close
Nuga Tekno

Belum Bisa Hapus Pesan di WhatsApp?

Fitur terbaru WhatsApp memungkinkan pesan yang sudah terkirim bisa dihapus secara jarak jauh dalam kurun waktu tertentu.

Jika belum mendapatkannya, harap tenang saja.

Fitur bernama Delete for Everyone itu ditengarai persebarannya memang cukup lambat. Di Indonesia, sudah ada yang bisa menggunakannya, ada pula yang belum. Itu hanya soal waktu.

“Jika Delete for Everyone belum tersedia buat kamu, tak mengapa. Jangan cemas. Minggu depan akan ada penyebaran lagi untuk mendapatkan fitur tersebut,” tweet WABetaInfo yang dikutip  dari Independent.

WABetaInfo ini sering mengeluarkan informasi terpercaya soal fitur-fitur WhatsApp. Mereka menyatakan memang belum semua dapat menikmati fitur bersangkutan karena diluncurkan secara bertahap bagi semua user.

WhatsApp sendiri telah memperbaharui FAQ mereka yang menjelaskan soal fitur hapus pesan terkirim itu. Layanan kepunyaan Facebook ini telah menerangkan langkah-langkahnya secara jelas.

“Menghapus pesan untuk semua orang memungkinkan kamu menghapus pesan spesifik yang telah kamu kirim di grup maupun individu. Ini terutama berguna jika kamu mengirimkan pesan ke chat yang salah atau pesan itu memiliki kesalahan,” sebut WhatsApp.

Caranya mudah saja. Saat sebuah pesan terkirim dan ingin dihapus, tekan dan hold pesan tersebut. Kemudian, langsung menuju simbol kotak sampah di atas.

Dalam update terbaru, penghapusan pesan memberikan pilihan ‘Delete for everyone’. Artinya, pesan akan dihilangkan baik dari perangkat pengguna maupun di perangkat yang dikirim pesan bersangkutan.

Jika semua berjalan lancar, pesan akan terhapus dari kedua perangkat dan juga tidak ada notifikasi. Namun ada batas waktunya, yaitu 7 menit. Jika pesan sudah terkirim lebih dari 7 menit, maka akan terkirim permanen di perangkat penerima.

Seiring masifnya kompetisi di ranah pesan instan, WhatsApp tak mau kalah. Sejumlah fitur mumpuni pun dihadirkan layanan ini demi mempertahankan dominasinya.

Bisa dibilang WhatsApp adalah rajanya pesan instan saat ini. Dengan jumlah penggunanya yang lebih dari satu miliar akun, memang bukan perkara mudah menjungkalkan layanan kepunyaan Facebook ini.

Apalagi fitur-fiturnya makin lengkap, yang makin ‘mematikan’ para pesaingnya.

Apa saja fitur mematikan di WhatsApp yang masih terbilang belum lama peluncurannya? Simak daftarnya berikut.

Selain percakapan, umumnya pengguna pesan instan juga bisa mengirimkan gambar atau video ke lawan bicaranya. Tapi kemampuan WhatsApp dipastikan lebih dari itu, pasalnya produsen ini juga telah membenamkam dukungan untuk dokumen.

Sepertinya WhatsApp sadar benar kalau layanannya tak sebatas digunakan untuk percakapan biasa. Tak sedikit orang yang juga menggunakan WhatsApp untuk mengkomunasikan pekerjaaan. Sehingga hadirnya pengiriman dokumen diyakini sebagai keputusan yang tepat.

Selain itu WhatsApp juga tak terlalu membatasi ukuran dokumen yang bisa dikirim melalui layanannya. Platform pesan instan ini bisa dibilang membebaskan penggunanya untuk mengirimkan dokumen besar sampai 100 MB, sehingga pengguna tak perlu repot-repot lagi mengirimkannya via email.

Menariknya lagi, pengiriman file besar juga tak dibatasi pada file dokumen. Fitur ini juga berlaku untuk file video.

Meski bukan fitur yang penting, kustomisasi pesan teks di WhatsApp cukup menyita perhatian penggunanya. Jadi dengan menambahkan simbol tertentu pengguna akan bisa menebalkan pesan teks yang akan dikirim, atau membuatnya miring, atau dicoret tengahnya.

Caranya cukup mudah, misal ada kata yang ingin ditebalkan pengguna hanya perlu menambahkan simbol * di depan dan belakang kata. Sementara untuk memiringkan atau memberi coretan di tengah kata, pengguna bisa menambahkan simbol _ dan ~ di awal dan akhir kata.

Fitur menarik lainnya yang disodorkan WhatsApp bagi penggunanya adalah status ala Instagram Stories. Jadi kalau sebelumnya pengguna WhatsApp cuma bisa ganti-ganti status di akun WhatsApp miliknya, sekarang pengguna bisa menggunakan gambar atau bahkan video.

Ketika pertama kali dirilis, banyak pengguna WhatsApp yang antusias menjajak fitur ini sehingga tab status di aplikasi WhatsApp kerap dipenuhi berbagai video singkat penggunanya.

Namun nyatanya kehebohan fitur ini tak bertahan lama. Entah karena bosan, banyak pengguna WhatsApp yang tak lagi antusias menggunakan fitur ala Instagram Stories tersebut.

Sejatinya fitur ini pertama kali hadir di Telegram, sementara WhatsApp baru menyusul beberapa hari setelahnya. Tapi karena popularitas WhatsApp yang lebih besar, fitur live location langsung disambut heboh sesaat setelah peluncurannya di platform pesan kepunyaan Facebook ini.

Menggunakan live location pengguna tak lagi hanya bisa berbagi lokasinya, tapi benar-benar bisa mengajak lawan bicara untuk memantau pergerakan pengguna melalui peta. Menariknya lagi, live location juga bisa dilakukan di dalam grup.

Dengan begitu sesama anggota grup bisa saling memantau pergerakannya satu sama lain. Meski begitu pengguna bisa membatasi akses lokasinya mulai dari 15 menit, 1 jam, hingga 8 jam.

Bukan WhatsApp, adalah BlackBerry Messenger yang pertama kali menyodorkan fitur ini yang dinamai Retract. Jadi pengguna bisa menarik kembali pesan yang terlanjur dikirimkannya ke lawan bicara.

Caranya mudah, sama seperti ketika pengguna ingin menghapus pesan. Bedanya ketika ikon delete ditekan pengguna akan dihadapkan pilihan ‘Delete for me’ dan ‘Delete for Everyone’. Pilih ‘Delete for everyone’ untuk menghapus pesan dari layar percakapan kita dan lawan bicara.

Namun pengguna tak bisa kapan saja melakukan ini. Pesan yang terlanjur terkirim hanya bisa ditarik kembali maksimal setelah tujuh menit setelah dikirimkan