Prediksi MotoGP Mulai Jungkir Balik

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 Mei 2017 | 08:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Valentino Rossi dan Marc Marquez sepakat bahwa peta kekuatan MotoGP musim ini masih sangat kabur bersamaan dengan jungkir baliknya kondisi nyata dari  seri ke seri balapan yang telah dilombakan.

Dari empat seri balapan tak satu pun prediksi pengamat mencapai sasaran.

Sebut saja kasus Jerez ketika Rossi tercamp[ak ke urutan sepuluh

Selain itu, di awal musim MotoGP  telah  menghadirkan persaingan sengit di papan atas. Jarak antara Valentino Rossi sang pemimpin klasemen dengan pemilik peringkat keempat, Dani Pedrosa

Kedua hanya terpaut sepuluh.

Marquez sendiri ada di peringkat ketiga, tertinggal empat poin dari Rossi.

“Musim ini masih sangat panjang. Di Argentina, Yamaha sepertinya tak terkalahkan, namun kemudian yang terjadi di Sirkuit Jerez adalah situasi yang benar-benar berbeda.”

“Mungkin situasi yang berbeda akan kembali terjadi di Le Mans pekan depan,” ujar Marquez kepada Speedweek.

Di dua seri awal, Yamaha memang tampil dominan. Maverick Vinales berhasil jadi juara dan Valentino Rossi selalu finis di podium.

Sementara itu, Honda seperti tak berdaya melawan keperkasaan Yamaha.

Situasi mulai berbalik di GP Amerika Serikat. Marquez dan Dani Pedrosa bisa unjuk gigi tetapi Valentino Rossi sukses memberikan perlawanan dengan menjadi runner-up di akhir balapan.

Dominasi Honda baru benar-benar terlihat di GP Spanyol.

Pedrosa dan Marquez tak terkejar di baris depan sedangkan Vinales dan Rossi tak bisa mendapatkan kecepatan maksimal motor dan harus puas finis di luar lima besar.

Keberhasilan Jorge Lorenzo meraih podium di GP Spanyol membuat namanya kembali jadi topik perbincangan banyak orang.

Duo Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, pun turut memberikan pujian pada Lorenzo.

Selain itu, Jorge Lorenzo yang tampil buruk di tiga seri awal berhasil tampil kompetitif pada seri keempat yang berlangsung di Sirkuit Jerez.

Pebalap asal Spanyol itu berhasil finis di belakang Pedrosa dan Marquez.

“Jorge Lorenzo adalah seorang juara dunia. Dia tak memiliki hal lain yang perlu dibuktikan. Di Jerez, Lorenzo kembali membuktikan bahwa dia adalah pebalap yang bisa tampil cepat,” tutur Marquez kepada Speedweek.

Pedrosa pun yakin keberhasilan Lorenzo naik podium membuat mantan pebalap Yamaha itu patut diwaspadai di seri-seri berikutnya.

“Jorge Lorenzo adalah pebalap yang sangat kuat. Tak mudah bagi seorang pebalap untuk bisa tampil cepat dengan motor baru.”

“Namun, Lorenzo berhasil melakukannya di Jerez. Ia bisa naik podium pada seri tempat Ducati biasanya mengalami kesulitan. Ini adalah raihan besar bagi Lorenzo dan akan membuatnya percaya diri,” kata Pedrosa.

Setelah berhasil meraih podium perdananya di GP Spanyol, Jorge Lorenzo berpeluang untuk kembali meraih hasil bagus di GP Perancis yang berlangsung di Sirkuit Le Mans.

Setelah berhasil duduk di posisi ketiga pada GP Spanyol, Lorenzo mengaku makin mampu beradaptasi dengan motor Ducati Desmosedici miliknya.

Torehan di GP Spanyol jelas bisa jadi titik tolak kebangkitan Lorenzo musim ini.

Pasalnya, seri berikutnya MotoGP akan berlangsung di GP Perancis yang digelar di Sirkuit Le Mans pekan depan. Dari rekor yang ada, Lorenzo merupakan salah satu pebalap penguasa sirkuit ini.

Dalam dua musim terakhir, Lorenzo selalu tampil sebagai juara di Le Mans. Secara keseluruhan, Lorenzo bahkan mampu lima kali menjadi juara dalam delapan musim terakhir di sirkuit Le Mans.

Berbeda dengan penampilan di tiga seri sebelumnya, Lorenzo terlihat lebih bahagia setelah tampil di GP Spanyol.

Meski awalnya hanya memasang target lima besar, Lorenzo mampu bersaing dan finis di belakang Dani Pedrosa dan Marc Marquez.

“Podium kemarin merupakan salah satu podium terpenting dalam karier saya. Satu hal yang pasti, bisa meraih podium bersama “

“Ducati jelas lebih baik dibandingkan bersama Yamaha yang memang memiliki motor lebih komplet dan telah terbukti memenangkan banyak titel juara dunia.”

“Saat ini motor kami sangat cepat dan memiliki kekuatan namun belum komplet untuk bisa bersaing jadi juara dunia. Itulah tujuan yang kami bidik dan karena itulah saya bangga bisa meraih podium di seri keempat saya bersama Ducati,” ujar Lorenzo.

Sementara itu, pebalap rookie di MotoGP, Johann Zarco, bicara kehebatan Valentino Rossi.

Pebalap yang memulai debutnya bersama Monster Yamaha Tech 3 di MotoGP itu menilai usia tak menghalangi Rossi.

Zarco disebut-sebut sebagai salah satu pebalap rookie yang tengah naik daun. Bahkan pebalap asal Perancis itu disebut-sebut akan menggantikan peran Rossi di Yamaha.

Tampil di Sirkuit Jerez Spanyol,  nyaris meraih podium.

Kecuali di Sirkuit Losail Qatar, Zarco selalu finis di posisi lima besar. Dengan raihannya itu, juara dunia Moto2  tersebut bercokol di peringkat keenam klasemen sementara MotoGP

Tentu hal bukan pencapaian biasa bagi seorang pebalap rookie di MotoGP.

Meski demikian, Zarco mengakui masih harus berusaha keras untuk belajar di MotoGP karena minim pengalaman.

“Faktanya bahwa saya masih kurang pengalaman di MotoGP dan itu yang menyebabkan masalah bagi saya. Sebab, membutuhkan semua parameter teknis di bawah kendali untuk menyimpan energi,” terang Zarco kepada Speedweek.

Zarco lantas membandingkan pengalamannya yang tidak ada apa-apanya dibandingkan Rossi di MotoGP.

“Valentino Rossi mungkin berbeda sebelas tahun lebih tua dari saya, namun ia lebih bugar hingga akhir balapan dibandingkan saya,” tutur Zarco.

“Saya harus bekerja keras untuk masalah ini kebugaran, tapi itu merupakan proses normal,” sambungnya

Komentar