Rossi: Saya Harus Membalap Lebih Bodoh

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Oktober 2017 | 09:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi, mengaku harus tampil lebih bodoh untuk bisa meraih podium kedua pada balapan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Minggu kemarin).

Balapan MotoGP Australia berlangsung menarik.

Rossi secara bergantian menjadi pemimpin balapan di Sirkuit Phillip Island dengan Marc Marquez, Johann Zarco, dan Maverick Vinales.

Usai balapan, Rossi mengaku sangat menikmati balapan MotoGP Australia. Pebalap 38 tahun itu mengatakan harus tampil lebih agresif demi bisa meraih podium di Sirkuit Phillip Island.

“Saya sangat menikmatinya. Trek ini sungguh luar biasa. Ini balapan yang sangat, sangat hebat. Balapan yang sangat agresif, tapi saya harus tampil lebih bodoh daripada pebalap lainnya,” ujar Rossi dikutip dari Crash.net.

Rossi hampir gagal menyelesaikan balapan setelah dua kali bersenggolan dengan Zarco dan Marquez.

Bahkan kostum balap Rossi terlihat terkena ban setelah bersenggolan dengan Marquez.

Keberhasilan The Doctor meraih podium juga cukup mengejutkan, pasalnya Yamaha mengalami kesulitan hingga berjalannya babak kualifikasi.

“Ini pertarungan yang hebat melawan Zarco,  Iannone, Vinales, dan Marquez. Terima kasih untuk semua orang di Yamaha,” ucap Rossi.

Rossi untuk kali pertama meraih podium sejak finis ketiga di GP Inggris, Agustus 2017. Juara dunia sembilan kali itu juga naik podium untuk kali pertama sejak mengalami patah kaki.

Keberhasilan finis kedua juga membuat Rossi naik ke posisi empat menggeser Dani Pedrosa

Rossi secara terus terang mengakui sangat menikmati persaingan ketat

Ia menyebut Johann Zarco dan Andrea Iannone sebagai lawan ‘terburuk’ yang harus dihadapi dalam duel.

Balapan kali ini diwarnai persaingan ketat hingga garis finis. Rossi bahkan sempat bersenggolan dengan Marquez, Zarco, dan Iannone.

Iannone sempat melakukan manuver berbahaya kepada Rossi di putaran ke-21. Situasi ini justru membuat Rossi kesulitan mengejar Marquez yang terus melesat di posisi terdepan.

“Beginilah permainannya jika Anda ingin ikut bermain. Sedikit lebih berbahaya, tapi harus seperti ini kalau Anda tak mau berdiam di rumah,” kata Rossi seperti dikutip Crash.net.

“Saya sangat menikmati dan ini balapan yang hebat. Memulai awal dengan Jack Miller dan Aleix Espargaro, saya memiliki kecepatan yang bagus.”

“Setelah berduel dengan Zarco dan kemudian juga melawan Iannone, saya rasa mereka adalah dua pebalap terburuk untuk berduel,” sambung Rossi.

Pebalap asal Italia tersebut juga tak pernah melupakan duel sengit di putaran akhir melawan Iannone pada dua tahun lalu.

“Saya juga ingat harus berduel dengan Iannone  dan ia mengalahkan saya di putaran terakhir, sehingga saya pun harus berusaha sekuat tenaga pada Zarco. Saya sangat bahagia karena kami tampil sangat kompetitif dan tampil dengan baik,” ujar Rossi

Sebelum lomba Rossi pesmistis bisa naik podium di Australia.

Rossi mengakui dirinya mengalami penurunan performa ketimbang tahun lalu saat beradu kecepatan pada MotoGP Australia.

Musim ini Rossi dilanda dua masalah, yakni kecepatan dan kekuatan.

Musim lalu The Doctor yang menempati start di urutan kelima belas, berhasil finis di peringkat kedua MotoGP Australia.

Musim ini kendati akan berada di posisi start ketujuh pada balapan, Rossi tidak terlalu optimistis membahas peluangnya menjuarai balapan di Sirkuit Phillip Island.

“Tahun lalu balapan sangat luar biasa dan saya menikmatinya. Tapi sayangnya tidak tahun ini, saya tidak secepat tahun lalu,” kata Rossi dilansir dari Autosport.

“Kami tidak terpaut terlalu jauh (dalam hal kecepatan), tapi di saat yang bersamaan saya tidak cukup kuat untuk bersaing di posisi terdepan, jadi kami harus menemukan sesuatu,” lanjutnya.

Pebalap tersukses di Sirkuit Philip Island dan GP Australia itu masih belum puas dengan setelan motor M1 yang menurutnya lambat saat berada di tikungan sehingga turut berpengaruh pada kegagalannya menembus posisi lima besar pada saat kualifikasi.

“Saya tidak berada di dua baris terdepan, tapi saya berada di urutan pertama pada (baris) ketiga, jadi saya tidak terlalu jauh,” ucap pebalap 38 tahun itu.

“Saya bisa mencatatkan waktu terbaik di waktu awal kualifikasi, tetapi setelah itu saya mengalami kendala ketika memasuki tikungan. Sayangnya saya tidak mampu menembus posisi lima besar. Saya tidak terlalu senang dengan setelan motornya, kami harus memperbaikinya,” jelas Rossi.

Komentar