Rossi Raih Rekor Pebalap Angka Terbanyak

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Desember 2015 | 11:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Ditengah “konflik” dan “perang” antara Valentino Rossi dengan Jorge Lorenzo di internal tim Movistar Yamaha, yang membuat kegaduhan dan sulit diselesaikan, “The Doctor,” kembali mencatatkan rekor sebagai pebalap dengan perolehan poin tertinggi di kelas premier dan MotoGP.

Rossi menempati tempat tertinggi pengumpulan angka di sepuluh besar pembalap yang meraih di kelas premier.

Posisinya hanya dibayangi oleh pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa

Rekan setim Pedrosa, Marc Marquez masih jauh untuk bisa menyamai kedua pebalap itu Meski begitu, Baby Alien diprediksi dapat segera mengejar raihan poin Rossi, karena usianya masih sangat muda.

Bersamaan dengan raihan Rossi ini internal Movistar Yamaha dikabarkan sempat terpecah menjadi dua kubu dan memanas setelah dua pembalapnya, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi bersaing ketat dalam perebutan titel MotoGP 2015.

Klimaks hubungan keduanya kian menjadi setelah Rossi menuding titel juara Lorenzo terjadi berkat andil Marc Marquez yang memberikannya bantuan.

Sementara X-Fuera ingin hukuman penalti kepada Rossi lebih berat lagi, jelang balapan terakhir di Valencia, terkait insiden Rossi dengan Marquez di Malaysia.

Tak mudah berada di dalam tim melihat panasnya perseteruan itu.

Namun Managing Director Yamaha, Lin Jarvis bangga bisa tetap netral dan tak memihak salah satu pembalap yang berasal dari Spanyol dan Italia itu.

“Saya pikir satu hal yang membantu adalah saya bukan orang Italia dan juga Spanyol. Saya katakan itu sebagai candaan, tapi itu bukan candaan. Jika Anda mampu netral dan tetap seperti itu, maka itu sangat penting.”

“ Ada banyak pengaruh nasionalisme yang dapat sangat memengaruhi,” papar Jarvis kepada Autsport, Selasa, 15 Desember 2015.

“Saya punya banyak pengalaman, pengalaman positif dan negatif. Hal itu membantu Anda tetap tenang menghadapi situasi yang bisa jadi sangat membuat Anda frustrasi. Ini hanya masalah menjadi diri Anda, tidak panik dan coba mencari solusi,” jelasnya.

Sementara itu manajer Yamaha Factory Racing, Wilco Zeelenberg, mengakui dua pembalapnya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, mendapat kerugian jelang tampil pada MotoGP 2016.

Kerugian yang dimaksud Zeelenberg ialah tidak ikutnya Tim Movistar Yamaha dalam sesi tes pramusim MotoGP 2016 yang berlangsung di Sirkuit Jerez bulan lalu.

Dengan tidak mentas di sesi tes pramusim tersebut, The Doctor dan X-Fuera jadi tidak mengetahui beberapa kekurangan yang dialami motor YZR-M1.

Sebenarnya ada penyebab mengapa Yamaha tidak turun di sesi tersebut.

Zeelenberg menilai Rossi dan Lorenzo belum terlalu yakin dengan motornya semenjak perubahan regulasi.

Beberapa regulasi yang diubah ialah peralihan dari ban Brigdestone ke Michelin serta kewajiban menggunakan peralatan elektronik buatan Magneti Marelli dari Dorna.

Ditakutkan jika tetap dipaksakan tampil di sesi tes pramusim tersebut, kondisi fisik Rossi dan Lorenzo menjadi taruhannya.

Namun di sisi lain, kerugian didapat Yamaha karena tak tampil di sesi tes pramusim yang berfungsi besar bagi tim untuk mendapatkan setting-an terbaik dari kuda besi.

“Kami memutuskan melewatkan sesi tes ban Michelin. Sebab, Rossi dan Lorenzo masih belum percaya dengan kualitas motor setelah adanya perubahan regulasi. Selain itu keduanya juga masih memikirkan persaingan di ajang MotoGP 2015,” jelas Zeelenberg seperti mengutip dari Crash, Selasa, 15 Desember 2015.

“Pergantian ban sebenarnya sedikit merugikan kami. Namun, hal itu menjadi tantangan kami untuk menjadi juara,” urai Zeelenberg yang pernah mentas di kelas 250 cc bersama Honda tersebut.

Wilco Zeelenberg, tak mau memikirkan persaingan yang melibatkan kedua pembalapnya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Pria asal Belanda itu lebih memikirkan performa Tim Movistar Yamaha yang belum membaik setelah memakai ban Michelin dan perangkat elektronik baru.

The Doctor dan X-Fuera terlibat persaingan sengit pada MotoGP 2015. Rossi yang memimpin klasemen balap hingga race ke-17 harus merelakan gelar juara kepada Lorenzo. Di akhir musim 2015, Lorenzo berhasil unggul lima poin ketimbang rekan setimnya tersebut.

Rossi sebenarnya menerima dengan lapang dada jika dikalahkan Lorenzo secara adil.

Namun, rider berpaspor Italia itu beranggapan Lorenzo melakukan kecurangan dengan meminta bantuan rekan senegaranya yang juga pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani untuk melapangkan jalan meraih gelar juara dunia MotoGP 2015.

Setelah itu, hubungan Rossi dan Lorenzo memanas hingga saat ini. Bahkan di satu acara peluncuran motor Yamaha, keduanya tak bertegur sapa meski berdiri bersebelahan. Ditakutkan perseteruan tersebut menurunkan performa Yamaha musim depan.

Komentar