Rossi, Rider Terbaik di Awal Musim

Penulis: Darmansyah

Kamis, 11 Juni 2015 | 10:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi dinobatkan sebagai pebalap terbaik di enam seri awal MotoGP musim ini dan akan bisa melanjutkan aksinya lewat konsistensinya di trek untuk melawan kejaran Jorge Lorenzo, Abdrea Dovizioso dan Marc Marquez.

Casey Stoner, mantan juara dua kali MotoGP, Kamis, 11 Juni 2015, seperti dikutip “crash,” menyebut Rossi sebagai rider terbaik di MotoGP musim ini.

Meski demikian, Stoner menyarankan agar The Doctor tetap waspada pada ancaman rekan setimnya, Jorge Lorenzo, serta jagoan Repsol Honda, Marc Marquez.

Stoner yang sukses menjadi juara dunia bersama Ducati pada dan Repsol Honda, mengaku senang melihat Rossi mampu kembali bangkit musim ini setelah sempat terpuruk.

Meski demikian, Stoner yakin jalan The Doctor menuju gelar juara dunianya yang ketujuh di MotoGP akan tetap terjal.

“Saya harus berkata Rossi merupakan rider terbaik saat ini karena faktanya dia memimpin klasemen sementara saat ini. Jorge memang luar biasa di tiga serie terakhir dan Marc juga melewati dua musim fantastis, tapi saya pikir Vale sedikit lebih unggul,” celoteh Stoner, seperti dilansir dari La Stampa, Kamis, 11 Juni 2015.

“Vale seperti telah menemukan kembali bentuk terbaiknya tahun ini. Kalau sudah begitu, akan sulit menghentikannya. Tapi, dia tetap harus sangat mewaspadai Jorge dan Marc. Tak diragukan lagi kalau musim ini bakal hebat,” urainya.

alentino Rossi sendiri tak menyembunyikan komentarnya terkait tiga tim pabrikan yang tampil konsisten di enam serie MotoGP 2015 yang telah berlangsung.

The Doctor menilai, Movistar Yamaha, Ducati dan Repsol Honda memiliki level yang terbilang sama pada musim ini.

Sebagaimana diketahui, ketiga tim tersebut bisa dibilang sebagai kekuatan utama di ajang MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.

Contoh nyata atau yang terbaru, ketiga tim itu menduduki posisi satu hingga ketiga klasemen konstruktor secara beruntun.

Movistar Yamaha di posisi teratas, diikuti Ducati dan Honda .

Serie ketujuh MotoGP yang bakal berlangsung di Sirkuit Katalunya akhir pekan nanti jadi ajang pembuktian ketiga tim tersebut.

“Saya pikir Grand Prix Katalunya akan menyajikan balapan yang berbeda dibanding sebelumnya. Sepertinya balapan nanti akan jadi yang terseru sepanjang tahun ini. Selain itu, tiga pabrikan utama sejatinya berada dalam level yang sama dan di setiap balapan Anda selalu mengharapkan segalanya,” jelas Rossi seperti mengutip Crash, Kamis, 11 Juni 2015.

Selain itu, Rossi juga mengaku tak sabar mengaspal di Sirkuit Katalunya. Pembalap berusia 36 tahun itu bertekad memperbaiki kekurangan guna meraih hasil maksimal di balapan yang berlangsung di markas rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

“Saya cinta Barcelona, itu merupakan salah satu sirkuit favorit saya. Sejatinya selalu sulit menjadi yang tercepat di sana. Namun, tahun lalu saya melakoninya dengan baik dan saat ini juga tengah dalam kondisi bagus,” urainya.

Tentang jebloknya impresif Marc Marquez, Casey Stoner mengaku kaget dengan penurunan performa rider kebanggaan Repsol Honda tersebut.

Sejauh ini, Marquez baru mengumpulkan dua podium – dengan satu kemenangan, bahkan dua kali gagal finis. Rider asal Spanyol itu juga kerap mengeluhkan performa RC213V tunggangannya musim ini.

Sebagai test rider HRC, Stoner mengaku paham betul duduk permasalahan yang menimpa Marquez dan RC213V. Juara dunia bersama Repsol Honda pada 2011 itu enggan menjelaskan lebih jauh.

“Saya tahu apa masalah Honda, tapi saya tak bisa menjelaskan secara detail. Saya tahu masalahnya, bahkan sejak uji coba pramusim di Malaysia. Tapi, jujur saya tak menyangka Marc bakal kesulitan seperti ini.
Dengan segala permasalahan RC213V, saya pikir performa Marc seharusnya bisa lebih baik dari raihannya di enam serie awal,” ungkap.

“Saya memprediksi Marc memang tak akan sedominan tahun lalu, tapi tidak seperti ini. Meski begitu, saya sangat menyukainya. Setiap rider punya gaya balap masing-masing, tapi Marc mirip dengan saya. Dia sudah membuktikan kualitasnya dengan menjuarai semua kelas, jadi dia tetaplah rider top. Performa bisa naik turun, tapi kualitas itu permanen!” tandasnya.

crash, mcn dan motogp.com

Komentar