Era Yahoo Sebagai Raja Internet Tamat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Juni 2017 | 15:05 WIB

Dibaca: 4 kali

Akhir era Yahoo  sebagai raja internet usai sudah.

Hanya dalam dua dekade sejak didirikan, Yahoo, pionir mesin pencari dan portal web yang berpengaruh yang kemudian berubah menjadi brand yang kehilangan arah,

Yahoo  resmi diakuisisi oleh Verizon, raksasa perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat AS.

Inilah akhir yang ironis dan tragis bagi Yahoo.

Ketika didirikan Jerry Yang dan David Filo, mahasiswa Universitas Stanford,dua puluh tiga tahun silam, Yahoo yang sering dijuluki sebagai “panduan Jerry masuk ke World Wide Web” itu tumbuh dengan sangat cepat.

Jutaan orang Amerika yang menyalakan koneksi internet dial-up membutuhkan Yahoo sebagai home page yang mengarahkan ke semua destinasi.

Yahoo sangat populer dan menjadi portal yang digunakan ratusan juta orang untuk mencari berita tentang apa pun dan informasi tentang cuaca.

Pengguna internet memanfaatkan mesin pencari Yahoo, surat elektronik Yahoo (Yahoo Mail), pesan singkat Yahoo  Messenger, dan Flickr

Semua produk Yahoo menjadi tren dunia pada masa itu dan sukses mengubah dunia.

Dan  ketika Yahoo go public dan gelembung (bubble) dotcom mencapai puncaknya, nilai Yahoo 500 dollar AS per saham.

Pada puncak kejayaannya,

Namun, Yahoo tampaknya “menikmati zona nyaman” dan lupa berinovasi.

Yahoo membiarkan setiap gelombang teknologi baru muncul dalam mesin pencari, media sosial, dan dunia bergerak (mobile) dan abai mengikuti perubahan keinginan pengguna internet.

Saat itu Yahoo menyia-nyiakan kesempatan membeli Google dan Facebook ketika keduanya masih “bayi”.

Dan Yahoo tetaplah sama dengan Yahoo satu dekade sebelumnya saat didirikan, hanya sekadar portal. Yahoo, menurut Forbes, saat itu masih percaya diri dengan kebesaran namanya dan tetap menawarkan mesin pencari sendiri.

Faktanya, Yahoo kini hanya menguasai sebagian kecil pangsa pengguna mesin pencari.

Suka tidak suka, sejak kehadiran Google sembilan belas tahun silam dan kemudian Facebook , ketenaran Yahoo secara perlahan mulai meredup.

Dan ketika perhatian dunia beralih ke aplikasi ponsel cerdas, keuntungan Yahoo di dunia desktop mulai berkurang.

Marissa Mayer, mantan eksekutif Google yang dipercaya untuk menjabat CEO Yahoo sejak lima tahun lalu, berupaya menakhodai “kapal” Yahoo yang mulai oleng.

Namun, masa jabatan Mayer dirusak oleh kebingungannya menerapkan strategi dan salah urus. Mayer setahun kemudian malah membeli jejaring sosial dan microblogging Tumblr, yang dibuat bukan untuk berkompetisi dengan Facebook.

Pendapatan Yahoo makin berkurang setelah Apple mengeluarkan produk iPhone generasi pertama pada sembilan tahun lalu

Pengguna portal Yahoo menurun karena banyak yang lebih tertarik dengan aplikasi di ponsel cerdas dan website yang lebih relevan.

Satu hal yang membuat Yahoo tetap bertahan adalah risiko yang diambil Jerry

Yang ketika dia membeli empat puluh persen saham Alibaba senilai satu miliar dollar AS.

Alibaba kemudian menjadi raja e-commerce Tiongkok.

Akuisisi yang dilakukan Verizon tidak termasuk lima belas persen saham Yahoo di perusahaan raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba dan juga tiga puluh empat persen saham di Yahoo Jepang

Portofolio paten Yahoo yang bernilai satu miliar dollar AS juga bukan bagian dari penjualan.

Setelah bertahun-tahun menghadapi kekacauan, pada Februari tahun lalu,

Yahoo secara resmi mengumumkan menawarkan diri kepada investor untuk diakuisisi. Meski cukup banyak investor yang berminat membeli Yahoo, akhirnya Verizon yang terpilih.

Verizon, raksasa perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat itu, telah berinvestasi dalam konten digital dan periklanan dalam beberapa tahun terakhir ini dengan membeli AOL dan The Huffington Post.

Akuisisi Yahoo oleh Verizon mengakhiri sejarah dua puluh satu  tahun Yahoo sebagai perusahaan independen.

Bersamaan dengan finalnya penjualan Yahoo pada Verizon akhirnya membuat kepemimpinan Marissa Mayer, CEO Yahoo Inc berakhir.

Wanita berusia empat puluh satu tahun ini diketahui telah menjadi pemimpin Yahoo sejak Juli tiga tahun lalu

Mayer akan mengundurkan diri dari jabatannya di Yahoo. Mayer tak akan lagi memimpin Yahoo terhitung sejak perjanjian penjualan saham Yahoo pada Verizon mencapai batas akhir, seperti dilansir melalui Techcrunch.com,

Berdasarkan sebuah keterangan resmi yang disampaikan Yahoo, disebutkan bahwa Yahoo hanya akan mempertahankan 5 orang direksi saja dari sebelumnya terdapat sebelas nama dewan direksi.

Sebanyak enam orang direksi yaitu David Filo, Eddy Hartenstein, Richard Hill, Marissa Mayer, Jane Shaw dan Maynard Webb akan mengundurkan diri dari kepemimpinannya di Yahoo.

Mayer dikabarkan akan menempati posisi barunya dalam perjanjian jual beli Yahoo pada Verizon.

Namun belum ada keterangan lebih jauh, bagaimana posisi Mayer nantinya dalam struktur kepemilikian Verizon.

Terhitung dengan pengajuan perubahan dewan direksi, Yahoo juga menyatakan terhitung  Januari ,

Yahoo akan dipegang oleh Eric Brandt sebagai Ketua Dewan Direksi. Eric Brandt masih akan bertahan di Yahoo bersama dengan Tor Braham, Catherine Friedman, Thomas McInerney dan Jeffrey Smith.

Komentar