close
Nuga Sport

Sindiran “Kocak” Rossi untuk Marquez

Pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi melakukan gerakan lucu untuk menyindir Marc Marquez usai balapan MotoGP Qatar

Rossi menganggap Marquez tidak mungkin bisa mengalahkan Andrea Dovizioso di tikungan terakhir.

MotoGP Qata di Sirkuit Internasional Losail menyisakan cerita menarik.

Salah satunya, Rossi tertangkap kamera menyindir Marquez ketika juara bertahan MotoGP itu menjelaskan manuver tikungan terakhir pada balapan di Sirkuit Losail.

Ketika Marquez berbicara kepada media di konferensi pers, Rossi memanggil Dovizioso dan seakan mengatakan, “Tidak mungkin dia mengalahkan kamu di tikungan terakhir, karena dia selalu melebar.”

Rossi berbicara kepada Dovizioso sambil menggerak-gerakan tangannya, membuat gesture Marquez melebar di tikungan terakhir. Dovizioso pun hanya bisa tertawa melihat sikap Rossi.

Rossi sendiri menikmati jalannya persaingan Dovizioso dengan Marquez di MotoGP Qatar.

The Doctor mengaku sempat berharap Dovizioso dan Marquez melakukan kesalahan di tikungan terakhir.

“Rencana saya adalah terus mendekat dengan mereka, karena saya tahu Marquez akan coba menyalip Dovizioso di tikungan terakhir, dan jika mereka melebar saya bisa memanfaatkannya,” ujar Rossi.

“Tapi, saya terlalu jauh dengan mereka, dan Dovizioso dan Marquez tidak kehilangan banyak waktu. Tapi, itu pertunjukan yang bagus dari belakang,” sambung Rossi.

Rossi sendiri finis berhasil meraih podium ketiga di MotoGP Qatar. Sementara podium pertama diraih Dovizioso yang mengalahkan Marquez di tikungan terakhir.

Dovizioso sebelumnya juga mengalahkan Marquez di tikungan terakhir pada balapan MotoGP Austria dan MotoGP Jepang musim lalu.

“Jika saya tidak mencobanya, saya tidak akan bisa tidur. Saya mencobanya, meski itu mustahil. Sekarang saya bisa tidur dengan nyenyak,” ujar Marquez terkait manuver di tikungan terakhir MotoGP Qatar.

Seri kedua MotoGP 2018 akan berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, pada 8 April mendatang.

Selain itu Rossi tak memungkiri adanya  cibiran negatif yang menyebutnya terlalu tua untuk bertahan di MotoGP.

Namun, ia berjanji akan membuktikan diri di lintasan balap.

Kendati sudah menginjak usia 39 tahun, Yamaha resmi memperpanjang kontrak Rossi hingga dua musim kedepan. Sebagian orang menyebut ini merupakan keputusan yang salah.

“Ketika ada berita pembaruan kontrak, memang benar ada seseorang yang mengatakan saya terlalu tua,” kata Rossi seperti dikutip Autosport.

Akan tetapi, Rossi membuktikan dirinya masih mampu bersaing di level top MotoGP usai meraih podium ketiga di MotoGP Qatar

“Yang penting, apa yang terjadi di lintasan. Saya percaya, karena saya tahu saya masih bisa melaju dengan cepat.”

“Masalah terbesar saat kita menua adalah masalah fisik. Tetapi saya percaya bila porsi latihan keras yang rutin saya lakukan lebih dari 10 tahun yang lalu akan membuat saya tetap bisa kompetitif hingga akhir,” tuturnya.

Rossi berhasil meraih tempat ketiga di bawah Andrea Dovizioso dan Marc Marquez yang berada di posisi pertama dan kedua pada MotoGP Qatar di Sirkuit

Semula, Rossi berencana akan memutuskan masa depannya di MotoGP usai balapan ketiga MotoGP untuk mengetahui apakah dirinya masih bisa tampil kompetitif.

Juara dunia Grand Prix sembilan kali itu mengaku sempat tidak yakin akan memperpanjang kontrak dengan Yamaha dan bertahan di MotoGP. Namun, Rossi mengubah keputusannya jelang balapan di Qatar.

Rossi mengaku motornya sudah mengalami perbaikan namun masih kalah bersaing dengan dua pebalap yang musim lalu menempati peringkat satu dan dua di klasemen akhir 2017, Marc Marquez dan Andrea Dovizioso, yang juga menempati peringkat dua besar di MotoGP Qatar.

Motor dapat dikendarai dengan baik, sama baiknya ketika di tikungan maupun ketika mengubah arah dengan menggunakan berat badan, ini cepat dan reaktif,” ujar Rossi seperti dilansir dari Tuttomotoriweb.

“Kami harus terus melakukan perbaikan, karena dalam masalah akselerasi kami masih merasa rendah diri dibanding Marquez dan Dovi. Kami harus membenahi masalah itu, memang ini merupakan masalah lama. Kami berharap dapat memperbaikinya dan dapat mengimbangi mereka,” lanjut pengoleksi sembilan gelar juara dunia.

Pada balapan di MotoGP Qatar, Rossi kalah cepat sekitar 0,7 detik dari pebalap Ducati dan Honda tersebut.

Kendati tertinggal dari Dovizioso dan Marquez, The Doctor tetap merasa senang dengan keberhasilan timnya menanggulangi masalah teknis.

Rossi juga merasa gembira dapat melewati Johann Zarco yang menjadi pole seater pada balapan di MotoGP Qatar sehingga bisa menembus peringkat tiga besar dan menyamai capaiannya di Losail musim lalu.

Rossi dan Tim Movistar Yamaha masih memiliki waktu hingga Minggu pertama April mendatang sebelum menjalani balapan kedua di MotoGP Argentina yang berlangsung di sirkuit Termas de Rio Hondo.

Sirkuit  itu sempat disebut Rossi sebagai salah satu lintasan favoritnya karena memiliki desain yang menarik.

Musim lalu Rossi berada di peringkat kedua pada MotoGP Argentina di bawah Maverick Vinales, sementara Dovizioso dan Marquez gagal finis karena mengalami kecelakaan

Tags : slide