Tekad Rossi, Menangi Gelar Kesepuluhnya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Maret 2018 | 08:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi mengenyampingkan faktor usia tua dan bertekad akan memenangi lomba MotoGP musim ini, sebagai gelar kesepuluhnya.

Pada musim balapan tahun ini Rossi menggenapi usianya tiga puluh sembilan tahun.

Di usianya gaeknya itu  Rossi masih terobsesi meraih gelar juara dunia kesepuluhnya pada

The Doctor kali terakhir meraih gelar juara dunia MotoGP sembilan tahun yang lalu

Tahun lalu Rossi gagal mempertahankan gelar juara dunianya karena harus absen selama empat seri akibat cidera. Ia mengalami kecelakaan cukup parah di Sirkuit Mugello, Italia.

kibat absen itu, Rossi harus merelakan gelar juaranya jatuh kepada rekannya Jorge Lorenzo. Rossi mengakhiri balapan di musim lalu dengan berada di posisi kelima.

Posisi tersebut menjadi yang terburuk selama bersama Yamaha dan Honda. Sebelumnya Rossi tidak pernah terlempar lebih dari posisi keempat.

‘Usia hanyalah cara pandang kita terhadap sesuatu. Jika Anda tidak keberatan, itu bukanlah masalah.’

Kutipan sastrawan Amerika Mark Twain tersebut cocok ditujukan kepada Valentino Rossi. Jelang MotoGP 2018, di usia yang kebanyakan pebalap telah memilih untuk pensiun, Rossi masih bersikeras mewujudkan mimpi gelar kesepuluhnya.

“Umur bukanlah masalah, motivasi adalah kuncinya,” ujar pebalap yang baru saja merayakan ulang tahun ketiga puluh sembilan ada Februari lalu kepada Cycleworld.

Dikutip dari motogp.com, Rossi menderita patah tulang dua kali Namun itu tidak mengurangi kecintaannya pada dunia balapan.

Siapa pun yang meragukan kemampuannya di musim ini perlu melihat semangatnya yang mampu finis di posisi lima besar MotoGP Aragon pada September lalu. Momen itu hanya berselang dua puluh empat hari setelah insiden cedera kaki kanannya.

Di sisi lain, performa naik-turun motor YZR-M1 juga menjadi perbincangan karena tidak mampu memenuhi keinginan Rossi sebagai pebalap. Rossi dikabarkan belum puas dengan performa motor tersebut selama balapan pramusim.

Ia meminta pembenahan pada perangkat elektronik pada motor YZR-M1 terakhir kali memenangkan balapan di MotoGP pada seri Assen, Juni lalu.

Rossi mencatatkan hasil yang kurang baik pada tes pramusim di Malaysia dan Thailand.

Meskipun demikian, performa Rossi cukup mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan finish di posisi kedua di Qatar, walaupun sempat terjatuh dari motor.

Musim sekarang kemungkinan besar akan menjadi kesempatan terakhir Rossi untuk meraih gelar kesepuluh MotoGP.

Sejauh ini, kontrak Rossi bersama tim Yamaha hanya berlaku hingga akhir musim ini. Berbeda dengan rekan setimnya, Maverick Vinales yang telah terikat hingga dua tahun kedepan bersama Yamaha.

Masa depan Rossi di MotoGP menjadi pertanyaan setelah banyak pihak memprediksi ia akan pensiun di akhir musim nanti.

Rossi belum menandatangani perpanjangan kontrak meskipun Yamaha telah memberikan penawaran perpanjangan dua tahun hingga dua msim berikutnya

Kepastian masa depan karier Rossi di MotoGP akan ditentukan setelah melihat hasil tiga seri MotoGP .

“Mari kita lihat hasil tes pramusim dan tiga seri pertama di Qatar, Argentina, dan Texas. Apabila saya kompetitif, saya akan lanjut,” ucap Rossi.

Perburuan gelar kesepuluh Rossi di MotoGP akan segera. Ia akan memulai perjuangannya di MotoGP di sirkuit Losail, Qatar.

Sementara itu, mantan pebalap Superbike asal Inggris, Neil Hodgson, memuji Valentino Rossi seperti tokoh fiksi Peter Pan.

Hodgson mengaku tidak pernah menemukan sosok pebalap MotoGP seperti Rossi.

Rossi kembali akan menjadi pebalap tertua di MotoGP, yang akan dimulai di Sirkuit Internasional Losail, Qatar,. The Doctor akan tampil musim ini di usia gaek.

Hodgson menganggap Rossi sebagai pebalap MotoGP yang unik. Pengoleksi enam belas kemenangan di ajang Superbike itu mengatakan Rossi terlihat seperti tidak pernah menua di atas sepeda motor.

“Rossi berbeda dari pebalap lain yang pernah saya temui di dunia ini. Dia seperti Peter Pan, tidak pernah menua. Dia meninggalkan sekolah dan kemudian menjadi pebalap profesional di usia 16,” ujar Hodgson kepada Starsport.

“Dia bepergian bersama ayahnya, sahabat, dan tidak pernah menikah atau memiliki anak. Hidup Rossi seperti, bukan seperti anak kecil karena itu terdengar tidak menghormati, tidak pernah tua. Dia sudah tua, tapi tidak terlihat tua. Dia seperti muda,” sambung Hodgson.

Rossi hingga kini belum memperpanjang kontrak dengan Movistar Yamaha dan pebalap asal Italia itu berpeluang pensiun usai MotoGP tahun ini. Terlebih jika Rossi merasa tidak kompetitif menunggangi sepeda motor M1 Yamaha.

Hodgson tidak percaya Rossi akan pensiun usai MotoGP

Eks pebalap yang juga menjadi komentator MotoGP di BT Sport itu menganggap Rossi masih sangat berambisi merebut gelar juara dunia kesepuluhnya.

“Selama Rossi masih menikmati apa yang dia lakukan, dia akan lanjut. Gaya hidupnya bukan hanya balapan, tapi hasil balapan adalah candu baginya. Bagi Rossi, jika dia bisa tampil cepat, maka dia merasakan adrenalin,” ucap Rossi.

MotoGP  ini menjadi musim kedua puluh tiga Rossi di ajang balap motor Grand Prix. Mantan pebalap Repsol Honda dan Ducati itu sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia.

Komentar