Yamaha Akui Faktor Kepergian Lorenzo

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 30 Desember 2017 | 09:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Kegagalan skuat Yamaha Movistar merebut gelar juara dunia MotoGP musim lalu seolah mencuatkan sekelumit spekulasi.

Salah satunya yang terkait permasalahan yang mendekap tim yang diperkuat Valentino Rossi tersebut.

Melorotnya prestasi tersebut seakan kian menandai pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir bahwa pebalap Yamaha tidak finis di dua peringkat teratas.

Tak hanya itu, nama Jorge Lorenzo kerap dikaitkan soal pencapaian Yamaha Movistar musim ini

Bos tim Yamaha Movistar, Lin Jarvis mengatakan bahwa timnya tetap akan menghadapi masalah yang sama pada musim ini meski tetap menempatkan Jorge Lorenzo sebagai pembalap.

Ketika ditanya apakah timnya kehilangan sosok Lorenzo, Jarvis mengatakan bahwa hal yang sama pun akan tetap terjadi meski bersama pebalap asal Spanyol itu.

“Apakah kami kehilangan Lorenzo? Tidak. Tentu saja kami memiliki hubungan yang panjang dengan Lorenzo. Dia memenangi tiga gelar bersama kami, jadi kami memiliki banyak kenangan indah tentang Lorenzo dan kami masih melihatnya di lintasan balap,” ungkap Lin Jarvis seperti dilansir Crash.

“Saya pikir kami akan mengalami masalah yang sama dengan yang kami hadapi dengan atau tanpa Lorenzo. Saya merindukannya pada tingkat sosial, tetapi saya tidak berpikir dalam hal performa,” tambah Jarvis.

Setelah sembilan musim di Yamaha, Lorenzo yang pernah menjadi juara MotoGP selama tiga kali memutuskan pindah Ducati awal musim ini.

Dia digantikan oleh Maverick Vinales yang sebelumnya membalap untuk tim Suzuki.

Kebersamaan panjang Yamaha dengan Jorge Lorenzo berakhir tahun lalu

Setelah sembilan tahun menungggangi motor produksi tim asal Jepang, pada awal tahun lalu pebalap Spanyol itu pindah ke Ducati.

Tanpa Lorenzo, Yamaha yang mengandalkan Maverick Vinales dan Valentino Rossi gagal mewujudkan gelar juara dunia.

Di persaingan antar pebalap, duo tim garpu tala kalah bersaing dengan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. Yamaha pun kalah dari Honda di klasmen pabrikan.

Bos tim Yamaha, Lin Jarvis, membantah kepergian Lorenzo memengaruhi performa tim pada musim lalu.

“Apakah kami begitu kehilangan dia? Tidak. Kami memang memiliki hubungan yang lama dengan Jorge, dia meraih tiga gelar juara bersama kami, jadi kami memiliki kenangan mengenai Jorge dan kami masih berjumpa dengannya di paddock,” ujar Jarvis seperti dikutip dari motorsport.com.

“Saya rasa kami juga akan menemui masalah yang sama dengan atau tanpa Jorge. Secara sosial saya kehilangan dia, tapi tidak secara performa. Apa yang kami lakukan bersama Jorge sangat luar biasa, tetapi sekarang kami berada di jalur yang berbeda dan itu tidak masalah,” sambung Jarvis.

Orang nomor satu di tim Yamaha itu mengapresiasi capaian Vinales yang mengakhiri musim di peringkat ketiga.

Menurut Jarvis, pebalap muda itu bisa meraih hasil yang lebih baik jika didukung motor yang lebih mumpuni.

Musim lalu Lorenzo gagal bersaing di papan atas.

Musim pertama mengendarai Ducati Desmosedici, Lorenzo hanya menempati peringkat ketujuh.

Sementara itu, Jorge Lorenzo mengungkapkan masih butuh masa adaptasi dengan Ducati

Musim lalu, Jorge Lorenzo menjalani musim balap paling kelam di balap MotoGP.

Sejak tampil di balap motor kelas primer  Lorenzo selalu mengakhiri musim di zona empat besar.

Bertepatan dengan musim pertamanya membela tim Ducati, Lorenzo harus puas finis di peringkat ketujuh

Kendati mengalami nasib ternahas dalam kariernya, dan  siap bangkit pada musim depan.

Berbekal tiga kali berada di podium musim balap lalu, yang dua di antaranya diraih pada akhir musim, Lorenzo mengincar podium pertama sekaligus gelar juara dunia musim depan.

“Tahun pertama adalah tahun adaptasi dengan tim. Motor baru, jenama baru, semua baru. Ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Saya memiliki perasaan baik pada bagian terakhir musim lalu karena kami melakukan perubahan di akhir musim,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.com.

Sebelum pindah ke Ducati, Lorenzo lekat sebagai andalan tim Yamaha. Pebalap Spanyol itu meraih tiga gelar juara dunia selama sembilan tahun di pabrikan asal Jepang.

“Saya berharap proses adaptasi yang telah kami lakukan di tahun ini akan meningkat di tahun depan. Saya juga akan mencoba meraih kemenangan pertama bersama Ducati dan tentu saya akan berjuang untuk mencoba meraih gelar juara MotoGP, meskipun kita tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi dalam olahraga ini,” sambungnya

Komentar