Teka Teki Vinales Belum Lagi Berakhir

Penulis: Darmansyah

Jumat, 13 Mei 2016 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Heboh jagad MotoGP mengenai rencana Movistar Yamaha merekrut Maverick Vinales untuk menggantikan posisi Jorge Lorenzo sebagai tandem Valentino Rossi musim mendatang belum usai bersamaan dengan makin rumitnya “teka-teki”  antara iya dan tidak dari pebalap Ecstar Suzuki itu.

Seperti ditulis “crash,” Jumat, 13 Mei 2016, walaupun Vinales tetap bertahan, Suzuki akan tetap menimang kemungkinan membuat tim satelit

Spekulasi baru untuk status Vinales ini kembali dihembuskan  legenda Suzuki, Kevin Schwantz, yang meyakini bahwa Suzuki Ecstar wajib mengincar Andrea Iannone sebagai antisipasi perginya Maverick Vinales ke Movistar Yamaha musim depan.

Pernyataan Schwantz ini dimuat Motorsport, Jumat, 13 Mei 2016.

Masa depan Iannone bersama Ducati Corse kini tengah tak jelas, setelah Jorge Lorenzo dipastikan akan menjadi rider utama tim musim depan.

Namun, Schwantz yakin The Maniac –julukan Iannone– tetap merupakan rider yang hebat, hanya potensinya memang masih harus terus diasah.

“Saya rasa Andrea masih punya tahun-tahun terbaik di hadapannya.”

“ Saya lebih memilih rider yang berkendara dengan segenap karakter dan hatinya, dan tugas manajer tim adalah mengawasinya dan memberinya engineer yang tenang dan kompeten. Dan saya pikir Andrea adalah rider yang hebat, hanya memang potensinya masih harus terus diasah,” papar Schwantz.

Schwantz pun meyakini, Iannone akan menjadi tandem yang baik untuk Aleix Espargaro, yang diperkirakan akan menandatangani perpanjangan kontrak dengan Suzuki.

Schwantz yakin, Iannone akan belajar dari Espargaro yang lebih berpengalaman mengaspal di premier class.

“Jika Vinales pergi, harusnya ‘kasta’ Aleix akan naik. Aleix sebenarnya punya kemampuan hebat dan ia akan memimpin tim setahun ke depan.”

“ Selain itu, jika Anda membawa rider seperti Andrea, maka Aleix tandem yang baik bagi rider muda untuk belajar. Usia mereka sama, tapi pengalaman Aleix jauh lebih banyak di MotoGP. Jadi Andrea bisa belajar darinya,” pungkas sang legenda.

Schwantz,  juga meyakini Maverick Vinales merupakan sosok ‘leader’ yang ideal untuk Suzuki Ecstar.

Schwantz pun yakin, Vinales tak perlu hijrah ke Movistar Yamaha tahun depan demi mengejar ambisi konsisten naik podium dan gelar juara dunia.

Schwantz yakin Suzuki dan Vinales bisa tumbuh bersama dan bahkan menyaingi pabrikan-pabrikan yang lebih superior Yamaha, Honda dan Ducati di masa mendatang. Schwantz pun menyatakan kalau Suzuki harus melakukan apapun agar Vinales tetap bertahan.

“Suzuki vakum selama beberapa tahun, dan kini sudah kembali selama setahun lebih. Vinales berada di tahapan yang sama, dan ini barulah musim keduanya.”

“Melihat level Suzuki sekarang, Suzuki harus membayar Mack dengan harga yang sangat layak agar ia mau bertahan. Toh, Suzuki sudah mengembangkan motor yang cocok dengannya,” celoteh Schwantz, seperti dimuat Motorsport.

“Saya membandingkan ini dengan situasi saya dulu. Haruskah Suzuki membawa Eddie Lawson atau Wayne Gardner demi mengembangkan motor untuk saya karena mereka berpengalaman? Tidak, karena Suzuki telah menaruh kepercayaan pada rider muda yang sudah terbukti konsisten, cepat dan punya mental yang kuat. Setelahnya, barulah mereka bisa memutuskan siapa rider kedua mereka,” urainya.

Schwantz  juga meramalkan Espargaro akan gemilang jika Vinales benar-benar hengkang dari Suzuki akhir musim ini.

Ia menilai sosok Andrea Iannone lah yang pantas menjadi rekan setim Espargaro musim depan. Menurutnya, kedua pembalap ini akan saling melengkapi dan dapat bekerja sama dengan baik.

“Jika Maverick hengkang, Aleix berpotensi tampil lebih gemilang. Dia adalah pembalap yang memiliki potensi dan perkembangannya sangat baik sejauh ini,” tutur Schwantz

“Iannone cocok menjadi rekan setimnya. Usia mereka tidak berbeda jauh, tetapi Aleix memiliki lebih banyak pengalaman. Jadi Iannone dapat belajar darinya,” tambahnya.

Komentar