Rossi Luar Biasa dan Marquez Bak Singa

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 April 2017 | 08:48 WIB

Dibaca: 1 kali

Bintang film tenar Keanu Reeves, yang juga “penggila” balap MotoGP,  menempatkan tiga pebalap, Rossi, Marquez dan Lorenzo memiliki kesempatan untuk menjuarai musim lomba tahun ini, di samping munculnya nama baru Maverick Vinales.

Mengaku sebagai maniak ajang balapan MotoGP ia beberapa kali  tampak terlihat hilir mudik di paddock pada sejumlah seri MotoGP tersebut.

Keanu Reeves tanpa malu-malu pun mengungkapkan pebalap yang menjadi idolanya

Jumlah idolanya itu pun rupanya lebih dari satu.

Mereka adalah Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Jorge Lorenzo.

Seperti dikutip dari Marca, Keanu Reeves mengomentari kehebatan dan ciri khas dari masing-masing pebalap tersebut.

“Saya punya banyak (idola), untuk banyak alasan. Marquez sangat pemberani seperti singa. Rossi pebalap yang super pintar dan tekniknya luar biasa! Saya juga kagumi kepemimpinan Jorge Lorenzo, sangat bagus,” tutur aktor lima puluh dua tahun itu kepada Marca.

Meski belum terlalu mengidolakan, Keanu Reeves juga memuji pebalap lain seperti Maverick Vinales dan Andrea Iannone.

“Saya juga suka  Pedrosa dan mengagumi para pebalap muda lainnya. Vinales dan Iannone adalah yang paling menarik untuk masa depan,” kata Keanu Reeves.

Selain dunia peran, impian aktor kelahiran Beirut Lebanon itu adalah menjadi pebalap di MotoGP. Untuk impian di dunia balapan motor tak mungkin lagi bisa diwujudkannya.

Sementara itu, menjelang balapan MotoGP Argentina, Jorge Lorenzo mengakui GP Qatar tak berjalan bagus baginya dan ia yakin GP Argentina yang berlangsung pekan ini adalah lembaran baru untuknya.

Lorenzo tak mampu bersaing di baris depan pada seri perdana di Sirkuit Losail dua pekan lalu.

Pebalap asal Spanyol itu masih kesulitan beradaptasi dengan Ducati dan itu yang terlihat sejak sesi tes pramusim.

“Balapan di Qatar tak berjalan seperti yang diinginkan, namun kami harus menatap ke depan dan fokus pada balapan berikutnya.”

“Saya tak sabar untuk segera bertanding di Argentina seiring dengan makin banyaknya lap yang saya lalui bersama Ducati,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Lorenzo tetap yakin bahwa dirinya masih berada dalam jalur yang benar terkait ambisinya berprestasi bersama Ducati meskipun hasil yang ia capai di sesi tes pramusim dan GP Qatar masih jauh dari memuaskan.

“Kami harus terus fokus dan bekerja keras untuk menjadi cepat dalam waktu sesingkat mungkin. Di Argentina, semua adalah lembaran baru bagi saya dan Ducati,” kata juara dunia MotoGP tiga kali itu.

Lorenzo tak memiliki rekor bagus di sirkuit Termas de Rio Hondo. Pada musim lalu, Lorenzo tergelincir saat dirinya baru melahap tiga putaran. Sementara di musim 2015, Lorenzo hanya sanggup finis di posisi kelima.

“Di Sirkuit Termas de Rio Hondo, saya sering mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi Ducati terbukti tampil sangat kuat di sirkuit ini musim lalu.”

“Karena itu saya optimistis saya bisa mencatat kemajuan di balapan kali ini,” ujar Lorenzo.

Selain itu, tandem Lorenzo di Ducati,  Andrea Dovizioso mengaku tak sabar dan sangat bersemangat untuk segera memulai seri kedua balapan MotoGP musim ini di Argentina.

Tak lain, itu berkat hasil balapan perdananya musim ini di Grand Qatar akhir pekan lalu.

Di Qatar, Dovi hanya membuat selisih tipis dari pebalap anyar Yamaha, Maverick Vinales yang meraih podium pertama.

Hasil itu membuat Dovi memiliki motivasi lebih untuk balapan di Autodromo Termas de Rio Hondo, Santiago del Estero,

elain menjadi menjadi satu-satunya pesaing yang paling konsisten pada penampilannya selama di Sirkuit Losail Qatar, Dovi juga menjadi satu-satunya pebalap Ducati yang berada di posisi enam pebalap teratas.

“Kami akan mengambil alih akhir pekan ini di Argentina dengan sangat bersemangat mengikuti hasil bagus Qatar dan setelah hasil uji coba di Jerez,  yang terbukti cukup positif dan memungkinkan kami untuk mendapatkan kinerja terbaik,” kata Dovi dikutip Crash.

Tahun lalu, di Argentina, Dovi membuat hasil yang mengejutkan di mana ia bisa terlempar keluar usai dikalahkan rekan satu timnya, Andrea Iannone di tikungan kedua dari belakang.

Namun, Dovizioso juga memiliki kenangan yang baik dari Argentina, terutama ketika ia menjadi runner-up di belakang Valentino Rossi pada musim dua musim silam

“Trek ini benar-benar spesial. Kondisinya banyak berubah di setelah Jumat ketika trek sangat kotor dan Minggu biasanya kami selalu menemukan kondisi trek terbaik di balapanan,” jelas Dovi.

“Dalam kasus apapun Termas de Rio Hondo adalah trek yang baik dan kami selalu pergi membawa hasil baik di sini,” pungkasnya.

Komentar