Anti Virus? Kaspersky Saja Dijebol

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 Juni 2015 | 08:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda menganggap perangkat computer Anda aman hanya dengan memasang peranti lunak antivirus? Wah, jangan “pede” dulu.

Bukan hanya perangkat Anda, kaspersky saja, pemilik perangkat lunak anti virus, terkulai dihantam “malware.”

Makanya, para ahli aplikasi, mengingatkan tidak ada pengguna yang bisa terbebas dari program jahat di komputer.

Malware atau program jahat kini menyerang dengan berbagai cara unik, dan tak semuanya bisa ditangkis dengan peranti lunak. Dibutuhkan lebih dari sekadar kesadaran pengguna agar bisa terhindar.

“Sekarang celah masuknya malware ada dari mana-mana.

Nah, untuk mengatasi hal itu, pengguna disarankan untuk memakai berbagai jenis proteksi, baik dari sisi client, jaringan, hingga layanan.

Malware dan para penjahat Internet kini juga tak hanya mengincar perusahaan besar. Perusahaan keamanan siber Trend Micro mencatat, banyak perusahaan kecil atau kelas menengah yang sudah menjadi korban. Sony, Target, dan lainnya pernah menjadi korban kejahatan cyber. Tapi mereka kini bukan cuma mengincar perusahaan besar.

Agar bisa menghindari kejadian seperti itu kepada pengguna dan para pengelola jaringan di sarankan untuk membenahi strategi penerapan keamanan. Cara konvensional sudah tak lagi manjur menghadang program jahat yang semakin canggih.

Lantas di mana lagi tempat yang aman sekarang?

Anda tahu sistem komputer di perusahaan antivirus terkenal pun bisa bobol peretas.

Sebut saja Kaspersky Lab yang melaporkan bahwa sistemnya telah diretas orang tak bertanggung jawab. Penyerang diduga terkait dengan pemerintahan sebuah negara.

Tapi Kaspersky menjamin bahwa data penggunanya aman. Menurut keterangan resmi perusahaan itu, serangan lebih ditujukan kepada sistem dan properti intelektual perusahaan antivirus yang berbasis di Moskow itu.

Kaspersky menegaskan bahwa lubang tempat masuknya peretas sudah ditutup dan sistemnya dipulihkan.

Serangan ini mengindikasikan tak ada tempat yang betul-betul aman dari serangan peretas. Baru-baru ini saja kantor pemerintahan Amerika Serikat sudah dibobol peretas.

Dalam dokumen yang rinci Kaspersky mengungkapkan peretasan itu disponsori negara tertentu dengan nama “dugu.”.

Dugu adalah malware yang sudah diselidiki oleh Kaspersky sejak 2011. Ia bertindak seperti backdoor dalam sistem, untuk memfasilitasi masuknya peretas.

Penyerang mengeksploitasi celah bernama “Zero Day”, dan setelah meningkatkan statusnya menjadi Admin, malware menyebar di jaringan melalui file MSI, yang biasa dipakai admin system untuk menjalankan software pada komputer Windows yang diakses secara remote.

Kaspersky mengatakan sudah berhasil mengatasi serangan itu.

Lantas apa yang Anda lakukan untuk membentengi diri dari “bandit” dunia maya itu?

Pertama hindari konten menarik dan memancing perhatian, bisa jadi ia adalah pelaku kejahatan siber.

Tak perlulah terpancing mengunjungi link-link tak jelas di e-mail atau di timeline sosial media Anda. Apalagi link-link yang berbau syahwat, yang kerap kali menggoda untuk diklik.

Kedua, bentengi inbox e-mail Anda dengan fitur-fitur keselamatan yang disediakan provider-nya. Mulai dari penyaring spam alias e-mail sampah, sampai sistem login berlapis. Ubah juga password secara berkala dengan kombinasi yang sulit ditebak.

Aturan yang sama berlaku di sosial media. Bisa jadi amat merepotkan. Tapi yakinlah, akan lebih sangat merepotkan bila akun email dan sosmed Anda sampai direbut oleh orang lain.

Begitu pun jika dari email atau link sosmed menularkan virus alias malware ke sistem komputer atau smartphone Anda. Aktivitas apapun di komputer atau smartphone Anda bisa dipantau pelaku kejahatan dari jauh.

Akibatnya, barangkali tak cuma dokumen penting yang lenyap, Anda pun bisa kehilangan uang yang banyak saat aktivitas perbankan Anda dibobol.

Modus baru ransomware, virus penyandera dokumen, yang sedang ramai akhir-akhir ini tak kalah mengerikan. Dokumen Anda ‘diculik’ dan Anda diminta membayar sejumlah uang, tanpa jaminan bahwa dokumen itu akan kembali atau tak dibocorkan.

Ketiga, bentengi juga sistem komputer dan gadget yang terhubung ke Internet dengan antivirus yang banyak dijual di pasaran. Disarankan untuk membeli antivirus berbayar, yang pasti memiliki ramuan penangkal yang lebih mujarab dalam menghadapi trend virus yang bertebaran, ketimbang antivirus gratisan.

Rajin-rajinlah memindai sistem komputer dan gadget, barangkali ada virus yang tak sengaja hinggap.

Begitu pun saat memakai penyimpan data portabel seperti USB flashdisk atau harddisk eksternal. Makin sering dicolokkan ke komputer bukan milik Anda, makin tinggi risiko ia terpapar virus dan menulari komputer Anda. Berhati-hatilah!

Komentar