Rossi Campakkan Ambisinya Raih Juara

Penulis: Darmansyah

Senin, 14 Agustus 2017 | 07:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi mencampakkan ambisinya untuk meraih juara MotoGP musim ini usai menempati posisi ketujuh di Red Bull Ring Circuit, Austria, Minggu malam WIB, 13 Agustus.

Dengan posisi ketujuh ini pula  membuat Rossi semakin tertinggal dari pebalap Repsol Honda Marc Marquez yang keluar sebagai juara.

Marquez berada di podium kedua yang membuat Rossi kini tertinggal tiga puluh tiga poin

Ketika ditanya mengenai peluangnya menjadi juara dunia musim ini, Rossi pun berusaha realistis.

“Sangat sulit, karena saya tertinggal tiga puluh tiga 33 poin dan kami menderita. Di sejumlah trek kami tidak mampu tampil kuat. Honda adalah motor yang membuat kemajuan pesat dibanding tahun lalu, karena tahun lalu mereka bermasalah di Red Bull Ring,” ujar Rossi seperti dilansir Crash.net.

Rossi sebenarnya sempat tampil cukup impresif pada awal balapan GP Austria. Memulai balapan dari posisi tujuh, The Doctor berhasil menyodok ke posisi empat.

Namun, sebuah kesalahan di tikungan satu pada lap ke-14, membuat Rossi turun ke posisi tujuh. Sejak saat itu Rossi mengaku tidak punya kecepatan untuk bersaing dengan pebalap di depannya.

Rossi mengatakan ban keras belakang yang digunakannya cepat habis. Kondisi itu membuat Rossi tidak mampu bersaing dengan tiga pebalap di depannya, Johann Zarco, Maverick Vinales, dan Jorge Lorenzo.

“Awalnya saya optimistis bisa mengejar, karena Lorenzo dan Andrea Dovizioso menggunakan ban lunak. Saya dan Marquez pakai ban keras. Tapi, sayangnya setelah lap ke-12, kecepatan saya menurun dan situasinya mulai sulit,” ucap Rossi.

“Saya harus menurunkan kecepatan. Di terakhir saya mengalami banyak masalah. Saya sangat lambat. Kami harus bekerja keras, karena kami membuat stres ban belakang, terutama Honda dan Ducati berhasil bisa tampil cepat tanpa menggunakan ban belakang terlalu sering,” sambungnya.

Dalam balapan di Red Bull Ring, MotoGP Austria, terjadi duel ketat antara Andrea Dovizioso dan Marc Marquez

Duel ini berlangsung  hingga akhir balapan. Namun persaingan ketat itu nyaris membuat Dani Pedrosa mendapat durian runtuh.

Dovizioso dan Marquez sama-sama tak mau bermain aman di lap terakhir. Kedua pebalap ini seolah tak puas jika hanya meraih dua poin di balapan kali ini.

Duel ketat berjalan hingga tikungan terakhir. Marquez nekat memotong lewat jalur dalam saat Dovizioso melibas tikungan terakhir.

Manuver Marquez ini membuat dirinya memotong jalur laju Dovizioso dan sempat berada di depan Dovizioso untuk beberapa saat.

Dalam momen seru ini, Dovizioso mampu tetap tenang dan melewati Marquez yang melebar ke sisi luar lintasan.

Kedua pebalap pun mengakui bahwa manuver di tikungan terakhir begitu dekat dan ketat.

“Kalian tahu ketika di belakang kalian adalah Marquez, maka ia akan terus mencoba melakukan serangan hingga akhir balapan. Itulah yang ia tunjukkan saat ini,” ucap Dovizioso usai balapan.

“Ya, sungguh balapan yang luar biasa untuk perburuan gelar juara dunia. Dan tadi memang sangat dekat sekali,” kata Marquez menimpali.

Dovizioso dan Marquez memang nyaris berbenturan. Bila hal itu terjadi dan keduanya terjatuh, maka tentunya akan menjadi anti klimaks.

Selain itu, hal tersebut juga akan menguntungkan Dani Pedrosa yang sejatinya sudah tertinggal cukup jauh di urutan ketiga.

Dengan hasil di MotoGP Austria ini, Divizioso kini menempatikan diri sebagai pesaing utama Marquez.

Keberhasilan Andrea Dovizioso jadi pemenang GP Austria membuatnya naik ke posisi kedua klasemen sementara.

Tambahan  poin yang didapat Dovizioso membuatnya  mampu memangkas jarak sebesar lima poin dari Marquez yang ada di puncak klasemen.

Meski gagal jadi juara, ada sedikit keuntungan yang dipetik Marquez dari seri kali ini. Bila sebelumnya selisih Marquez dengan pesaing terdekatnya adalah empat belas poin, maka kini Marquez punya jarak enam bela  poin dari pebalap posisi kedua.

Marc Marquez  sendiri, usai balapan, terlihat gembira meskipun ia gagal jadi juara.

Hal terpenting bagi Marquez adalah ia sudah berusaha keras untuk memenangkan perlombaan.

Marquez tak mau bermain aman saat dirinya terus gagal menyusul Andrea Dovizioso hingga balapan memasuki lap terakhir.

Saat Dovizioso melibas tikungan terakhir, Marquez coba memotong dari sisi dalam. Manuver Marquez ini terbilang berbahaya dan penuh risiko karena ia memotong jalur laju Dovizioso

Marquez memang sesaat berada di depan Dovizioso namun kemudian Dovizioso berhasil melewati Marquez karena sang juara bertahan MotoGP itu melebar keluar jalur.

“Saya terus mencoba menyusul Dovizioso di balapan tadi. Di tikungan terakhir saya benar-benar berusaha sampai batas saya, namun inilah MotoGP.”

“MotoGP adalah sebuah pertunjukan dan jangan khawatir karena saya akan mencobanya kembali di lain waktu,” ujar Marquez dalam wawancara seusai perlombaan seperti dikutip dari Crash.

Secara keseluruhan Marquez mengakui bahwa hasil lomba di GP Austria cukup membuatnya puas. Marquez masih ada di posisi teratas dengan selisih 16 poin dari Dovizioso.

“Saya gembira dengan hasil akhir yang saya dapat di seri ini. Kami pun bekerja keras dengan baik sepanjang minggu ini,” ujar Marquez.

Seri MotoGP berikutnya akan digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada akhir Agustus mendatang

Komentar