close
Nuga Tekno

Facebook Dirombak, Ini Dia Dampaknya

Halaman utama atau News Feed Facebook dipastikan dirombak dalam waktu dekat.

Kira-kira akan jadi seperti apa dan bagaimana dampaknya pada pengguna Facebook?

Perombakan bukan pada sisi desain, melainkan pada tampilan konten.

Pada intinya, Facebook ingin menampilkan postingan yang lebih relevan dan bermakna bagi pengguna, misalnya postingan dari keluarga dan teman.

Sedangkan postingan dari brand atau media kemungkinan tidak lagi banyak bermunculan.

“Facebook mengatakan mengubah fokus di News Feed untuk mempromosikan postingan bermakna, kebanyakan yang dibagikan oleh keluarga dan teman ketimbang oleh perusahaan berita dan brand, sebuah langkah yang mungkin jadi masalah bagi ekosistem perusahaan yang bergantung pada Facebook,” sebut Hayley Tsukayama, kolumnis Washington Post

Langkah ini dilakukan karena belakangan Facebook dituding sarang hoax, bahkan mempengaruhi pemilu sebuah negara.

Selain itu, dianggap kurang bermanfaat. Lalu bagaimana nanti kira-kira tampilan News Feed Facebook?

Kemungkinan, postingan foto-foto yang dipajang teman akan lebih banyak muncul ketimbang berita.

Misalnya, Facebok akan lebih memiih memajang foto liburan paman ke Bali ketimbang konten viral. Tapi bukan berarti postingan yang berasal dari selain dari teman diabaikan.

“User sepertinya masih akan melihat artikel berita atau deal bagus, selama postingan tersebut diposting teman atau menerima banyak komentar dari mereka,” sebut Hayley.

Dalam beberapa hal, Facebook kembali ke akarnya, yaitu menghubungkan pengguna dengan orang-orang dekat.

Namun prioritas tersebut bisa jadi masalah bagi pengiklan atau media yang bergantung pada Facebook untuk meraih perhatian.

Harga saham Facebook dan kekayaan Zuckerberg sendiri anjlok setelah berita perombakan ini. Namun Zuckerberg sepertinya ingin mengembalikan Facebook kembali ke akarnya.

Jika tidak ada aral melintang, hasil perombakan sudah bisa dirasakan beberapa minggu lagi.

Rencana Mark Zuckerberg merombak Facebook rupanya kurang disambut baik oleh investor. Harga saham jejaring sosial terbesar dunia itu turun sekitar 4% yang berdampak langsung pada kekayaan Zuck.

Dikutip dari Independent, harga saham Facebook turun.

Meski demikian, harta kekayaan Zuck masih di atas tujuh puluh miliar dolar  sehingga tidak berpengaruh banyak. Walaupun tetap saja merosotnya harga saham berarti investor menganggap negatif kabar perombakan News Feed Facebook.

Facebook memutuskan mengubah algoritma News Feed agar menampilkan lebih sedikit konten dari pengiklan dan brand, sehingga lebih banyak menampilkan postingan yang disukai pengguna.

Zuck mengatakan perubahan itu mungkin akan membuat waktu yang dihabiskan user di Facebook berkurang.

“Dengan perubahan ini, aku perkirakan waktu yang dihabiskan orang di Facebook dan beberapa engagement akan turun, tapi aku juga berharap waktu yang kalian habiskan di Facebook lebih berharga. Dan jika kita melakukan hal yang benar, aku yakin itu akan baik untuk komunitas kita dan bisnis kami dalam jangka panjang,” papar Zuck.

Hal itu dalam rangka memperbaiki citra Facebook yang dituding penyebar hoax dan berdampak negatif. Facebook mengakui sistem baru akan berdampak pada konten non iklan dari brand, seperti video dan postingan viral.

Namun tidak akan mengubah ranking iklan sesuai biaya yang dibayarkan.

Hal itu akan membuat pengiklan yang ingin publikasi di Facebook mungkin tidak punya pilihan selain menghabiskan lebih banyak uang untuk iklan. Sehingga menurut prediksi Eric Schiffer, chairman Reputation Management Consultants, akan membuat ongkos iklan di Facebook naik. (

Dalam setahun terakhir, Facebook dikritik tajam karena dianggap sebagai tempat penyebaran informasi palsu atau hoax yang membuat pengguna terpecah belah.

Selain itu beberapa mantan eksekutif Facebook juga mengkritik bahwa media sosial ini tidak bermanfaat.

Terlebih lagi, banyak pengguna merasa tak senang karena News Feed atau halaman utama-nya dipenuhi dengan informasi provokatif atau iklan. Mark Zuckerberg sepertinya kian gerah dengan citra negatif Facebook ini.

Seperti juga ditulisi The Verge, ia tak ingin media sosialnya selalu dianggap sebagai tempat menyesatkan dan memberi dampak negatif, Zuck lewat postingan di Facebook mengatakan akan melakukan perubahan besar di tahun ini pada fitur News Feed.

Zuck ingin tampilan News Feed para pengguna lebih bermakna dan menyenangkan.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk memastikan layanan kami tidak hanya menyenangkan untuk digunakan, tapi juga bagus untuk kebaikan orang-orang,” tulis Zuck.

Raksasa jejaring sosial itu pun memutuskan untuk mengubah algoritma News Feed agar menampilkan lebih sedikit konten publik dari pengiklan dan brand, sehingga lebih banyak menampilkan postingan yang memang relevan dan disukai pengguna.

“Kami akan memprediksi postingan mana yang mungkin ingin Anda bicarakan dengan dengan teman dan menampilkan postingan ini di posisi lebih tinggi dalam News Feed,” kata Adam Mosseri, Head of News Feed Facebook.

Zuck mengaku tidak khawatir perubahan yang diperkenalkan tahun ini akan menyebabkan orang menghabiskan lebih sedikit waktu di Facebook. Ia malah justru mengharapkannya.

“Dengan perubahan ini, aku perkirakan waktu yang dihabiskan orang di Facebook dan beberapa engagement akan turun, tapi aku juga berharap waktu yang kalian habiskan di Facebook lebih berharga. Dan jika kita melakukan hal yang benar, aku yakin itu akan baik”