Benar, Facebook Ditinggalkan Penggunanya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 13 September 2018 | 10:31 WIB

Dibaca: 1 kali

Beberapa media sosial populer sedang mengalami krisis pengguna.

Di Amerika Serikat, Twitter dilaporkan kehilangan jutaan pengguna aktif bulanan, begitu pula Snapchat yang ditinggal tiga juta pengguna hariannya.

Bahkan jejaring sosial raksasa Facebook, perlahan-lahan juga ditinggalkan penggunanya.

Namun ternyata, ada jejaring sosial yang jumlah penggunanya justru meningkat. Jejaring sosial tersebut adalah Pinterest, platform koleksi dan berbagi foto yang tenar di kalangan para desainer.

CEO sekaligus co-founder Pinterest, Evan Sharp mengumumkan pada, pengguna aktif bulanan Pinterest mencapai dua ratus lima puluh juta pengguna.

“Saat ini, ketika internet terasa semakin buruk dan terpolitisasi, kami pikir luar biasa jika seperempat juta orang memilih menghabiskan waktu mereka di Pinterest, sebuah tempat  yang membantu mereka merasa lebih positif dan optimis dengan masa depan,” terang Sharp.

Jumlah ini naik lima puluh juta dibanding periode musim gugur lalu.

Sebanyak delapan puluh persen pengguna baru Pinterest diklaim berasal dari luar Negeri Paman Sam, di mana sekitar separuh pengguna Pinterest secara keseluruhan adalah pengguna internasional.

Dibanding platform lain, Pinterest memang menawarkan keunikan tersendiri, bahkan dibandingkan platform berbagi foto serupa seperti Instagram. Pinterest lebih menawarkan berbagi insiprasi dan ide ketimbang sekadar bersosialisasi dengan teman di dunia maya

“Pinterest adalah tempat untuk menghubungkan diri sendiri lagi,” ujar Sharp. Karena lebih banyak memuat foto atau gambar bernuansa artsy, Pinterest terhindar dari tuduhan sarang hoaks dan kekerasan dunia maya yang saat ini menghantui platform lain seperti Twitter dan Facebook serta “anak-anaknya”.

“Ketika pertama kali mendirikan Pinterest delapan tahun lalu, kami sangat berharap orang-orang akan menggunakannya untuk lebih kreatif dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kami tidak pernah membayangkan, suatu hari nanti Pinterest menjadi salah satu platform internet terbesar sepanjang sejarah,” ungkap Sharp.

Dilansir dari Digital Trends, Kamis pagi WIB, saat ini Pinterest memiliki tujuh puluh lima persen lebih banyak ide yang disimpan ke jaringan dibanding tahun lalu. Artinya, ada sekitar seratus tujuh puluh lima miliar Pin – sebutan untuk foto atau gambar di Pinterest – yang tersebar di jaringan.

Berdasarkan kategorinya, kategori ide produk meningkat  seratus lima belas persen, kategori seni  lima puluh persen, ide gaya tiga puluh delapan  persen, dan kategori do it yourself meningkat tiga puluh lima persen.

Internal Pinterest masih berusaha membuat fitur baru, termasuk tambahan fitur untuk Pinterest Lens.

Mereka juga telah menyiapkan Board – menu koleksi Pin terbaik – dan juga cara baru untuk mengorganisasi Pin.

Pekan lalu, sebuah laporan penelitian yang dilakukan firma riset Pew Research juga menunjukkan fakta empat puluh dua persen pengguna Facebook menganggurkan akun mereka tanpa mengeceknya selama berminggu-minggu.

Sebanyak  tujuh puluh empat persen pengguna Facebook mengaku melakukan salah satu dari tiga aksi tersebut.

Hasil dari penelitian ini kemungkinan adalah imbas dari skandal Cambridge Analytica yang menyalahgunakan data terhadap lebih dari delapan puluh tujuh juta akun Facebook pada Maret lalu.

Lantas?

Ya, Facebook mulai kehilangan pesonanya di kalangan milenial dan generasi Z.

Di tahun ini, setengah dari pengguna internet yang berusia dua belas hingga tujuh belas tahun diprediksi tidak tertarik memakai Facebook, demikian prediksi eMarketer yang dikutip TechRadar

Untuk di Inggris sendiri, pengguna Facebook di negara itu akan berkurang tujuh ratus ribu pengguna.

Penyebab berkurangnya para pengguna muda karena mereka lebih memilih menggunakan aplikasi seperti Snapchat dan Instagram.

Bill Fisher, seorang analis senior di eMarketer, menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir Snapchat berhasil menambah penggunanya di Inggris sebanyakempat puluh tiga  persen.

Akan tetapi, Facebook masih tetap merajai media sosial dengan dua miliar pengguna. Angka tersebut masih jauh di atas pengguna Instagram, Snapchat, dan Twitter yang jumlahnya masih di bawah satu miliar.

Kabar baik lainnya, Facebook diperkirakan bakal kebanjiran pengguna berusia di atas lima puluh lima tahun.

Sebanyak lima ratus ribu pengguna baru Facebook berusia lima puluh lima tahun akan mendaftar Facebook.

Angka tersebut menambah pengguna berusialima puluh lima sampai enam puluh lima tahun menjadienam koma empat juta.

Pada Desember lalu, Facebook meluncurkan aplikasi pesan instan khusus untuk pengguna anak-anak. Aplikasi bernama “Messenger Kids” tersebut bisa digunakan anak-anak berusia di bawah dua belas tahun.

Sayangnya, kehadiran Messenger Kids tidak disambut baik.

Kalangan ahli pediatrik dan ahli kesehatan mental mengkritik  dengan mengatakan langkah Facebook meluncurkan aplikasi pesan instan untuk anak-anak adalah kesalahan yang fatal.

Menurut yang dilansir New York Times, para ahli yang tergabung dalam organisasi Campaign for a Commercial-Free Childhood

Kampanye untuk Masa Kecil Bebas dari Komersial) mendesak raksasa media sosial ini agar segera menghapus Messenger Kids.

Saat meluncurkan Messenger Kids, Facebook mengklaim aplikasi ini sangat aman untuk digunakan anak-anak.

Bahkan, para orangtua bisa mengontrol aplikasi Messenger Kids langsung dari akun Facebooknya.

Mereka juga bisa mengetahui langsung isi percakapan anak-anaknya serta daftar kontak yang ada di dalam aplikasi.

Facebook sendiri mengklaim aplikasi ini aman digunakan anak-anak dan tidak bersifat eksploitatif.

“Tak ada iklan di dalam aplikasi dan informasi anak-anak Anda tidak akan digunakan untuk keperluan iklan. Aplikasi ini bisa diunduh gratis dan tak ada fitur tambahan berbayar,” tulis Facebook dalam keterangan resminya.

Komentar