Zarco Tak Mungkin Gantikan Valentino Rossi

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 Maret 2018 | 09:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Johann Zarco akan menggantikan Valentino Rossi di Movistar Yamaha?

Rumor itu langsung dijawab oleh bos Yamaha Tech3, Herve Poncharal, dimana Zarco bergabung, tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

“Tak ada tempat bagi Johann Zarco di tim Movistar Yamaha,” ujar. Poncharal seperti dikutip “crash,” hari ini, Senin, 12 Maret.

Poncharal  mengatakan Zarco tidak akan menggantikan Valentino Rossi dan membalap dengan tim pabrikan Yamaha pada MotoGP musim depan.

Zarco dalam posisi sulit setelah Tech3 memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Yamaha dan bergabung dengan KTM

Keputusan itu membuat ambisi Zarco menjadi pebalap tim pabrikan Yamaha semakin sulit.

Tech3 hampir pasti akan kehilangan Zarco pada musim depan karena KTM bukan tim pabrikan yang menjadi incaran pebalap asal Perancis itu untuk diperkuatnya.

Tapi, Poncharal meyakini Zarco tidak akan bisa menjadi pebalap pabrikan Yamaha karena Rossi belum akan pensiun.

Rossi belakangan dikabarkan ingin memperpanjang kontrak dengan Yamaha hingga dua musim mendatang

Sementara Maverick Vinales sudah memperpanjang kontrak dengan

“Sejak musim lalu selesai, saya selalu katakan jika Zarco tidak menjadi tim pabrikan pada musim nanti, maka ada yang salah dengan olahraga ini. Dia jelas pantas mendapatkannya,” ujar Poncharal dikutip dari Motorsport.

“Tapi, jelas hal itu tidak akan terjadi bersama Yamaha. Saya pikir dia punya mimpi kalau Vinales akan pindah atau Rossi memutuskan pensiun lebih awal. “

“Meski Rossi belum mengumumkan perpanjangan kontrak, tapi sudah bukan rahasia lagi kalau dia akan bertahan. Jadi tidak ada ruang untuk Zarco di Yamaha,” sambungnya.

Poncharal sendiri masih berharap Zarco bertahan di Tech3, meski menyatakan pebalap dua puluh tujuh tahun itu sedang mencari opsi lain untuk MotoGP.

“Zarco dan manajernya, Laurent Fellon, akan mencari opsi lainnya. Tapi, kami masih berharap dia bertahan dan ada kemungkinan dia bertahan. Saya akan biarkan dia memutuskan dan tidak mau memaksanya,” ucap Poncharal.

Sementara itu pebalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco sendiri  mengakui bahwa dirinya jadi lebih populer musim lalu bukan hanya kemampuannya di lintasan melainkan juga karena sering dikomentari oleh Valentino Rossi.

Zarco dan Rossi sempat berdebat sengit karena Rossi tak suka dengan manuver Zarco yang dianggap membahayakan.

Di lain waktu, Rossi juga mengakui bahwa Zarco adalah salah satu pebalap yang tampil cepat di lintasan.

“Dia membandingkan saya dengan Verstappen. Ketika Rossi berbicara, mereka semua mendengar. Rossi jelas membuat pebalap lainnya menjadi terkenal.”

“Pada awalnya ia berkata bahwa saya masih memegang gaya balap Moto2 kemudian ia berkata bahwa saya adalah salah satu pebalap tercepat”

“ Setiap Rossi membicarakan saya, baik negatif maupun positif, popularitas saya meningkat,” ucap Zarco dalam wawancara dengan L’Equipe seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Zarco berhasil mencatat prestasi yang bagus di musim debutnya di MotoGP. Ia berhasil jadi rookie terbaik dengan finis di nomor urut keenam pada akhir musim.

Zarco bahkan mengakhiri musim dengan posisi lebih tinggi dibandingkan pebalap Ducati, Jorge Lorenzo.

Kegemilangan Zarco di musim 2017 membuat dirinya jadi salah satu kandidat kuat pengganti Valentino Rossi setelah The Doctor pensiun di Yamaha.

Saat ini, Rossi sendiri belum memutuskan masa depannya di MotoGP seiring kontraknya yang berakhir

Dalam salah komentarnya Rossi secara bercanda mengatakan bahwa Zarco tak pernah menggunakan rem kala membelap.

Valentino Rossi punya kesan khusus terhadap  Zarco, sepanjang mereka berduel tahun ini.

Zarco yang jadi juara Moto2 dalam dua musim beruntun,  berhasil tampil brilian di musim debutnya di kelas primer.

Ia bisa bersaing dengan pebalap papan atas seperti Marc Marquez, Rossi, hingga Jorge Lorenzo.

Aksi-aksi Zarco dalam duel satu lawan satu juga sering mengundang pujian. Meski ia hanya menunggangi tim satelit, Yamaha Tech3, Zarco bisa mengimbangi performa pebalap-pebalap lainnya.

“Max Verstappen dan Zarco memiliki kesamaan, yaitu keduanya tak pernah menggunakan rem,” kata Rossi seperti dikutip dari GPOne.

“Kalian harus pindah dari belakang dan pindah ke sisinya karena situasi akan bahaya dan kalian berdua bersama Zarco akan berakhir dengan keluar lintasan,” tutur The Doctor menambahkan.

Rossi sendiri sudah dua puluh tahun berkiprah di dunia balap grand prix. Musim ini  jadi momen penting bagi pebalap asal Italia itu.

Bila masih kompetitif, maka Rossi bisa memutuskan untuk melanjutkan karier di tahun depan.

Rossi mengaku cukup khawatir dengan kehidupannya usai pensiun dari MotoGP karena tak pernah lepas dari dunia balap.

Komentar