Instagram Akhirnya Buka “Lapak” Iklan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 4 Juni 2015 | 15:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Jejaring sosial berbasis foto, Instgaram, akhirnya jebol juga dengan membuka “lapak” iklan untuk segala jenis produk dan tidak lagi bertahan untuk jenis usaha tertentu seperti yang selama ini mereka jalankan.

Dengan membuka “lapak” iklan ini, Instagram bakal mengikuti cara Facebook menyediakan iklan yang ditargetkan pada profil pengguna tertentu.

Pernyataan resmi yang dipublikasikan via blog Instagram, pihak Facebook menjamin iklan yang muncul nanti tidak akan mengganggu pengalaman pengguna.

Dikutip dari laman Business Insider, iklan di Instagram rencananya akan secara resmi muncul pada musim dingin mendatang. Iklan yang muncul diklaim akan terasa lebih pribadi karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Lalu, dari mana Instagram tahu minat dan kebutuhan penggunanya?

Jawabannya adalah melalui profil akun Facebook pengguna. Ya, integrasi antara Facebook dan Instagram ini diyakini bakal mampu membantu pihak pengurus layanan untuk menentukan jenis iklan apa yang sesuai dan relevan dengan masing-masing pengguna.

“Pengguna mungkin akan melihat banyak iklan di Instagram ke depannya, tetapi iklan tersebut akan relevan dan ditargetkan sesuai dengan profil pengguna,” papar juru bicara Instagram.

Ini artinya, bila di profil Facebook Anda menuliskan hobi travelling, mungkin nanti akan banyak muncul iklan reservasi tiket atau booking hotel di tampilan Instagram Anda. Begitu pula bagi Anda yang memiliki hobi bernyanyi, nantinya akan ada banyak iklan tempat karaoke yang muncul. Begitu seterusnya.

Menurut laporan yang disampaikan pengolala Instagram, seperti dikutip dari situs resminya, iklan yang akan mereka targetkan akan didasarkan pada jenis kelamin, usia, dan negara.

Sebuah iklan yang disediakan Instagram memungkinkan konten dilempar ke situs eksternal atau toko aplikasi tertentu.

Instagram akan menyediakan tombol dengan kata-kata, misalnya “Shop Now,” “Sign up,” Learn more,” dan “Install Now.”

“Kualitas pengalaman dalam memasang iklan tetap menjadi hal yang sangat penting untuk diferensiasi kami,” kata Global Head of Business and Brand Development Instagram, James Quarles, seperti disampai lewat rilis resminya, Kamis, 04 Juni 2015.

Sejumlah merek ternama telah memakai jasa Instagram, seperti Levi’s, Banan Republic, dan Ben & Jerry.

Bukan hanya merek besar, Instagram juga mengincar para pemilik usaha kecil menengah untuk beriklan di layanannya.

Dengan begini, Instagram dinilai banyak pihak harus bersiap kehilangan pengguna loyal karena bakal banyak pengguna yang jengkel dengan kehadiran iklan yang tak diharapkan.

“Sekarang pengguna akan melihat beberapa iklan yang akan direspons langsung oleh penjual dan kita tahu bagaimana hal itu akan berlangsung,” kata Debra Aho Williamson, analis utama eMarketer.

Instagram memang sedang mencari upaya agar layanannya bisa menghasilkan uang, di tengah jumlah pengguna yang terus tumbuh mencapai dua ratus juta pengguna aktif harian secara global.

Instagram kini berada di bawah payung Facebook setelah diakuisisi pada 2012 lalu senilai satu miliar dollar.

Sejak dibeli dari Facebook beberapa tahun lalu, Instagram mulai menggenjot pendapatannya melalui iklan.

Tak cuma pemiliknya, anggota yang menggunakan layanan jejaring sosial berbasis foto dan video ini sudah mereguk untung dari Instagram.

Salah satunya adalah Danille Bernstein, fashion blogger berusia muda mengaku bahwa dirinya bisa menghasilkan lumayan banyak uang dari hasil hanya memposting foto di Instagram.

Postingan berbayar, demikian ungkapan yang biasa didengar di kalangan pengguna Instagram. Sebabnya, uang yang didapatkan oleh Bernstein berasal dari merek fashion yang ingin produknya dilihat oleh satu juta pengikutnya di Instagram.

Seperti dilaporkan oleh Harper Bazaar, Bernstein mengaku bisa menghasilkan uang dari memposting foto di Instagram.

Postingan berbayar yang mulai lumrah terjadi ini memang membuat perusahaan lebih dekat dan tepat sasaran dalam menjual produknya.

Malahan ada satu merek yang menghabiskan satu miliar dollar untuk postingan berbayar ini.

Bazaar menjelaskan bahwa rata-rata akun Instagram dengan jumlah pengikut ratusan ribu bisa mendapatkan

Meskipun Bernstein tidak akan mengatakan berapa banyak dia mendapatkan uang sekali posting, dia mengakui bahwa “itu lebih dari saya bayangkan sebagai wanita berusia muda.”

insider, blog instagram dan reuter

Komentar