Canggihnya iPhone 5s dan 5c

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 25 Januari 2014 | 09:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini Sabtu, 25 Januari 2014, Lazada, toko online terbesar di Asia Tenggara, mengumumkan penjualan iPhone 5s dan iPhone 5c. Pada penjualan produk Apple ini, Lazada bekerja sama dengan Telkomsel dan menggandeng partner bank serta partner Lazada untuk memberikan penawaran menarik kepada pelanggan.

“Kami sebagai toko online terbesar sangat senang memiliki kesempatan menjual salah satu produk smartphone yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Penjualan ini hasil kerja sama dengan Telkomsel yang juga merupakan telco terbesar di Tanah Air. Menurut saya, ini adalah kolaborasi yang sempurna untuk memuaskan pasar,” ujar Rizki Suluh Adi selaku VP Marketing dan Business Development Lazada Indonesia.

Pembelian produk ini akan resmi dimulai pada tanggal 25 Januari 2014 pukul 00.00 secara online. Lazada menyediakan semua warna, baik untuk iPhone 5s maupun 5c. Adapun banderol harga mulai Rp 10.499.000 untuk iPhone 5s, dan Rp 8.699.000 untuk iPhone 5c.

Dengan kondisi cuaca hujan dan banjir di Indonesia, penggemar iPhone diperkirakan akan memilih untuk berbelanja online. Terlebih lagi, penawaran promo dan paket bonus menarik yang diberikan dari partner-partner dari Lazada. Dari voucer hotel, voucer travel, voucer restoran, vouher delivery makanan, voucer majalah, voucer fashion, hingga asuransi untuk iPhone baru. Untuk lebih jelasnya, langsung klik di sini.

Penjualan iPhone baru ini sudah di mulai dari Australia, sebagai negara pertama yang memasarkan iPhone 5S pada hari Jumat, 20 September 2013, pukul 08.00 standar waktu timur Australia atau pukul 05.00 WIB.

Dan pembeli pertama perangkat tersebut ternyata seorang Indonesia yang tinggal di Benua Kangguru itu.

Jimmy Gunawan, si pembeli sekaligus pemilik pertama iPhone 5S di dunia berusia 33 tahun tersebut, mengaku sudah mengantre di depan toko Apple di Sydney—tempat dia membeli iPhone—sejak tengah malam hari sebelumnya agar menjadi orang pertama di barisan pengantre.

Dia mengatakan bahwa antrean pembeli iPhone kali ini tak seramai sebelumnya. “Tahun lalu, saya datang kemari pada waktu yang sama dan sudah ada 20 orang mengantre sebelum saya,” ujar Jimmy sebagaimana dikutip oleh The Australian.

Jimmy yang berprofesi sebagai desainer grafis freelance ini merogoh kocek sebesar 2.000 dollar Australia atau sekitar Rp 21,4 juta rupiah untuk membeli dua unit iPhone 5S, satu untuk dirinya sendiri, lainnya untuk sang ibu yang tinggal di Indonesia.

Mengapa antrean tahun ini lebih sepi? Konsumen di Australia mengeluhkan harga iPhone 5S dan iPhone 5S yang dinilai kelewat mahal.

Di benua ini, iPhone 5C dibanderol mulai 739 dollar Australia atau sekitar 7,9 juta rupiah, sementara harga iPhone 5S bisa mencapai 1.129 dollar Australia atau sekitar Rp 12,1 juta rupiah.
Kenapa iPhone terbaru ini berharga mahal? Menurut Apple, ini disebabkan perangkatnya yang canggih dengan prosesor 64-bit, pemindai sidik jari, cangkang aluminium dan plastik warna-warni, serta masih banyak lagi.

Itulah yang diusung dua ponsel andalan baru Apple iPhone 5S dan 5C.

Sejumlah komponen baru dan canggih itu menimbulkan melonjaknya harga.. Kira-kira berapa biaya produksi yang diperlukan untuk membuat sebuah iPhone 5S dan 5C? Apakah lebih mahal dibanding generasi sebelumnya atau malah lebih murah?

Nah, seperti biasa, untuk menemukan jawaban dari pertanyaan itu, firma riset IHS kembali membongkar iPhone baru dari Apple. Tahun ini lebih menarik karena produk yang dipreteli ada dua buah.

Meski dari luar tampak berbeda, di dalamnya, iPhone 5S dan 5C ternyata mirip-mirip satu sama lain. “Saya pikir dua ponsel ini hampir bisa dibilang kembaran. Kecuali sensor sidik jari, prosesor A7, dan chip memori jenis baru yang lebih hemat daya, mereka pada dasarnya sama,” ujar analis IHS Andrew Rassweiler, sebagaimana dikutip oleh AllthingsD.

Setelah menelaah “isi perut” iPhone 5S, IHS memperkirakan bahwa versi 16GB dari perangkat tersebut menelan biaya 191 dollar AS atau sekitar Rp 2,2 juta. Ongkos produksi versi 64GB lebih mahal, yaitu 210 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta. Tambahan sebesar 8 dollar AS diperlukan untuk merakit setiap iPhone.

Perkiraan biaya produksi yang dipatok IHS untuk iPhone 5S itu tak jauh berbeda dibandingkan iPhone 5 sebelumnya yang bisa mencapai 205 dollar AS.

Sensor sidik jari iPhone dibuat oleh Authentec, perusahaan teknologi fingerprint yang tahun lalu diakuisisi Apple sebesar 356 juta dollar AS. Harga sensor ini diperkirakan sebesar 7 dollar AS, sementara prosesor A7 hasil pabrikan Samsung berkisar di angka 19 dollar AS.

Apple mengecer iPhone 5S seharga 649-849 dollar AS tanpa kontrak. Tentu, selain menghasilkan margin bersih, selisih angka tersebut dengan ongkos produksi diperlukan untuk menutup biaya lain-lain seperti distribusi, pemasaran, serta riset, dan pengembangan.

Akan halnya iPhone 5C, IHS memperkirakan perangkat itu menelan biaya komponen antara 173-183 dollar AS, termasuk ongkos perakitan sebesar 7 dollar AS untuk setiap smartphone. Ponsel pintar yang satu ini dijual Apple seharga 549-649 dollar AS tanpa kontrak.

Produsen komponen yang dipakai di iPhone 5S dan 5C mencakup Qualcomm, Skyworks, Avago, RF Micro Devices, dan TriQuint Semiconductor. Nama-nama ini bertanggung jawab membikin sejumlah chip yang menangani koneksi jaringan di kedua perangkat.

Jenis dan kombinasi chip jaringan yang digunakan sama antara iPhone 5S dan 5C. Alhasil, duet iPhone baru tersebut mampu mendukung jumlah band LTE mencapai 13 buah di seluruh dunia. Dukungan tersebut belum dimiliki oleh para kompetitornya sejauh ini.

Komentar