Awas, Kini WhatsApp bisa di Eksploitasi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 Oktober 2017 | 12:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda pengguna WhatsApp?

Nah, berhati-hatilah.

Penyebabnya?

Untuk Anda tahu, WhatsApp  kini memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi oknum jahil yang bisa mengeksploitasi untuk memata-matai pola tidur seseorang, mulai dari jam tidur, jam bangun, hingga lamanya waktu tidur.

Kelemahan ini muncul dari fitur “last seen” pada WhatsApp.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna tahu kapan seseorang terakhir kali membuka WhatsApp.

Di era chatting seperti sekarang, di mana masyarakat modern tak bisa lepas dari smartphone dan obrolan maya, last seen bisa dibilang menunjukkan kapan pengguna tidur.

Pengguna memang bisa menyetel siapa saja yang boleh melihat last seen-nya, mulai dari semua orang, kontak (only your contacts), atau tak satu pun).

Meski begitu, seberapa banyak pengguna yang mengatur agar last seen tidak bisa dilihat siapa pun? Tampaknya tidak banyak.

Yang berbahaya, orang lain yang bahkan tak memiliki keterampilan teknis tingkat tinggi mampu mengumpulkan data last seen seseorang di WhatsApp, menganalisis, dan mengetahui seperti apa pola tidurnya.

Setidaknya begitu menurut seorang software engineer bernama Rob Heaton. Sebelumnya, Rob Heaton juga pernah mengumbar celah keamanan pada Facebook dan Tinder.

Langkah eksploitasi WhatsApp didemonstrasikan Rob Heaton dengan akses web melalui peramban Chrome untuk desktop.

Rob Heaton membuat ekstensi Chrome untuk mengamati dan merekam aktivitas online semua kontak WhatsApp-nya.

Dari situ muncul data-data yang tersusun rapi dan bisa dianalisis terkait pola tidur.

Hal yang lebih mengerikan, eksploitasi ini bisa menunjukkan siapa saja kontak WhatsApp yang saling berhubungan, sebagaimana dilaporkan TheNextWeb, hari ini, Rabu, 11 Oktober

Caranya tinggal mencocokkan pola aktivitas online kontak A dan kontak B di WhatsApp.

Jika polanya benar-benar sama dan mereka diketahui saling kenal, kemungkinan besar mereka chatting dengan intens di WhatsApp.

Menurut Rob Heaton, eksploitasi ini mudah dikembangkan untuk skala lebih besar. Dengan begitu, oknum tertentu bisa menjual data analisis dari eksploitasi WhatsApp ke para pengiklan atau perusahaan pihak ketiga.

Misalnya saja perusahaan obat tidur yang menyasar orang-orang dengan pola tidur buruk. Data analisis dari eksploitasi WhatsApp tentu sangat berfungsi.

Hingga kini anak usaha Facebook tersebut belum berkomentar.

Selain itu, WhatsApp juga sudah memiliki emoji hasil desain sendiri

Rangkaian emoji baru itu diketahui muncul di versi beta teranyar dari aplikasi WhatsApp.

Jika Anda mengaktifkan program beta dan menjadi beta tester, maka emoji ini bakal muncul di update terbaru.

Rancangan emoji ala WhatsApp terlihat berbeda dari sebelummnya, namun masih mirip dengan emoji buatan Apple.

Emojipedia mengungkapkan, sejumlah perbedaan sekaligus kemiripan antara emoji bikinan WhatsApp dan Apple. Emoji “information lady”, misalnya, memiliki warna baju dan gaya rambut berbeda.

Sementara, emoji hantu bikinan WhatsApp tak memiliki gradasi di bagian bawah.

Belum diketahui kapan WhatsApp akan menyalurkan emoji baru rancangan sendiri ini secara meluas.

Berhubung baru muncul dalam aplikasi versi beta, ada kemungkinan rangkaian emoji itu akan mengalami perubahan lagi sebelum dirilis.

Komentar