tok berhasil melewati unduhan keempat aplikasi tersebut pada akhir9 September

Sejak itu, pangsa pasar aplikasi Tik Tok meningkat.

Pada akhir Oktober, unduhan aplikasi Tik Tok pun kembali melewati unduhan Facebook dkk.

Pada bulan September, jumlah instal Tik Tok meningkat tiga puluh satu persen dari bulan sebelumnya. Total, jumlah instal Tik Tiok mencapai tiga koma delapan satu juta kali di iOS maupun Android.

Angka ini mengalahkan jumlah unduh dan instal Facebook yang berada di nomor dua dengan jumlah tiga setengah kali instal.

Jumlah instal Tik Tok di AS meningkat tajam dua ratus tiga puluh tujuh persen dari yang sebelumnya sebanyak satu koma stau kali instal pada Oktober tahun lalu.

Banyaknya pengguna baru yang bergabung dengan Tik Tok membuat aplikasi ini berada di tangga keempat aplikasi paling banyak diunduh di App Store.

Facebook harus puas di nomor tujuh, Messenger di nomor lima, YouTube di ururan pertama, Instagram di nomor kedua, dan Snapchat di posisi ketiga.

Namun menurut data App Anie, Tik Tok ada di urutan ketiga dari segi aplikasi gratis paling banyak diunduh.

Bicara tentang rerata partisipasi pengguna, Tik Tok masih di belakang keempat aplikasi tersebut.

Laporan penelitian dari Apptopia menyebut, Tik Tok punya  dua puluh sembilan persen tingkat partisipasi pengguna, Facebook sembilan puluh enam persen, Instagram sembilan puluh lima persen, Snapchat juga pada angka yang sama

Untuk diketahui, Tik Tok memiliki  lima ratus juta pengguna aktif di seratus lima puluh negara di dunia.

Komentar