Phillip Island Ubah Persaingan di MotoGP

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 Oktober 2013 | 09:54 WIB

Dibaca: 7 kali

Usai balapan MotoGP Phillip Island, akhir pekan lalu, persaingan antar pebalap di Sirkuit Motegi, Jepang, akhir pekan mendatang, berubah total setelah Marc Marquez apes mendapat angka karena terkena “black flag” atau diskualifikasi sehingga penentuan juara akan sampai pada batas akhir di Valencia.

MotoGP menyisakan dua seri balapan lagi, Motegi dan Valencia, dengan keunggulan angka 18 poin untuk Marqueza dibanding dari Jorge Lorenzo di posisi dua , setelah terpangkas 25 poinnya di Phillip Island.

Bagi Lorenzo. hasil positif yang diraihnya di Phillip Island mengembalikan harapannya untuk bisa mempertahankan gelar Hasil ini memang berbau keberuntungan karena Marquez harus terkena sanksi dari race direction. Praktis, Lorenzo mampu menjadi yang terbaik di Phillip Island.

“Kami sangat beruntung, karena tanpa kesalahan Marc, dia akan berada di tempat pertama atau kedua, karena seperti biasa dia sangat kuat,” ujar Lorenzo seperti diberitakan Autosport.

“Sekarang kejuaraan telah berubah banyak. Sebelum balapan di Phillip Island, kami hampir tidak memiliki kesempatan.Mungkin kesempatan itu dua sampai tiga persen. Tapi saat ini, kami setidaknya memiliki harapan menjadi lebih besar,” ujar Lorenzo.

Meski sudah menempel ketat Marquez, “rookie” asal Spanyol itu akan tetap mengklaim gelar juara akan bisa terindikasi di Motegi.

“Marc sangat kompetitif pada semua trek, jadi jika dia finis di posisi kedua atau ketiga dirinya sudah bisa menjadi juara. Kami harus terus berusaha menang di Motegi dan Valencia lalu kami akan sama-sama melihat apa yang akan terjadi,” tuntas Lorenzo.

Bisa dibilang, di seri Motegi inilah sang juara musim ini benar-benar bisa ditentukan. Pedrosa ingin memanfaatkan kans pamungkasnya dan berharap punya set-up motor yang sempurna, terutama pada bagian pengereman dan akselerasi.

Senada dengan Lorenzo, Dani Pedrosa juga menegaskan, balapan di Motegi akan menentukan siapa yang akan jadi juara. Walau pun, menurutnya, perlombaan di Valencia-lah yang akan menutup semuanya.

“Motegi menjadi race final dari tiga kandidat juara dan saya tahu bahwa kami semua sudah cukup lelah sepanjang musim ini. Jadi, penting untuk mempertahankan konsentrasi,” ujar Pedrosa..

“Treknya punya karakter pengereman dan akselerasi yang tajam, kami pun harus menemukan set-up yang mumpuni guna menjaga stabilitas pengereman dan mendapatkan traksi yang bagus saat keluar dari tikungan,” tutupnya.

Kesalahan yang dilakukan oleh Marc Marquez pada balapan di Phillip Island tidak akan pernah terjadi lagi. Hal itu memang dilontarkan langsung oleh rookie tim Repsol Honda.

Atas kesalahannya itu, Marquez harus menerima kenyataan bahwa jarak dengan pesaing terdekat, Jorge Lorenzo menjadi 18 poin. Pelanggaran yang dilakukan Marquez yaitu karena melanggar aturan yang diberlakukan race direction yang menetapkan harus masuk ke pit stop di lap sembilan atau sepuluh, namun Marquez justru masuk pit stop di lap ke sebelas. Tak pelak, Marquez langsung terkena diskualifikasi.

Melihat hal itu, Marquez sudah berjanji tidak akan mengulangi kesalahan seperti itu dan tetap fokus jelang balapan di Motegi, Jepang. Rider asal Spanyol itu ingin melupakan kesalahan yang terjadi di Phillip Island.

“Saya sudah katakan bahwa balapan ini akan sangat panjang. Hal (pelanggaran) ini sudah terjadi dan mungkin di Motegi akan terjadi sesuatu yang lain. Saya tahu kami akan melakukan balapan dengan cara yang benar, saya merasa baik mengendarai motor ini,” ujar Marquez seperti dilansir BDlive.

“Sekarang kami harus melupakan tentang hal itu (pelanggaran) dan hanya fokus untuk balapan di Motegi,” sambung rider 20 tahun itu.

Jika ingin menjadi juara, Marquez harus fokus di dua seri balapan tersisa. Pasalnya, jika lengah sedikit, Lorenzo siap menyusul.

Komentar