Dengan Edge Anda Bisa Singkirkan Iklan

Penulis: Darmansyah

Minggu, 3 April 2016 | 11:25 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda termasuk salah seorang pengguna smartphone “pembenci” iklan?
Jangan khawatir.

Sebab, Microsoft berencana untuk menambahkan fungsi pemblokir iklan dalam aplikasi peramban, Edge.

Hal itu diungkapkan pada acara Microsoft Build developer conference.

Fungsi ini dijanjikan tersedia pada versi Edge mendatang.

Selain fungsi pemblokir iklan, peramban Edge juga punya dukungan terhadap penggunaan extension Bing Translator dan fitur yang memungkinkan pengguna untuk melihat daftar halaman yang sudah dikunjungi.

Saat ini, Microsoft Edge baru mendukung penggunaan extension pada versi preview.

Adanya fitur pemblokir iklan akan menjadikan Microsoft Edge sebagai salah satu, dari sejumlah browser desktop yang memiliki fitur tersebut secara native.

Sebelumnya, Opera edisi developer terbaru serta browser Brave juga sudah memiliki fungsi serupa.

Dalam waktu dekat, langkah ini nampaknya tak begitu berpengaruh untuk para penerbit iklan.

Pasalnya, berdasarkan data yang diperoleh SitePoint, sebuah penerbit artikel untuk pengembang web, Microsoft Edge baru digunakan oleh sekitar satu persen pengguna di seluruh dunia.

Namun di sisi lain, Windows 10 terus dikembangkan untuk pengguna enterprise. Ini memastikan bahwa angka pengguna Microsoft Edge akan terus tumbuh karena browser built-in biasanya digunakan di seluruh jaringan perusahaan.

Pada Desember tahun lalu lalu, pangsa pasar gabungan dari seluruh versi Microsoft Internet Explorer mencapai sekitar lima belas persen di antara browser lainnya di seluruh dunia.

Kemungkinan, Microsoft Edge pun akan mendekati angka tersebut pada beberapa tahun mendatang.

Selain itu kabar dari Microsoft juga sangat menggembirakan karena Edge juga mendukung eksistensi WhatsApp.

Kini aplikasi chatting berbasis web tersebut juga dapat diakses melalui Microsoft Edge, browser pengganti Internet Explorer yang ada di Windows 10.

Sebelumnya, WhatsApp versi web sebenarnya sudah dapat diakses melalui Microsoft Edge. Hanya saja, pengguna harus sedikit mengakalinya dengan cara menyamarkan browser tersebut menjadi Chrome atau Firefox dengan menggunakan developer tools.

WhatsApp Web pada Microsoft Edge sebagian besar sudah berfungsi dengan baik. Namun ada saja pengguna Reddit yang melaporkan adanya masalah ketika menggunakannya.

Sama seperti aplikasi peramban lainnya, untuk menggunakannya, pengguna dapat mengunjungi web.whatsapp.com, lalu tekan menu pada aplikasi WhatsApp yang ada di ponsel, pilih opsi WhatsApp Web, terakhir, scan QR Code yang ada tampil pada browser.

Layaknya aplikasi WhatsApp yang hadir di Android, iOS, Windows Phone dan BlackBerry, pengguna dapat mengirimkan pesan berupa teks, gambar, audio, maupun video melalui WhatsApp Web.

Microsoft Edge juga menjanjikan untuk menggantikan Internet Explorer.
Namun ada beberapa bug yang dapat berpotensi ‘mengusir’ para penggunanya.

Seorang peneliti, Ashish Singh menemukan bahwa mode InPrivate pada Microsoft Edge ternyata menyimpan cache di dalam media penyimpanan lokal. Parahnya lagi, cache tersebut disimpan di dalam folder yang sama seperti saat menggunakan mode normal.

Pada media penyimpanan lokal, cache dapat tersimpan dalam bentuk file “WebCacheV01.dat” di dalam direktori
C:\user\username\AppData\Local\Microsoft\ Windows\WebCache\.

Menanggapi hal tersebut, seorang juru bicara Microsoft mengatakan, “Kami akan menindaklanjuti laporan yang mengklaim tab InPrivate tidak bekerja seperti yang kami rancang dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.”

Microsoft Edge bukanlah browser pertama yang mengalami masalah ini. Tahun 2010 silam, peneliti dari Stanford University menemukan bahwa mode private browsing pada Firefox, Chrome, Safari dan Internet Explorer rentan terhadap sejumlah serangan.

Menurut seorang spesialis forensik digital, Lesley Carhart, hal tersebut adalah masalah yang biasa ditemukan dan mode private jarang dirancang untuk melindungi data pengguna dari adanya sabotase terhadap media penyimpanan lokal.

“Private browsing selalu meninggalkan ‘artefak’ yang mudah ditemukan pada media penyimpanan dan memori. Ini selalu menjadi fitur privasi, bukan fitur keamanan,” kata Carhart.

Komentar