close
Nuga Sport

“Saya Tak Akan Melakukan Kesalahan di Aragon”

Valentino Rossi berupaya tidak melakukan kesalahan, walau pun kecil, untuk dapat meraih gelar kesepuluhnya di MotoGP. Pebalap asal Italia itu mengerti betul bahwa lima balapan terakhir, termasuk MotoGP Aragon, Spanyol, Minggu malam WIB, 27 September 2015, krusial dalam perburuannya merebut gelar juara dunia.

“Seperti yang telah saya sering katakan, setiap balapan kini memiliki artinya masing-masing,” ujar Rossi seperti dilansir Crash.net, Sabtu, 26 September 2015.

“Masih ada lima balapan hingga akhir musim nanti. Saya tidak tahu apakah itu merupakan jumlah yang banyak atau tidak, karena tergantung pada sudut pandang masing-masing. Tapi saya tahu persis penting untuk memenangi balapan-balapan itu.”

Sirkuit Aragon yang akan menjadi arena persaingan Rossi dengan rekan setimnya, Lorenzo, bukanlah merupakan sirkuit yang asing bagi pebalap tim Yamaha Movistar itu.

Sirkuit itu merupakan tempat latihan Yamaha di Spanyol baru-baru ini, sehingga kedua pebalap relatif mengenal baik kondisi dan kontur sirkuit tersebut.

“Aragon adalah tempat di mana kami melakukan sejumlah tes beberapa pekan lalu. Hasilnya positif, tapi Jorge juga sangat cepat di sirkuit ini,” ujar Rossi melanjutkan.

Kendati merasa optimistis, MotoGP Aragon merupakan tantangan tersendiri bagi Rossi.
Bagi Valentino balapan di Spanyol itu merupakan seri MotoGP yang belum pernah berhasil dimenanginya.

Selain itu, musim lalu Rossi juga memiliki kenangan buruk di Aragon setelah ia gagal menyelesaikan balapan karena kecelakaan dan bahkan sempat masuk rumah sakit.

Namun, sejak kecelakaan itu Rossi berhasil bangkit dan selalu naik podium pada balapan-balapan selanjutnya. Rekor itu baru terhenti di San Marino dua pekan lalu, setelah ia melakukan blunder dengan menunda masuk pitstop dan akhirnya finis di peringkat kelima.

“Pekan ini akan menjadi pekan yang menantang. Kami harus bekerja keras dari hari pertama dan semoga data yang kami dapatkan dari sesi latihan akan berguna bagi kami. Saya juga merasa baik dan kami siap untuk kembali naik podium.”

Tentang pernyataan Rossi itu, rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, memuji penampilan sang rekan yang masih memuncaki klasemen MotoGP 2015.

“Vale menjadi pebalap tercepat ketiga musim ini, tapi dia sangat impresif di setiap seri,” kata Lorenzo.
.
Lorenzo menjadi pesaing terdekat Rossi di klasemen sementara MotoGP musim ini dan terpaut dua puluh tiga poin dari lima seri yang tersisa.

Seperti dikutip dari Motorsport, Lorenzo mengaku kagum dengan penampilan Rossi musim ini. Pebalap asal Spanyol itu mengatakan, Rossi mampu memuncaki klasemen MotoGP 2015 meski bukan menjadi pebalap tercepat di atas sirkuit.

Lorenzo mengklaim sebagai pebalap yang tercepat di MotoGP 2015, sementara Rossi hanya menjadi tercepat ketiga di belakang Marc Marquez (Repsol Honda).

“Sepanjang musim ini, saya lebih cepat daripada Rossi di trek kering. Rossi menjalani musim yang luar biasa. Dia mampu memaksimalkan penampilan dan motornya,” ujar Lorenzo.

“Itu kenapa, meski dia hanya menjadi pebalap tercepat ketiga, dia mampu memimpin klasemen. Dia salah satu pebalap yang bisa diandalkan di atas sirkuit.”

Lorenzo masih percaya diri bisa menggeser posisi Rossi dari puncak klasemen MotoGP 2015 di lima seri tersisa. Namun, Lorenzo tidak bisa memungkiri Rossi masih jadi pebalap favorit sebagian besar penggemar MotoGP.

“Jika Anda harus bertaruh untuk pebalap, Anda pasti akan memilih Rossi, karena dia paling berpengalaman,” tegas Lorenzo.

Lorenzo akan kembali berusaha memperpendek jarak dengan Rossi di puncak klasemen saat tampil di MotoGP Aragon akhir pekan ini.

Persaingan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015 akan dimulai lagi di Sirkuit Aragon, Spanyol, Minggu malam WIB. Statistik lebih berpihak ke Lorenzo untuk memenangi MotoGP Aragon.

Aragon menggelar ajang balap motor Grand Prix untuk kali pertama padalima tahun lalu, dan menjadi sirkuit keenam yang menjadi tuan rumah Grand Prix di Spanyol setelah Jerez, Katalonia, Jarama, Montjuich, dan Valencia.

Lorenzo memiliki peluang lebih besar untuk merebut kemenangan di Aragon akhir pekan ini.

Selain Lorenzo berstatus sebagai juara bertahan MotoGP Aragon, seperti dikutip dari situs resmi MotoGP, pebalap asal Spanyol selalu meraih kemenangan di Aragon dalam tiga musim terakhir.

Statistik di Aragon tidak berpihak ke Rossi, karena pebalap yang dijuluki The Doctor itu tidak pernah meraih kemenangan di Aragon. Bersama Sirkuit Austin, Aragon merupakan sirkuit dalam kalender MotoGP 2015 yang belum pernah ditaklukkan Rossi.

Sementara itu, Valentino Rossi, belum mau membicarakan gelar juara dunia.

Menurut pebalap asal Italia itu masih ada lima balapan tersisa, yang memungkinkan Lorenzo mampu mengejar dan membalikkan keadaan.

“Tentunya dua puluh tiga poin merupakan keuntungan besar di lima balapan tersisa. Tetapi saya masih harus memenangi setiap balapan atau setidaknya naik podium, karena Jorge masih memiliki potensi untuk memenangi semuanya,” ujar Rossi seperti dilansir Crash.net.

Tak hanya itu, Rossi juga belum menutup kemungkinan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, meramaikan persaingan menuju juara dunia MotoGP musim ini.

Kendati jarak antara Marquez dan Lorenzo di peringkat kedua cukup jauh –empat puluh poin, Rossi menganggap pebalap asal Spanyol itu secara matematis masih berada dalam persaingan.

“Bagi saya, untuk saat ini posisi Marquez cukup jauh,” ujar Rossi. “Tapi Marquez masih berada dalam persaingan hingga ia secara matematis telah tersingkir. Jadi kami harus tetap memperhitungkannya.”

Namun, sirkuit Aragon bukan salah satu sirkuit yang bersahabat untuk Rossi.

Tags : slide