“Saya Bisa Belajar dari Rossi di Yamaha”

Penulis: Darmansyah

Minggu, 18 September 2016 | 10:38 WIB

Dibaca: 1 kali

Didera isu dan spekulasi akan terjadinya ketidakcocokannya dengan Valentino Rossi di Movistar Yamaha, pada musim depan,  pebalap Ducati yang akan menjadi tandem “the doctor,”  Maverick Vinales, yakin duetnya bersama Valentino Rossi di Movistar Yamaha dua musim ke depan akan berjalan sukses.

Vinales mengaku akan belajar banyak dari The Doctor.

Vinales akan menggantikan peran Jorge Lorenzo di Movistar Yamaha setelah juara dunia MotoGP tiga kali itu memilih hengkang ke Ducati.

Vinales akan menjadi rekan setim Rossi di MotoGP  dalam dua musim.

Vinales mengaku yakin hubungannya dengan Rossi akan berjalan dengan lancar di Yamaha.

Tidak seperti pebalap asal Spanyol lainnya, seperti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, Vinales tidak pernah memiliki masalah dengan Rossi.

“Hubungan kami bagus. Kami cukup bersahabat. Begitu juga di atas trek, kami pebalap yang ketika kalah, bisa menerima kalau pebalap lain tampil lebih baik,” ujar Vinales kepada Visor Down, Minggu, 18 September 2016.

“Kami berdua pebalap yang tenang, dan saya pikir sebagai rekan setim, duet kami akan bekerja dengan baik,” sambung pebalap yang musim ini masih memperkuat Suzuki tersebut.

Vinales mengatakan belajar banyak dari rekan setimnya di Suzuki, Aleix Espargaro, sejak promosi ke kelas MotoGP pada tahun silam

Pebalap asal Spanyol ini berharap bisa mendapat banyak ilmu dari Rossi dalam dua musim ke depan.

“Rossi lebih berpengalaman daripada Aleix, jadi saya berpikir saya bisa belajar banyak dari cara kerja Rossi,” ucap Vinales.

Ketika ditanya siapa pebalap favoritnya sepanjang masa, Vinales dengan cepat mengatakan, “Rossi.”

“Kenapa? Itu karena dia sudah tampil sangat lama di olahraga ini dan selalu sukses. Ketika waktu berubah dan gaya membalap berkembang signifikan, dia masih berada di posisi atas. Kariernya sangat hebat,” ujar Vinales.

Berpartner dengan Rossi merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh Vinales.

Maklum, pebalap asal Spanyol itu sejak kecil memang sudah mengagumi The Doctor, pengoleksi sembilan titel kejuaraan dunia balap motor grand prix.

“Valentino adalah pebalap favorit saya.”

“Mengapa?”

“Karena dia sudah membalap selama bertahun-tahun, tapi tetap hebat. Waktu terus berganti dan level persaingan semakin meningkat, tapi dia masih ada di puncak. Hal itu sungguh luar biasa,” kata Vinales dalam wawancara eksklusif dengan Visordown.

Vinales mengaku memiliki hubungan yang hangat dengan Rossi. Karena itu, juara dunia Moto3 2013 tersebut yakin bakal membentuk duet maut di Yamaha.

“Relasi kami cukup baik. Kami juga bersahabat di dalam dan di luar trek. Ketika kalah, saya menerima fakta bahwa pebalap lain memang lebih baik. Kami sama-sama kalem, jadi saya rasa kerja sama kami akan berjalan lancar,” ujar Vinales.

Sementara itu pebalap Repsol Honda yang kini berada di puncak klasemen Marc  Marquez menyatakan, posisinya belum aman dari ancaman Rossi, dan juga Jorge Lorenzo

Buktinya, Marquez selalu finis di belakang Rossi pada empat seri terakhir.

Meski demikian, selisih poin yang ia miliki terhadap Rossi masih cukup besar.

Seolah tak ingin peluang jadi juara dunia MotoGP musim ini pupus, Marquez memilih untuk tetap waspada terhadap Rossi.

“Rossi adalah rival utama saya saat ini karena dia ada di posisi kedua.”

“Rossi jelas harus sangat saya waspadai karena dia memiliki banyak pengalaman, jam terbang, dan telah melewati banyak situasi hebat di MotoGP ini,” tutur Marquez kepada Marca.

Selain Rossi, Marquez juga tak mau mencoret nama Lorenzo dari daftar rivalnya.

“Saya tak akan benar-benar melupakan Jorge Lorenzo.Posisinya memang agak jauh, namun tak benar-benar tertinggal dan bisa dilupakan dalam perburuan gelar juara dunia ini,” ucap Marquez menegaskan.

Musim ini sejatinya persaingan antara Marquez-Rossi-Lorenzo cukup seimbang dan tak ada yang benar-benar dominan.

Namun pada akhirnya Marquez mampu menutup paruh pertama MotoGP musim ini dengan selisih besar lantaran baik Rossi bernasib buruk di sembilan seri awal.

Rossi tiga kali gagal finis dan Lorenzo dua kali harus menghentikan perlombaan di tengah jalan.

Seri terdekat MotoGP musim ini akan berlangsung di GP Aragon, Spanyol, 25 September mendatang

Mengenai pernyataan Marquez ini Rossi mengungkapkan  tidak yakin bisa ia  menggeser The Baby Alien dari puncak klasemen sementara.

“Jaraknya masih terlalu lebar, empat puluh tiga poin dan lima balapan tersisa. Tapi, Marquez sangat kuat, dan jika Anda bisa mengalahkan dia dalam balapan, itu artinya Anda tampil hebat,” ujar Rossi seperti dikutip dari Eurosport.

Untuk lima balapan tersisa, Rossi mengaku hanya ingin fokus mempertahankan konsistensi. Pebalap asal Italia itu mengatakan puas dengan penampilannya di paruh kedua musim sejauh ini.

“Saya senang dengan hasil paruh kedua musim sejauh ini, sayangnya saya tidak mendapat kemenangan.”

“ Tapi, saya mendapat tiga kali podium dan di Austria saya finis posisi keempat. Saya berhasil mengejar ketinggalan. Saya ingin kondisi ini bertahan hingga akhir musim,” ucap Rossi.

Komentar